Sabrina Sarda Nasution
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pengetahuan Pajak, Kesadaran Pajak, Sanksi Pajak Dan Modernisasi Sistem Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak UMKM di Kota Kisaran Sabrina Sarda Nasution; Laylan Syafina; Budi Harianto
Jurnal Investasi Islam Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Investasi Islam (JII)
Publisher : FEBI IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jii.v11i2.15786

Abstract

Peningkatan kepatuhan pajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi tantangan dalam sistem perpajakan Indonesia meskipun pemerintah terus melakukan reformasi administrasi dan digitalisasi layanan perpajakan. Berbagai penelitian sebelumnya juga menunjukkan hasil yang belum konsisten mengenai pengaruh pengetahuan pajak, kesadaran pajak, sanksi pajak, dan modernisasi sistem terhadap kepatuhan wajib pajak, sehingga diperlukan pengujian empiris pada konteks daerah yang berbeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengetahuan pajak, kesadaran pajak, sanksi pajak, dan modernisasi sistem terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM di Kota Kisaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 80 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 31 setelah memenuhi uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran pajak dan sanksi pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM. Sebaliknya, pengetahuan pajak dan modernisasi sistem tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Secara simultan, keempat variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dengan kemampuan model menjelaskan variasi kepatuhan sebesar 33,7%. Temuan ini memperkuat penerapan Theory of Planned Behavior dengan menunjukkan bahwa kesadaran perilaku dan persepsi terhadap penegakan sanksi memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan pengetahuan perpajakan maupun ketersediaan sistem digital dalam membentuk kepatuhan pajak pelaku UMKM. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi otoritas perpajakan dalam merancang strategi edukasi dan peningkatan kepatuhan wajib pajak yang lebih efektif.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Di Desa Sempajaya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo Yenni Samri Juliati Nasution; Azlina Azmi Siahaan; Delyana; Sabrina Sarda Nasution; Sony Rauda
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i2.14608

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan, kemandirian, dan potensi individu maupun kelompok dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu bentuk pemberdayaan adalah melalui pelatihan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha, salah satunya pembuatan sabun cuci piring. Kegiatan ini dilakukan di Dusun I dan Dusun II, Desa Sempajaya, dengan sasaran ibu rumah tangga, menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang menekankan partisipasi aktif masyarakat. Pelatihan mencakup penyampaian materi tentang jenis, kandungan, dan manfaat sabun, serta praktik langsung pembuatan sabun cuci piring menggunakan bahan-bahan sederhana dan mudah diperoleh. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta berhasil mengikuti pelatihan, menguasai teknik pembuatan sabun dengan baik, dan memahami materi yang disampaikan. Kegiatan ini memberikan manfaat ganda, yaitu meningkatkan keterampilan praktis, membuka peluang usaha rumahan, menghemat biaya rumah tangga, serta mendorong kemandirian ekonomi. Bagi anggota KKN, pelatihan ini memberikan pengalaman pemberdayaan masyarakat, pemahaman konsep ekonomi kerakyatan, dan pengembangan kemampuan manajerial, komunikasi, serta kewirausahaan. Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat dan tim pelaksana serta menjadi langkah awal dalam pengembangan usaha kecil berbasis keterampilan lokal.