p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Imbaya
Rita Kumala Sari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS WACANA KRITIS MENYOAL KEPEMIMPINAN MUSLIM PADA MEDIA BULETIN DAKWAH KAFFAH TEORI TEUN A.VAN DIJK Hasnawati; Rita Kumala Sari; Siti Fathonah
Jurnal Imbaya Vol. 6 No. 2 (2024): IMBAYA
Publisher : Pendidikan Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui struktur teks, kognisi sosial dan konteks sosial menyoal kepemimpinan muslim edisi 327 dan 329 pada media Buletin Dakwah Kaffah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data primer yakni dari dalam teks itu sendiri dan diperoleh dari informan. Penelitian ini meliputi uraian struktur makro yang mengungkap tema atau topik wacana yakni terciptanya pemimpin yang wajib ditaati ketika menggunakan aqidah islamiah, superstruktur mengungkap skema atau alur dari wacana yakni ide pokok secara umum dan gambaran dari wacana yang disampaikan tentang kepemimpinan muslim, struktur mikro mengungkap elemen-elemen teks wacana yang mengupas secara detail gagasan dalam wacana, kognisi sosial mengungkap ideologi redaktur dan konteks sosial mengungkap pandangan masyarakat dari kalangan yang berbeda-beda berdasarkan karakteristik informan yang digunakan. Sumber data penelitian berupa media buletin dakwah kaffah edisi 327 dan 329. Penelitian ini menggunakan teknik SLC (simak libat cakap) dengan bantuan PUP (pilah unsur penentu) melalui metode pilah unsur penentu yang terbagi atasi metode agih untuk menentukan struktur yang ada dalam wacana dan metode padan untuk menemukan kognisi sosial dan konteks sosial. yakni dengan proses; menyimak, menandai, mencatat dan wawancara sesuai data yang di butuhkan. Adapun hasil penelitian yang dicapai sejumlah 54 data yang terdiri dari struktur teks, kognisi sosial dan konteks sosial dari teks wacana dan informan. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa struktur teks wacana merupakan gagasan yang dibangun oleh jurnalis menyampaikan idenya berdasarkan latar belakang jurnalis menggunakan kaca mata Islam sementara masyarakat memiliki representasi berbeda terhadap pemimpin dalam ranah yang luas dan menganggap bahwa ideologi jurnalis tidak dapat di terapkan begitu saja.
PRONOMINA PERSONA SEBAGAI PENANDA SIKAP DALAM PRAKTEK KEBAHASAAN DI AKUN SOSIAL MEDIA INTENS INVESTIGASI Nurul Hasana; Siti Fathonah; Rita Kumala Sari
Jurnal Imbaya Vol. 8 No. 1 (2026): IMBAYA
Publisher : Pendidikan Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35344/84qpxd70

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan pronomina persona sebagai penanda sikap dalam komentar TikTok pada akun Intens Investigasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan pronomina persona yang digunakan netizen untuk mengekspresikan sikap terhadap isu yang dibahas di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa 30 komentar TikTok yang mengandung pronomina persona pertama, kedua, dan ketiga, yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan simak-catat. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 39 penggunaan pronomina persona yang terdiri atas pronomina persona pertama (46,15%), pronomina persona ketiga (30,77%), dan pronomina persona kedua (23,08%). Pronomina persona pertama dominan digunakan untuk mengungkapkan pengalaman pribadi dan empati, pronomina persona kedua untuk menyampaikan dukungan dan kritik, sedangkan pronomina persona ketiga digunakan untuk menyampaikan penilaian dan pengamatan terhadap pihak lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pronomina persona tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk referen gramatikal, tetapi juga sebagai penanda sikap dalam komunikasi digital