Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TRANSFORMASI TARI ZAPIN DALAM DANCE CHALLENGE TIKTOK DI ERA POST-REALITAS Ratih Riau Khasanah; Agustina Agustina; Fuji Astuti; Indrayuda Indrayuda; Elida Elida
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media digital telah menghadirkan ruang baru bagi praktik seni pertunjukan, termasuk seni tari tradisional. TikTok sebagai platform berbasis video pendek menjadi medium yang memungkinkan tarian tradisional direpresentasikan ulang dalam format dance challenge yang bersifat visual, cepat, dan viral. Salah satu fenomena yang menonjol adalah transformasi Tari Zapin, tarian tradisional Melayu yang sarat nilai religius, kesantunan, dan spiritualitas, ke dalam bentuk konten digital di TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi Tari Zapin dalam dance challenge TikTok di era post-realitas serta mengkaji perubahan makna dan nilai budaya yang menyertainya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui observasi digital (digital ethnography), wawancara, dan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan pendekatan semiotika dan fenomenologi budaya, menggunakan teori tari, post-realitas Jean Baudrillard, representasi budaya, serta teori transformasi seni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Zapin mengalami pergeseran bentuk dari ekspresi ritual dan sosial menjadi representasi visual yang tunduk pada logika algoritma dan estetika digital. Transformasi ini menyebabkan terjadinya pergeseran makna dan nilai budaya Zapin dari substansi spiritual menuju citra performatif. Namun demikian, Zapin digital juga menunjukkan kemampuan budaya lokal untuk beradaptasi dan bertahan melalui reinterpretasi di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi Tari Zapin di TikTok merupakan wujud negosiasi antara tradisi dan teknologi dalam konteks budaya post-realitas
Adat Istiadat Masyarakat Melayu di Kota Dumai Ratih Riau Khasanah; Agustina Agustina; Agusti Efi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Melayu dikenal sebagai salah satu kelompok etnis di Indonesia yang memiliki sistem adat yang kuat dan masih terjaga hingga saat ini. Adat Melayu memiliki ciri khas yang erat kaitannya dengan ajaran Islam, sebagaimana tercermin dalam prinsip “adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah.” Kota Dumai sebagai salah satu wilayah di Provinsi Riau merupakan daerah yang mayoritas penduduknya berbudaya Melayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji adat istiadat masyarakat melayu di kota Dumai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode ini digunakan untuk menggambarkan dan menjelaskan secara mendalam tentang adat istiadat masyarakat melayu di kota Dumai. Dalam konteks masyarakat Melayu Dumai, adat istiadat memiliki kedudukan yang sangat penting karena menjadi dasar dalam membentuk kepribadian individu maupun struktur sosial masyarakat. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, keberadaan adat istiadat menjadi semakin penting sebagai penyeimbang dalam kehidupan masyarakat. Adat memberikan nilai-nilai yang dapat menjaga keharmonisan sosial, memperkuat solidaritas, serta membentuk karakter individu yang berakhlak baik
Upcycling Limbah Plastik Kresek sebagai Praktik Seni Kriya Berkelanjutan: Eco Bloom dalam Perspektif SDGs Ratih Riau Khasanah; Agusti Efi; Yulia Aryati; Ilham Zamil
Jurnal Bima : Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2026): September: Jurnal Bima: Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/bima.v4i3.3070

Abstract

This study aims to describe the creation of Eco Bloom as a decorative craft made from upcycled plastic bags and to analyze its relation to the Sustainable Development Goals (SDGs). This study uses a descriptive qualitative approach. The data were obtained from Eco Bloom artworks, the Eco Bloom book, visual documentation, and literature related to upcycling, sustainable craft, and sustainable development. The analysis focuses on the process of transforming plastic bag waste, the visual characteristics of the artworks, floral representation, artistic value, and their relation to the SDGs. The results show that plastic bag waste can be transformed into decorative craft artworks through various techniques and visual processes. The artworks represent different flowers and ornamental plants through the use of form, color, texture, and composition. The transformation of the material also creates new artistic value and changes the way waste materials can be viewed and used. In relation to the SDGs, Eco Bloom is mainly related to SDG 12 through the reuse of materials, SDG 4 through skill development and learning, and SDG 9 through the development of techniques and material use. SDG 8 and SDG 11 have potential connections but need further research. Eco Bloom shows that sustainable craft can be developed through the creative use of waste materials while maintaining artistic value.