NADIA RIZQI AULIA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Eliminasi Zero Dose Bagi Anggota PCA dan PCNA Purwokerto Selatan Dita Pratiwi Kusuma Wardani; ULI MAS'ULIYAH INDARWATI; ANNISA SHOFIA FAJRO; NADIA RIZQI AULIA; RINA MAULINA; VIRGINIA ULAFA ANNIDA
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dhahmp35

Abstract

Imunisasi dasar pada bayi dan anak-anak sangat penting dilakukan sebagai upaya melindungi kesehatan anak melalui peningkatan imunitas secara aktif terhadap suatu penyakit. Bayi dan anak yang memperoleh imunisasi dasar lengkap akan terlindung dari beberapa penyakit sehingga dapat mencegah terjadinya penularan penyakit. Bayi dikatakan memperoleh imunisasi dasar lengkap jika telah mendapatkan imunisasi BCG sebanyak satu kali, imunisasi hepatitis B sebanyak tiga kali, imunisasi DPT sebanyak tiga kali, imunisasi campak sebanyak satu kali, dan imunisasi polio sebanyak tiga kali. Adanya kejadian ikutan pasca imunisasi dan minimnya pengetahuan orang tua terkait pentingnya imunisasi menyebabkan anak tidak memperoleh imunisasi dasar lengkap sehingga berdampak pada tingginya zero dose. Kasus zero dose di Kecamatan Purwokerto Selatan cenderung tinggi, sehingga peran organisasi keagamaan diharapkan berkontribusi dalam menurunkan tingginya angka zero dose. Edukasi imunisasi ditinjau dari aspek kesehatan dan spiritualitas dilakukan pada anggota Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Purwokerto Selatan. Hasil evaluasi pemberian edukasi diketahui bahwa mayoritas anggota PCA dan PCNA Purwokerto Selatan memiliki pengetahuan baik ditinjau dari aspek kesehatan dan spiritualitas. Peran organisasi keagamaan sangat penting dalam memotivasi para anggotanya untuk meningkatkan kesadaran dalam melakukan imunisasi dasar bagi anak sehingga dapat menurunkan angka zero dose.