Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran Al-Ghazali tentang mutu pendidikan dalam konteks era modern di lingkungan perguruan tinggi Islam. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kecenderungan sistem penjaminan mutu pendidikan modern yang lebih menitikberatkan pada aspek administratif dan kuantitatif, sehingga mengabaikan dimensi moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap karya-karya Al-Ghazali serta literatur terkait penjaminan mutu pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep mutu pendidikan menurut Al-Ghazali bersifat holistik, yaitu mencakup aspek intelektual, moral, dan spiritual. Mutu pendidikan tidak hanya diukur dari penguasaan ilmu, tetapi juga dari kemampuan mengamalkan ilmu, keikhlasan, serta pembentukan akhlak yang mulia. Dalam konteks perguruan tinggi Islam, konsep ini relevan untuk diimplementasikan melalui penguatan peran dosen sebagai teladan, integrasi antara ilmu dan amal, serta pembinaan karakter mahasiswa. Namun demikian, penerapan konsep tersebut menghadapi berbagai tantangan, seperti dominasi paradigma kuantitatif, sekularisasi ilmu, orientasi materialistik, serta kesulitan dalam mengukur aspek spiritual. Oleh karena itu, diperlukan upaya rekonstruksi sistem penjaminan mutu pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada standar formal, tetapi juga berbasis nilai-nilai keislaman. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem pendidikan yang lebih seimbang, integratif, dan bermakna.