Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hoaks sebagai Distorsi Kebenaran : Pembacaan Biblikal Kejadian 3:1 di Era Digital Febrilianti Febrilianti; Nofita Dino; Andarias Momot; Febby Patty
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 8 (2025): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i8.3906

Abstract

Artikel ini menafsirkan Kejadian 3:1 sebagai pola awal distorsi kebenaran untuk membaca fenomena hoaks di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi biblikal-kontekstual. Data utama berupa Kejadian 2:16–17 dan 3:1–5 dianalisis melalui pendekatan naratif-retoris, kemudian didialogkan dengan kajian misinformasi, agama digital, dan literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ular tidak diawali dengan penyangkalan langsung, melainkan melalui pembingkaian ulang firman Allah lewat pertanyaan yang memanipulasi makna, sehingga larangan terhadap satu pohon diperluas seolah-olah berlaku bagi seluruh pohon dalam taman. Temuan ini menegaskan bahwa distorsi kebenaran sering bekerja secara halus melalui perubahan konteks dan penekanan makna. Kebaruan artikel ini terletak pada pembacaan Kejadian 3:1 sebagai model awal distorsi kebenaran yang menghubungkan eksegesis Alkitab dengan etika komunikasi dan pedagogi iman di era digital. Implikasinya, gereja dan Pendidikan Agama Kristen perlu mengembangkan literasi kebenaran yang mencakup verifikasi sumber, ketelitian hermeneutik, etika bermedia, serta tanggung jawab komunal dalam menghadapi arus informasi digital.
STRATEGI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MELALUI KEBERAGAMAN USIA ANAK SEKOLAH MINGGU JEMAAT REHOBOT MALANU SORONG Meldy Berhitu; Felani Soplanit; Susana Rarsina; Gricebeth Sopamena; Frangklin Pormes; Andarias Momot; Anna Lilipory; Meike Nenete; Novembry Patty; Claudia Sahertian; Demisius Momot; Samel Sopakua
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62396

Abstract

Pembelajaran Sekolah Minggu di Jemaat Rehobot Malanu Sorong menghadapi permasalahan keberagaman usia anak, keterbatasan tenaga pengajar, serta belum optimalnya penerapan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Kondisi tersebut menyebabkan penyampaian Firman Tuhan kurang mampu mengakomodasi perbedaan kemampuan, pengalaman, dan kebutuhan belajar anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan strategi pembelajaran kontekstual yang dapat mengakomodasi keberagaman usia anak Sekolah Minggu. Metode pelaksanaan meliputi survei awal melalui Zoom, persiapan, pelaksanaan kegiatan, praktik mengajar secara langsung berdasarkan jenjang usia, evaluasi, dan pelaporan. Kegiatan dilaksanakan pada 2 Agustus 2026 di Gereja Kristen Oikumene Jemaat Rehobot Malanu Sorong dengan melibatkan pengasuh, orang tua, majelis jemaat, pemuda, dan anak-anak Sekolah Minggu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengelompokan anak berdasarkan jenjang usia dan penerapan aktivitas kontekstual melalui cerita, permainan, bermain peran, menggambar, diskusi, refleksi, serta kegiatan Pohon Harapan dapat meningkatkan keterlibatan anak dan membantu mereka menghubungkan Firman Tuhan dengan pengalaman kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktis bagi pengasuh dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik usia anak. Dengan demikian, strategi pembelajaran kontekstual dapat menjadi pendekatan yang relevan untuk menciptakan pembelajaran Sekolah Minggu yang inklusif, partisipatif, dan bermakna di tengah keberagaman usia.