Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUKUM DAN KEBIJAKAN PUBLIKAnalisis OTT KPK terhadap Wamenaker Immanuel Ebenezer: Perspektif Pemerasan dan Penegakan Hukum Anti-Korupsi di Indonesia Jonner Marulitua Butarbutar; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pejabat publik selalu menjadi sorotan tajam dalam diskursus hukum dan kebijakan publik di Indonesia. Isu dugaan OTT terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer, sebagaimana berkembang dalam ruang publik dan pemberitaan media, memunculkan perdebatan serius mengenai batas kewenangan pejabat negara, konstruksi tindak pidana pemerasan, serta konsistensi penegakan hukum anti-korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis dan kebijakan publik mengenai dugaan OTT tersebut dari perspektif hukum pidana korupsi, khususnya terkait unsur pemerasan dalam jabatan dan implikasinya terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kebijakan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OTT KPK, sebagai instrumen penegakan hukum luar biasa, harus tetap dijalankan berdasarkan prinsip due process of law, asas praduga tak bersalah, serta akuntabilitas kelembagaan untuk menjaga legitimasi pemberantasan korupsi di Indonesia.
Peran Kedokteran Forensik dalam Mengungkap Perilaku Pelaku Kejahatan Pembunuhan “Tinjauan Kriminologis” Alpiah Handayani Kembaren; Jonner Marulitua Butarbutar; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejahatan pembunuhan merupakan salah satu bentuk kejahatan serius yang tidak hanya menimbulkan kerugian terhadap korban dan keluarga korban, tetapi juga menjadi persoalan dalam penegakan hukum dan kajian kriminologi. Dalam mengungkap suatu tindak pidana pembunuhan, kedokteran forensik memiliki peran penting dalam  memberikan informasi ilmiah mengenai sebab, mekanisme, dan waktu kematian serta karakteristik luka yang dialami korban. Temuan ledokteran forensik tersebut dapat menjadi bagian dari informasi objektif yang membantu aparat penegak hukum dalam merekontruksi peristiwa pidana dan mengungkap pola kejahatan yang dilakukan oleh pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kedokteran forensik dalam mengungkap perilaku pelaku kejahatan pembunuhan ditinjau dari perspektif kriminologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedokteran forensik berperan dalam menyedoakan data ilmiah yang dapat membantu mengungkap pola kekerasan, modus operandi, dan karakteristik tindakan pelaku dalam melakukan kejahatan pembunuhan. Namun, temuan forensik tidak dapat secara langsung menentukan motif maupun kepribadian pelaku, melainkan menjadi salah satu sumber informasi yang dapat dianalisis lebih lanjut melalui perspektif kriminologi. Dengan demikian, keterpaduan antara kedokteran forensik dan kriminologi dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pola kejahatan dan perilaku pelaku serta mendukung proses pengungkapan tindak pidana pembunuhan dan penegakan hukum.