Penelitian ini bertujuan mengkaji representasi wacana moderasi beragama dalam buku teks Bahasa Indonesia untuk SMA kelas X, dengan menempatkan buku teks sebagai medium strategis pembentukan karakter dan sikap kebangsaan peserta didik. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana nilai-nilai moderasi beragama dikonstruksi dan disebarkan melalui wacana kebahasaan dan visual dalam konteks pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Analisis dilakukan melalui tiga dimensi, yaitu analisis teks, praktik wacana, dan praktik sosial, terhadap data berupa narasi, dialog, infografik, dan aktivitas pembelajaran dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas X. Data dikumpulkan secara dokumentatif dan dianalisis secara deskriptif-interpretatif untuk mengungkap makna implisit, ideologi, serta relasi kuasa yang bekerja dalam wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks secara konsisten menyampaikan pesan moderasi beragama melalui empat aspek utama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan sikap akomodatif terhadap kebudayaan lokal. Komitmen kebangsaan direpresentasikan melalui kepedulian lingkungan, kesadaran hukum, dan etika berpendapat. Aspek toleransi dibangun melalui dorongan berpikir kritis, empati, penghargaan terhadap perbedaan, serta etika komunikasi di ruang digital. Nilai anti kekerasan ditampilkan melalui kritik sosial yang rasional, santun, dan non-konfrontatif, sementara akomodasi terhadap budaya lokal diwujudkan melalui pengakuan realitas sosial masyarakat dan kearifan lokal sebagai sumber nilai pendidikan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa buku teks Bahasa Indonesia berperan sebagai instrumen ideologis yang efektif dalam menanamkan nilai moderasi beragama, serta berimplikasi pada penguatan pendidikan karakter dan kohesi sosial di masyarakat plural.