Fauziah Zahra Ash Shidiq
Universitas Sali Al-Aitaam

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Penggunaan Pupuk Organik Hayati Padat Pembenah Tanah Terhadap Hasil Panen Tanaman Kemangi (Ocimum basilicum L.) di Tanjungsari Kabupaten Sumedang: The Application of Solid Bio-Organic Fertilizer as a Soil Conditioner on the Yield of Basil (Ocimum basilicum L.) in Tanjungsari, Sumedang Regency Dewi Nurma Yanti Ningtyas; Sheli Mustikasari Dewi; Fahri Rijal Giffari; Fauziah Zahra Ash Shidiq; Adhi Irianto Mastur
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 1 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v14i1.8168

Abstract

Tanaman kemangi (Ocimum basilicum L.) memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai sayuran segar yang banyak dikonsumsi. Di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, budidaya kemangi menghadapi hambatan berupa penurunan kualitas tanah dan rendahnya efisiensi pemupukan, sehingga hasil panen tidak optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pupuk organik hayati (POH) padat sebagai pembenah tanah terhadap pertumbuhan dan bobot panen kemangi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan: kontrol (A), 100% POH (B), POH + 25% dosis rekomendasi anorganik (C), POH + 50% dosis rekomendasi anorganik (D), POH + 100% dosis rekomendasi anorganik (E), dan 100% pupuk anorganik (F),masing-masing diulang empat kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman dan bobot panen. Hasil menunjukkan kombinasi POH dengan 50% pupuk anorganik memberikan pertumbuhan optimal (tinggi 30,41 cm; bobot 27,32 g), lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain dan kontrol. Efektivitas ini terkait kontribusi mikroorganisme POH dalam meningkatkan ketersediaan hara, fiksasi nitrogen, pelarutan fosfat, stimulasi fitohormon, serta perbaikan struktur tanah. Studi menyimpulkan penggunaan POH padat dengan 50% pupuk anorganik dapat meningkatkan hasil kemangi, efisiensi pemupukan, dan mendukung pertanian berkelanjutan. Basil (Ocimum basilicum L.) is an economically valuable crop widely consumed as a fresh vegetable. In Tanjungsari, Sumedang Regency, basil cultivation faces challenges including declining soil quality and low fertilizer use efficiency, resulting in suboptimal yields. This study aimed to evaluate the effect of solid Bio-Organic Fertilizer (BOF) as a soil conditioner on the growth and yield of basil. The experiment was conducted using a Randomized Complete Block Design (RCBD) with six treatments: control (A), 100% BOF (B), BOF + 25% recommended inorganic fertilizer (C), BOF + 50% recommended inorganic fertilizer (D), BOF + 75% recommended inorganic fertilizer (E), and 100% inorganic fertilizer (F), each replicated four times. Observed parameters included plant height and fresh weight. Results indicated that the combination of BOF with 50% inorganic fertilizer produced the highest growth and yield (30.41 cm height; 27.32 g fresh weight), outperforming other treatments and the control. This effectiveness is attributed to the contribution of BOF microorganisms in enhancing nutrient availability, nitrogen fixation, phosphate solubilization, phytohormone stimulation, and soil structure improvement. The study concludes that applying solid BOF with 50% inorganic fertilizer can increase basil yield, improve fertilizer use efficiency, and support sustainable agriculture.
IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN SERANGGA MENGGUNAKAN DUA JENIS PERANGKAP DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS SALI AL-AITAAM KABUPATEN BANDUNG Istia Siti Amalia; Fauziah Zahra Ash Shidiq; Rafa Nuzul Qalam; Salma Salsabilla
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 7 No. 2 (2025): AGRO TATANEN Edisi Juli 2025 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/gp0s3407

Abstract

Serangga adalah salah satu organisme dengan tingkat keanekaragaman spesies tertinggi di dunia. Kampus Universitas Sali Al-Aitaam berada di Desa Cipagalo Kabupaten Bandung yang dikelilingi oleh berbagai tipe ekosistem, seperti persawahan, ladang, kebun, dan permukiman. Area di Desa Cipagalo banyak mengalami perubahan penggunaan lahan dari pertanian menjadi permukiman. Adanya perubahan fungsi lahan ini menciptakan kondisi ekosistem yang majemuk sekaligus dinamis yang dapat memengaruhi keragaman spesies serangga yang hidup di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan dengan pengumpulan data serangga secara langsung untuk mengetahui keragaman populasi serangga menggunakan perangkap likat kuning dan perangkap atraktan berbasis feromon seks. Pengamatan terhadap efektivitas perangkap dilakukan selama 96 jam setelah pemasangan. Serangga yang tertangkap kemudian diidentifikasi hingga tingkat spesies. Berdasarkan hasil pengamatan, jumlah spesies serangga pada perangkap likat kuning lebih beragam dibandingkan dengan perangkap atraktan. Perangkap likat kuning memerangkap 13 spesies serangga yang terdiri atas 8 spesies hama, 2 spesies predator, 1 spesies pollinator, dan 2 spesies pengurai. Perangkap atraktan hanya memerangkap 4 spesies hama. Berdasarkan Indeks Kekayaan Jenis Margalef (R1), perangkap likat kuning menunjukkan nilai 1,6 dan perangkap atraktan menunjukkan nilai 0,5. Artinya, kekayaan spesies termasuk ke dalam kategori rendah. Berdasarkan Indeks Kesamaan Jenis Jaccard (Cj) menunjukkan nilai 0,308 yang berarti tingkat kesamaan spesies serangga pada kedua perangkap relatif rendah. Hasil pengamatan pada kedua   perangkap menunjukkan lingkungan Kampus Universitas Sali Al-Aitaam memiliki struktur habitat yang kompleks dan mendukung keragaman fungsi serangga.