Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sistem Monitoring Kualitas Air Terintegrasi IoT (SIMKAT) untuk Meningkatkan Budidaya Ikan Air Tawar Mawardi; Rafiqah Humaira; Maharani Putri; Panangian Mahadi Sihombing
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok Tani Pondok Miri Asri Desa Sei Semayang melakukan budidaya ikan lele, ikan nila, ikan gurami, dan ikan patin. Desa Sei Semayang memiliki potensi untuk aktivitas pertanian maupun budidaya ikan air tawar karena memiliki suhu udara rata-rata di antara 26,9°C–29,9°C dan kelembapan udara rata-rata di antara 73,6%–83,8%. Namun, kelompok tani tersebut masih memiliki dua masalah utama, yaitu di bidang produksi dan pemasaran. Masalah di bidang produksi meliputi pertumbuhan ikan yang lama dan kematian ikan akibat penyakit, sedangkan masalah di bidang pemasaran berupa penjualan hasil panen pada pasar setempat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan Kelompok Tani Desa Sei Semayang dengan berfokus pada pemberian solusi untuk masalah di bidang produksi dan pemasaran budidaya ikan air tawar. Dua metode yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah penerapan Sistem Monitoring Kualitas Air Terintegrasi IoT (SIMKAT) dan pelatihan penggunaan aplikasi pemasaran berbasis digital. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian, diketahui bahwa teknologi SIMKAT mampu memberikan informasi kualitas air berupa pH, turbiditas, total dissolved solids (TDS), suhu, dan dissolved oxygen secara real time. Sehingga, petani mampu memberikan penanganan yang memadai pada kolam ikan. Sedangkan melalui pelatihan penggunaan aplikasi pemasaran digital, kelompok tani mampu menjual hasil panen di luar pasar lokal.
Implementasi Sistem Filter Air Otomatis Berbasis IoT untuk Mengoptimalkan Budidaya Ikan Air Tawar : Pengabdian Sari Novalianda; Muhammad Abdhi Ridha; Maharani Putri; Panangian Mahadi Sihombing
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5719

Abstract

Mitra dalam kegiatan ini adalah salah satu kelompok tani Desa Sei Semayang, Deli Serdang yang bergerak di bidang budidaya ikan air tawar, seperti ikan nila, ikan lele, ikan gurami, dan ikan patin. Potensi desa tersebut memiliki suhu dan kelembapan udara yang mendukung budidaya ikan air tawar dengan suhu udara di antara 26,9 °C–29,6 °C dan kelembapan udara di antara 73,6%–83,8%. Namun, Mitra masih memiliki masalah kualitas air dengan kandungan zat besi dan mangan terlarut yang cukup tinggi sehingga menyebabkan hasil budidaya ikan air tawar tidak optimal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan Mitra dalam menurunkan kandungan zat besi dan mangan terlarut pada air tanah yang digunakan untuk budidaya ikan air tawar. Terdapat dua metode pelaksanaan yang digunakan, yaitu sosialisasi kualitas air untuk budidaya ikan air tawar dan penerapan teknologi tepat guna berupa Sistem Filter Air Otomatis Berbasis IoT (SIMFATISI). Hasil kegiatan berupa peningkatan pemahaman Mitra terkait parameter kualitas air yang sesuai untuk budidaya ikan air tawar dan kemampuan dalam menggunakan alat SIMFATISI dengan baik. Pencapaian kegiatan ini berupa penurunan kadar besi dan mangan terlarut pada air tanah menggunakan alat SIMFATISI oleh Mitra.
Multi-LoRa-Based Automatic Drinking Water Transmission System Sri Indah Rezkika; Adinda Juwita Nasution; Andri Ramadhan; Muhammad Fiza Lubis; Panangian Mahadi Sihombing; Aulia Agung Dermawan
Journal of Applied Informatics and Computing Vol. 10 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaic.v10i3.12862

Abstract

Drinking water transmission systems are needed to fill some reservoirs. However, the water level in each reservoir must be monitored constantly to ensure optimal water transmission. Therefore, a device is needed to monitor the water level and automatically control the transmission system. The purpose of this research is to develop a multi-LoRa-based automatic drinking-water transmission system that provides near-real-time water-level information with an average end-to-end latency of 1.2 seconds, meeting the typical requirements for water-level monitoring in remote reservoirs (acceptable delay < 10 seconds). This study uses a prototype experimental approach, validated with a Laser Distance Meter and sticker meters. The star topology connects several LoRa modules that transmit water-level data without internet access. The purpose system consists of several LoRa modules, water-level sensors, liquid crystal displays (LCDs), solenoid valves, and pressure-switch sensors. A pressure sensor switch is installed on the power-supply side of the water pump, controlling the pump based on the water-pressure difference. The result of this study is that the purpose system can automatically control the water pump to fill several reservoirs based on water-level information from each reservoir. This is evidenced by each solenoid valve opening when the water level is below 10 cm and closing when it reaches 70 cm. So that the water pump can be controlled through a pressure sensor switch. The purpose system can also accurately measure water levels, as evidenced by ME ≤ 0.5 cm, MAPE ≤ 4.4%, RMSE ≤ 0.7 cm, and R² ≥ 0.97. These findings demonstrate the potential of the proposed solution as a cost-effective and reliable solution for remote areas without internet infrastructure.
Development of an IoT-Based Broiler Chicken Coop Air Quality Monitoring Prototype Panangian Mahadi Sihombing; Maharani Putri; Tuti Adi Tama Nasution; Muhammad Fiza Lubis; Aulia Agung Dermawan; Muhammad Syahruddin
Journal of Applied Informatics and Computing Vol. 10 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaic.v10i3.12863

Abstract

Inadequate air quality in the cage causes broiler chickens to become stressed, resulting in suboptimal weight gain, even death, and crop failure. Adequate broiler chicken cage air quality parameters include: a temperature range of 22 °C to 32 °C (depending on the chicken's age), a humidity range of 45% to 65%, an O2 level of≥ 19.6%, an NH3 level of ≤ 10 ppm, a CO level of ≤ 10 ppm, and a CO2 level of ≤ 3,000 ppm. Therefore, a technology is needed to monitor the air quality of the chicken coop in near real time. Thus, farmers can provide appropriate and prompt handling to maintain good air quality in the chicken coop. The purpose of this research is to develop a prototype for monitoring the air quality of broiler chicken coops based on IoT. The method used is research and development (R&D) with a prototype manufacturing approach based on the Internet of Things (IoT). The prototype was developed using temperature and humidity sensors (DHT22), NH3, O2, CO, and CO2 sensors. Each sensor is connected to the ESP32, which processes the data and displays it on the liquid crystal display (LCD) and the Thingspeak dashboard. Prototype testing was conducted by comparing the measurement results with those from standard measuring instruments in a closed container. Based on the test results, the prototype measured air quality accurately. This is evidenced by the mean absolute error (MAE) values for each measurement result of the O2 sensor, CO sensor, CO2 sensor, DHT22 sensor, and A02YYUW sensor, which are 0.10 % Vol, 4.46 μmol/mol, 24.20 ppm, 0.71 °C, and 0.13 cm, respectively. Thus, this prototype offers an advantage in measuring air quality in near real time using IoT.