Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Terpadu Melalui Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan Berbasis Masyarakat Tri Susanti Sirait; Yovhandra Ockta; Safriana Safriana; Idarul Hafni; Yunda Fachrunniza; Azrina Sufi Nasution; Salma Alfina Putri Nada
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/p69t7s14

Abstract

Pelayanan kesehatan berbasis masyarakat merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan melalui pendekatan promotif dan preventif. Namun, masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, imunisasi, keluarga berencana (KB), dan pemantauan pertumbuhan anak menjadi permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan terpadu melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan berbasis masyarakat. Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pendampingan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan terdiri atas edukasi pelayanan pil KB, imunisasi bayi, pengukuran tinggi dan berat badan anak, serta pemeriksaan kesehatan melalui kegiatan Posbindu. Kegiatan ini diikuti oleh 42 peserta yang terdiri atas ibu usia subur, bayi, anak, dan masyarakat umum. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan. Sebanyak 15 ibu mengikuti edukasi pelayanan pil KB, 12 bayi memperoleh pelayanan imunisasi, 15 anak mengikuti pemantauan pertumbuhan, dan 20 masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan Posbindu. Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa 30% peserta memiliki tekanan darah di atas normal, 25% memiliki kadar gula darah di atas normal, serta 20% anak berada pada kategori risiko stunting. Edukasi kesehatan yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin. Kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat dalam mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan masyarakat serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan upaya preventif kesehatan secara berkelanjutan.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Lipstik Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) Sebagai Pewarna Alami Safriana Safriana; Tri Susanti Sirait; Aida Apriani; Yunda Fachrunniza; Muhammad Rizki
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i3.1730

Abstract

Synthetic dyes in decorative cosmetics remain a safety concern when prohibited colourants are used in products that are applied repeatedly to the lips. Hibiscus flower (Hibiscus rosa-sinensis L.) contains anthocyanins that can provide red to purple hues. This preliminary laboratory study prepared solid lipsticks containing 0%, 3%, 6%, 9%, and 12% hibiscus flower extract and evaluated organoleptic characteristics, approximate pH, short-term room-temperature stability, acute irritation response, and descriptive consumer preference. Dried flower powder underwent two-stage maceration with citric-acidified 96% ethanol, and the concentrated extract was incorporated into a wax-lipid base. The sticks weighed 3- 3.5 g and were easy to apply. The extract-free formula was colourless, while extract-containing formulas produced bright pink to dark red shades. No visible changes in shape, colour, or odour were observed during 30 days of room-temperature storage. All formulas showed an approximate pH of 5 by indicator paper and caused no redness, itching, or oedema in 10 volunteers during a 30-minute preliminary acute irritation screening. The 12% formula had the highest aggregate hedonic score, but statistical superiority could not be determined because panellist-level raw data were unavailable. These findings provide preliminary formulation evidence. Interpretation remains limited by non-identical base compositions, visual colour assessment, non-instrumental pH measurement, and the absence of anthocyanin quantification and accelerated stability testing.