Dwinanda Marsya Tealova
Universitas Pamulang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Krisis dan Prosedur Pelaporan: Langkah Tanggap bagi Korban Penipuan Digital untuk Meminimalkan Kerugian Dwinanda Marsya Tealova; Ceyzha Putri Tarita; Destia Riyanti; Jamaludin Jamaludin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang begitu pesat telah membawa dampak ganda bagi masyarakat. Di satu sisi memudahkan aktivitas sehari-hari, namun di sisi lain membuka celah bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan aksi penipuan digital yang semakin canggih dan sulit dideteksi. Ibu-ibu anggota Majelis Ta'lim Auladina di Jl. Masjid Daruttaqwa, Gg. Perin, Depok merupakan salah satu kelompok masyarakat yang rentan terhadap ancaman ini. Meski sudah terbiasa menggunakan layanan keuangan digital dalam keseharian mereka, sebagian besar belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang cara mengenali modus penipuan digital berbasis AI, mengambil langkah tanggap darurat yang tepat, maupun prosedur pelaporan resmi kepada pihak berwenang. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan penyuluhan dan pelatihan praktis kepada ibu-ibu Majelis Ta'lim Auladina terkait manajemen krisis dan prosedur pelaporan bagi korban penipuan digital. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, simulasi kasus nyata, serta sesi tanya jawab yang komunikatif dan mudah dipahami. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap berbagai modus penipuan digital berbasis AI, kesiapan dalam mengambil tindakan darurat ketika menghadapi indikasi penipuan, serta pemahaman tentang jalur pelaporan resmi yang dapat diakses. Dengan meningkatnya literasi keuangan digital para peserta, diharapkan stabilitas ekonomi keluarga dapat lebih terlindungi dari ancaman kejahatan siber yang semakin marak