Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektifitas penyuluhan gizi dalam meningkatkan pengetahuan tentang dampak konsumsi makanan cepat saji pada siswa sekolah dasar Deby Tri Mario; Zikri Muthahari; Pramudya Wisnu Priambodo; Iqbal Maulana; Yovhandra Ockta; Idarul Hafni; Iken Rahma Mahesty; Rahman Rahman; Salma Alfina Putri Nada; Nurul Hidayah; Nurhalisa Nurhalisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38217

Abstract

AbstrakKonsumsi jajanan tinggi gula, garam, dan lemak pada anak sekolah dasar masih menjadi permasalahan, terutama pada lingkungan dengan edukasi gizi yang belum optimal. Survei pendahuluan pada salah satu sekolah dasar negeri di Kabupaten Aceh Barat menunjukkan mayoritas siswa mengonsumsi makanan tidak sehat, seperti jajanan cepat saji (kemasan) dan minuman berpemanis, yang berpotensi pada risiko gangguan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai dampak konsumsi makanan cepat saji serta mendorong perilaku makan sehat sejak dini. Pelaksanaan program ini melibatkan 53 siswa kelas III. Metode yang digunakan berupa penyuluhan edukatif-interaktif melalui presentasi, video, banner, leaflet, permainan, kuis, dan pemberian reward. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest–posttest dengan 10 soal pilihan ganda. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rerata skor pretest 6.53 meningkat menjadi 7.89 pada posttest (t=14.501; p=0.001; Cohen’s d=1.726). Selama kegiatan, siswa juga menunjukkan perubahan sikap positif, partisipasi aktif, serta kemampuan mengidentifikasi makanan sehat dan tidak sehat. Secara keseluruhan, penyuluhan ini efektif meningkatkan literasi gizi dan pengetahuan siswa. Program serupa direkomendasikan sebagai strategi promotif kesehatan di lingkungan sekolah. Kata kunci: penyuluhan gizi; makanan cepat saji; perilaku makan sehat; sekolah dasar; literasi kesehatan. AbstractThe consumption of snacks high in sugar, salt, and fat among elementary school children remains a problem, particularly in communities where nutrition education is not yet optimal. A preliminary survey at a public elementary school in West Aceh Regency showed that the majority of students consume unhealthy foods, such as packaged fast-food and sugary drinks, which pose a potential risk of health problems. This community service activity aims to increase students’ knowledge regarding the impact of fast-food consumption and to encourage healthy eating behaviors from an early age. The implementation of this program involved 53 third-grade students. The methods used included interactive educational sessions through presentations, videos, banners, leaflets, games, quizzes, and the distribution of rewards. Evaluation was conducted using a pretest–posttest design with 10 multiple-choice questions. The results showed a significant increase in knowledge, with the average pretest score of 6.53 rising to 7.89 on the posttest (t=14.501; p=0.001; Cohen’s d=1.726). During the activity, students also demonstrated positive attitude changes, active participation, and the ability to identify healthy and unhealthy foods. Overall, this educational program was effective in improving students’ nutrition literacy and knowledge. Similar programs are recommended as a health promotion strategy in school settings. Keywords: nutrition education; fast-food; healthy eating habits; elementary school; health literacy.
Analysis of determinants in physical education achievement: Nutritional knowledge and body mass index Deby Tri Mario; Zikri Muthahari; Pramudya Wisnu Priambodo; Iqbal Maulana; Yovhandra Ockta; Idarul Hafni; Rahman Rahman; Iken Rahma Mahesty; Salma Alfina Putri Nada
STAMINA Vol 9 No 2 (2026): Journal of Stamina Issue 2
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jst.v9i2.1347

Abstract

This study aims to analyze the effect of Nutrition Knowledge (NK) and Body Mass Index (BMI) on Physical Education (PE) learning outcomes in elementary school students, both partially and simultaneously. This study used an associative quantitative approach involving 28 third-grade students aged between 8-9 years. NK was measured using a multiple-choice questionnaire, BMI was obtained through anthropometric measurements, while PE learning outcomes were obtained from students' report card scores. The data were analyzed using simple and multiple linear correlation and regression. The results showed that the students' NK was in the adequate category (M=70.107±0.875), BMI was in the normal category (M=-1.626±0.977), and PE learning outcomes were in the adequate category (M=77.679±4.514). Regression analysis showed that NK and BMI had a positive and significant effect on PE learning outcomes, with BMI having a greater effect than NK (partially, R²=0.360; R²=0.472; p=0.001; and simultaneously, R²=0.656; p=0.001). These findings indicate that good NK and normal BMI contribute to improved PE learning outcomes in elementary school students. Further research is recommended using a longitudinal design with a larger sample size and considering relevant behavioral and environmental factors to obtain a more comprehensive understanding of the factors that influence PE learning outcomes.
Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Terpadu Melalui Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan Berbasis Masyarakat Tri Susanti Sirait; Yovhandra Ockta; Safriana Safriana; Idarul Hafni; Yunda Fachrunniza; Azrina Sufi Nasution; Salma Alfina Putri Nada
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/p69t7s14

Abstract

Pelayanan kesehatan berbasis masyarakat merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan melalui pendekatan promotif dan preventif. Namun, masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, imunisasi, keluarga berencana (KB), dan pemantauan pertumbuhan anak menjadi permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan terpadu melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan berbasis masyarakat. Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pendampingan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan terdiri atas edukasi pelayanan pil KB, imunisasi bayi, pengukuran tinggi dan berat badan anak, serta pemeriksaan kesehatan melalui kegiatan Posbindu. Kegiatan ini diikuti oleh 42 peserta yang terdiri atas ibu usia subur, bayi, anak, dan masyarakat umum. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan. Sebanyak 15 ibu mengikuti edukasi pelayanan pil KB, 12 bayi memperoleh pelayanan imunisasi, 15 anak mengikuti pemantauan pertumbuhan, dan 20 masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan Posbindu. Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa 30% peserta memiliki tekanan darah di atas normal, 25% memiliki kadar gula darah di atas normal, serta 20% anak berada pada kategori risiko stunting. Edukasi kesehatan yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin. Kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat dalam mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan masyarakat serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan upaya preventif kesehatan secara berkelanjutan.
Hubungan Pertumbuhan Pribadi, Hubungan Positif dengan Orang Lain, dan Penerimaan Diri dengan Stres Mahasiswa Penyusun Tugas Akhir Universitas Teuku Umar 2024 Maiza Duana; Azrina Sufi Nasution; Idarul Hafni; Safrida Safrida; Muliane Muliane
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pertumbuhan pribadi, hubungan positif dengan orang lain, dan penerimaan diri dengan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Teuku Umar yang sedang menyusun skripsi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 93 mahasiswa sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Psychological Well-Being (PWB) dan skala tingkat stres, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat PWB yang tinggi (57,0%), dengan dimensi pertumbuhan pribadi menjadi aspek yang paling menonjol, sementara hubungan positif dengan orang lain masih merupakan aspek yang perlu ditingkatkan. Sebagian besar mahasiswa mengalami tingkat stres sedang (57,0%), dan hasil analisis hubungan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara PWB dan tingkat stres (p = 0,033), di mana mahasiswa dengan PWB tinggi cenderung mengalami stres ringan hingga sedang. Temuan ini menegaskan bahwa pertumbuhan pribadi, hubungan positif dengan orang lain, dan penerimaan diri berperan sebagai faktor pelindung terhadap stres akademik. Oleh karena itu, penguatan PWB melalui pengembangan diri, peningkatan kualitas interaksi sosial, serta penyediaan dukungan psikologis sangat penting untuk mendorong kesehatan mental dan keberhasilan akademik mahasiswa.