Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun Safety Culture Di Lingkungan Kampus Melalui Sosialisasi K3L Universitas Yapis Papua Irianto; Didik S. S. Mabui; Franky E.P. Lapian; A. Adhipuspa Pranata; Riefaella Barends
Jurnal PAKEM AMATA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Amamapare Timika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/ngr6xj41

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya penerapan Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Lingkungan (K3L) dalam membangun safety culture di lingkungan Universitas Yapis Papua. Lingkungan perguruan tinggi memiliki berbagai aktivitas akademik dan nonakademik yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan dan kesehatan apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi melalui kegiatan sosialisasi K3L sebagai langkah preventif dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan sehat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap persiapan, penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi penggunaan alat pelindung diri (APD), serta evaluasi kegiatan. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar K3L, identifikasi potensi bahaya di lingkungan kampus, prosedur keselamatan kerja, dan langkah pencegahan kecelakaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Sosialisasi ini mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya penerapan K3L serta membangun kesadaran bersama terhadap budaya keselamatan di lingkungan kampus. Peserta mulai memahami bahwa keselamatan kerja tidak hanya diterapkan di sektor industri, tetapi juga penting dalam aktivitas akademik sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya keselamatan (safety culture) yang berkelanjutan di Universitas Yapis Papua guna mendukung terciptanya lingkungan kampus yang aman, nyaman, sehat, dan produktif.
TRANSFORMASI PERUMAHAN KOLONIAL DI WILAYAH DOK IX ATAS, HOLANDIA-JAYAPURA Riefaella Barends; Yashinta Irma Pratami Hematang
Tesa Arsitektur Vol 23, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v23i2.14333

Abstract

Penataan Kota Holandia di masa pemerintahan Sekutu menyisakan rumah-rumah tua kolonial yang masih ada hingga saat ini khususnya pada perumahan di Dok IX Atas, Jayapura serta masih difungsikan sebagai rumah tinggal. Namun seiring berjalannya waktu terdapat transformasi dalam periode tertentu yang dilakukan pemilik bangunan dengan menambahkan ruang kegiatan dan menambahkan material bangunan. Dengan adanya penelitian ini, transformasi yang telah dilakukan pada rumah kolonial, penyebab transformasi serta potensi pelestarian dapat diketahui dan deskripsikan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian penggabungan kualitatif deskriptif dan metode historis periodisasi. Kualitatif dengan survey data primer, observasi lapangan, serta wawancara, sedangkan deskriptif periodikal dengan melihat perubahan pada massa bangunan menggunakan peta 2004 sebagai awal dengan fokus penelitian pada rentang waktu tahun 2014 sampai tahun 2024. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa yang tetap bertahan dari perubahan massa bangunan rumah adalah konfigurasi tata ruang sedangkan yang berubah adalah bentuk fisik bangunan, perubahan ini dipicu oleh faktor ekonomi, perkembangan zaman serta interaksi sosial.