Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Eliminasi Zero Dose Bagi Anggota PCA dan PCNA Purwokerto Selatan Dita Pratiwi Kusuma Wardani; ULI MAS'ULIYAH INDARWATI; ANNISA SHOFIA FAJRO; NADIA RIZQI AULIA; RINA MAULINA; VIRGINIA ULAFA ANNIDA
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dhahmp35

Abstract

Imunisasi dasar pada bayi dan anak-anak sangat penting dilakukan sebagai upaya melindungi kesehatan anak melalui peningkatan imunitas secara aktif terhadap suatu penyakit. Bayi dan anak yang memperoleh imunisasi dasar lengkap akan terlindung dari beberapa penyakit sehingga dapat mencegah terjadinya penularan penyakit. Bayi dikatakan memperoleh imunisasi dasar lengkap jika telah mendapatkan imunisasi BCG sebanyak satu kali, imunisasi hepatitis B sebanyak tiga kali, imunisasi DPT sebanyak tiga kali, imunisasi campak sebanyak satu kali, dan imunisasi polio sebanyak tiga kali. Adanya kejadian ikutan pasca imunisasi dan minimnya pengetahuan orang tua terkait pentingnya imunisasi menyebabkan anak tidak memperoleh imunisasi dasar lengkap sehingga berdampak pada tingginya zero dose. Kasus zero dose di Kecamatan Purwokerto Selatan cenderung tinggi, sehingga peran organisasi keagamaan diharapkan berkontribusi dalam menurunkan tingginya angka zero dose. Edukasi imunisasi ditinjau dari aspek kesehatan dan spiritualitas dilakukan pada anggota Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Purwokerto Selatan. Hasil evaluasi pemberian edukasi diketahui bahwa mayoritas anggota PCA dan PCNA Purwokerto Selatan memiliki pengetahuan baik ditinjau dari aspek kesehatan dan spiritualitas. Peran organisasi keagamaan sangat penting dalam memotivasi para anggotanya untuk meningkatkan kesadaran dalam melakukan imunisasi dasar bagi anak sehingga dapat menurunkan angka zero dose. 
Association Between Procalcitonin and Lymphocyte Counts Post-Cupping Therapy in Patients With Diabetes Mellitus Nadia Rizqi Aulia; Dita Pratiwi Kusuma Wardani; Uli Mas’uliyah Indarwati; Arif Mulyanto; Kurnia Ritma Dhanti
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9060

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a long-term metabolic condition that arises when the pancreas fails to produce insulin properly, typically marked by blood glucose readings above the normal threshold of 200 mg/dL. This condition activates an inflammatory response within the body, and procalcitonin is among the biomarkers used to detect such inflammation in DM patients. Beyond this marker, hematological parameters, particularly lymphocyte counts, can also serve as useful indicators. Persistent hyperglycemia experienced by DM patients can give rise to systemic inflammation, which in turn alters both the quantity and function of lymphocytes. Cupping therapy is believed to help improve blood circulation and reduce blood glucose levels in patients with DM. This study aimed to determine the correlation between procalcitonin levels and lymphocyte counts in patients with DM after undergoing cupping therapy. This study employed q quasi-experimental method with a one-group posttest-only design. The study involved 22 patients with type 2 diabetes melitus who underwent wet cupping therapy at Griya Bekam Lebah Emas Banyumas. Procaltionin levels and lymphocyte counts were analyzed using the Spearman Rho correlation test. The result of the Spearman Rho correlation test showed a p-velue of 0.257 and an r-value of 0.253. Based on these results, no significant correlation was found between procalcitonin levels and lymphocyte counts in DM patients post cupping therapy.