Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Design of an Ecotheology-Based Christian Religious Education Curriculum: Integrating Environmental Stewardship Values into a Love-Based Curriculum Febrilianti Febrilianti; Misye Waliana; Eurene M Lefta; Willy Thenu; Agusthina Siahaya
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 4 (2026): August
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i4.1732

Abstract

The global ecological crisis, reflected in deforestation, pollution, climate change, and environmental degradation, is driven not only by technological and economic factors but also by an anthropocentric worldview that regards nature merely as an object for human exploitation. This study aims to formulate a Christian Religious Education curriculum design based on ecotheology within the framework of the Love-Based Curriculum. A descriptive-analytical literature review method was employed by integrating biblical-theological foundations, educational theories, and findings from previous studies relevant to ecological education and faith formation. The analysis demonstrates that ecotheology challenges anthropocentric interpretations of Scripture and reaffirms humanity’s vocation as faithful stewards entrusted with God’s creation. At the same time, the Love-Based Curriculum broadens the understanding of Christian love by emphasizing responsibility not only toward God and fellow human beings but also toward the natural environment. The integration of these two perspectives produces a holistic curriculum that nurtures ecological faith through the development of theological understanding, environmental awareness, compassionate attitudes, and practical actions for environmental conservation. Consequently, environmental stewardship is understood as an expression of obedience to God, responsible discipleship, and tangible love for others. This curriculum model is expected to strengthen Christian education by fostering learners who demonstrate both spiritual maturity and ecological responsibility in responding to contemporary environmental challenges.
Hoaks sebagai Distorsi Kebenaran : Pembacaan Biblikal Kejadian 3:1 di Era Digital Febrilianti Febrilianti; Nofita Dino; Andarias Momot; Febby Patty
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 8 (2025): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i8.3906

Abstract

Artikel ini menafsirkan Kejadian 3:1 sebagai pola awal distorsi kebenaran untuk membaca fenomena hoaks di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi biblikal-kontekstual. Data utama berupa Kejadian 2:16–17 dan 3:1–5 dianalisis melalui pendekatan naratif-retoris, kemudian didialogkan dengan kajian misinformasi, agama digital, dan literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ular tidak diawali dengan penyangkalan langsung, melainkan melalui pembingkaian ulang firman Allah lewat pertanyaan yang memanipulasi makna, sehingga larangan terhadap satu pohon diperluas seolah-olah berlaku bagi seluruh pohon dalam taman. Temuan ini menegaskan bahwa distorsi kebenaran sering bekerja secara halus melalui perubahan konteks dan penekanan makna. Kebaruan artikel ini terletak pada pembacaan Kejadian 3:1 sebagai model awal distorsi kebenaran yang menghubungkan eksegesis Alkitab dengan etika komunikasi dan pedagogi iman di era digital. Implikasinya, gereja dan Pendidikan Agama Kristen perlu mengembangkan literasi kebenaran yang mencakup verifikasi sumber, ketelitian hermeneutik, etika bermedia, serta tanggung jawab komunal dalam menghadapi arus informasi digital.
Representasi Sains dan Rekonstruksi Peradaban dalam Anime Dr. Stone: Analisis Hermeneutika Friedrich Schleiermacher Febrilianti Febrilianti; Elka Anakotta
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 9 (2025): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i9.4274

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi sains dan rekonstruksi peradaban dalam anime Dr. Stone melalui hermeneutika Friedrich Schleiermacher serta menelaah relevansinya bagi Pendidikan Agama Kristen. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif kepustakaan melalui pembacaan Dr. Stone Season 1 sebagai sumber primer dan artikel ilmiah terkait sebagai sumber sekunder. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan interpretasi gramatikal, interpretasi psikologis, dan lingkar hermeneutik untuk membaca anime sebagai teks budaya audiovisual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sains dalam Dr. Stone tidak hanya berfungsi sebagai pengetahuan teknis, tetapi juga sebagai dasar simbolik dan praktis bagi pembentukan kembali kehidupan bersama. Pada tataran gramatikal, makna dibangun melalui dialog, istilah ilmiah, dan struktur naratif, sedangkan pada tataran psikologis ia tamPendidikan Agama Kristen sebagai harapan, tanggung jawab, kerja sama, dan orientasi masa depan. Pembacaan ini juga memperlihatkan bahwa hasil interpretasi hermeneutik dapat diterjemahkan ke ranah pedagogis secara lebih konkret. Secara teologis, anime ini membuka ruang refleksi Pendidikan Agama Kristen tentang sains sebagai tanggung jawab iman dalam mandat budaya, hikmat, dan pemeliharaan Allah.