Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak terdeteksi serta ditangani sejak dini. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala dan faktor risiko BPH menjadi alasan penting dilaksanakannya kegiatan penyuluhan kesehatan yang melibatkan remaja sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membentuk siswa SMK TI Pembangunan Cimahi sebagai health agent yang mampu mengenali tanda dan gejala awal BPH serta melakukan edukasi dan deteksi dini pada anggota keluarga lanjut usia. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, pemberian materi mengenai BPH, diskusi kelompok, serta kegiatan cerdas cermat sebagai sarana evaluasi pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami pengertian, faktor risiko, gejala, pencegahan, dan pentingnya deteksi dini BPH dengan baik. Antusiasme peserta dalam kegiatan cerdas cermat juga menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan mereka dalam menjawab pertanyaan terkait BPH. Selain itu, peserta menunjukkan kesiapan yang lebih baik untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada keluarga dan mendorong lansia melakukan pemeriksaan apabila ditemukan gejala yang mengarah pada BPH. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan remaja sebagai health agent merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran keluarga terhadap deteksi dini BPH. Dengan demikian, program penyuluhan ini berkontribusi dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok lansia