Tingginya intensitas penggunaan media sosial oleh generasi Z tidak selalu diiringi dengan meningkatnya kesadaran terhadap informasi ataupun isu politik. Sebagian besar generasi z di indonesia cenderung lebih tertarik pada konten hiburan dibandingkan dengan hard news, termasuk isu politik. Munculnya konten stand-up comedy bertema politik di media sosial hadir sebagai alternatif penyampaian isu politik maupun informasi politik yang santai namun kritis, serta berpontensi membentuk pemahaman dan opini politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konten stand-up comedy bertema politik di media sosial terhadap perilaku politik mahasiswa PPkn FIS UNP sebagai bagian dari generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner secara daring. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana dan uji Hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara konten stand-up comedy bertema politik di media sosial terhadap perilaku politik mahasiswa PPKn FIS UNP. Hal ini dibuktikan melalui uji signifikansi dengan nilai Sig. Hasil sig sebesar 0.001yang lebih kecil dari α = 0.05 (0.001 < 0.05). Dengan demikian, konten stand-up comedy bertema politik di media sosial terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku politik. Berdasarkan tiga aspek perilaku politik kognitif, afektif dan konatif, konatif pada penelitian ini didapatkan perilaku politik kognitif menunjukkan bahwa sebanyak 40 responden (75%) mengakui bahwa setelah menonton konten stand-up comedy bertema politik, mereka memperoleh pemahaman baru mengenai berbagai informasi dan isu politik yang disampaikan. Pada aspek afektif atau sikap, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 33 responden (62,3%) berada pada kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konten stand-up comedy bertema politik di media sosial mampu memengaruhi sikap politik mahasiswa. Pada aspek konatif atau tindakan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori tinggi mendominasi dengan jumlah 25 responden (47%), diikuti oleh kategori sedang sebanyak 22 responden (42%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa konten stand-up comedy bertema politik di media sosial tidak hanya memengaruhi aspek pengetahuan dan sikap mahasiswa, tetapi juga mendorong munculnya tindakan yang berkaitan dengan perilaku politik.