Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mitochondrial 16S rRNA Characterization of Heterotrigona itama Colonies from Central Lampung, Indonesia Priyambodo Priyambodo; Aditya Fahrezi; Elly Lestari Rustiati; Enny Saswiyanti; Eko Agus Srihanto; Aulia Imtitsal; Dian Neli Pratiwi; Nindy Permatasari
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2026.151.1301-1307

Abstract

Stingless bees play important ecological and economic roles in tropical ecosystems, yet molecular baseline data for many regions in Sumatra remain limited. This study aimed to characterize mitochondrial genetic variation of Heterotrigona itama colonies from Punggur Subdistrict, Central Lampung, Indonesia, using partial 16S rRNA sequences. Three managed colonies were analyzed through PCR amplification and Sanger sequencing, followed by sequence alignment, BLAST comparison, genetic distance estimation using the Kimura-2-Parameter model, and phylogenetic reconstruction. All samples produced consistent amplicons of approximately 500 bp and showed complete nucleotide identity, indicating a single mitochondrial haplotype among the analyzed colonies. BLAST results revealed high similarity (96.91–98.38%) with reference sequences of H. itama. Genetic distance analysis showed zero divergence among the sampled colonies and low divergence (0.0069–0.0182) relative to other H. itama sequences, while higher divergence was observed with related taxa. Phylogenetic analysis placed all samples within a well-supported H. itama clade. These findings indicate mitochondrial uniformity among the sampled colonies and provide a preliminary genetic baseline for H. itama in Central Lampung. However, broader conclusions on population structure require further studies with larger sample sizes and additional molecular markers.
Edukasi Bank Sampah Sebagai Implementasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Di Dusun Pal Putih Dian Neli Pratiwi; Irhamni Irhamni; Nabila Putriyandri Alifa; Sela Diyah Maulani; Olyvia Salsabila; Dina Selvia Sinambela; Irvina Prameswary; Pasha Apriyanti Manalu; Muhammad Zhafir Estungkara; Andre Ananda Fajri
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/c58eyt39

Abstract

Sampah rumah tangga masih menjadi tantangan utama dalam upaya meningkatkan kesehatan lingkungan, khususnya di Provinsi Lampung. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui integrasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan konsep bank sampah di Dusun Pal Putih-1, Desa Karanganyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan dilaksanakan di rumah Kepala Dusun dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, anggota Karang Taruna, serta aparatur desa. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan dan diskusi interaktif mengenai pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), praktik pemilahan sampah, edukasi mengenai bank sampah, serta evaluasi kegiatan melalui pemberian pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta mengalami peningkatan sebesar 10–20 poin setelah mengikuti program edukasi, yang mengindikasikan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pengelolaan sampah, PHBS, dan kesehatan lingkungan. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah, yang ditandai dengan mulai diterapkannya pemilahan sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3), berkurangnya kebiasaan membakar sampah, serta munculnya inisiatif pembentukan bank sampah Dusun Pal Putih-1 yang dikelola oleh Karang Taruna. Program ini memberikan dampak positif dalam memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih, sehat, dan memiliki nilai ekonomi. Oleh karena itu, sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah melalui program bank sampah dapat menjadi strategi yang memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mendukung penerapan PHBS serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan