Pengelolaan sampah rumah tangga yang belum optimal masih menjadi permasalahan kesehatan lingkungan di berbagai wilayah, termasuk di Dusun 2 Desa Srikuncoro. Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, diketahui masyarakat masih mengelola sampah dengan cara dibakar sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap pembakaran. Selain itu, rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pemilahan sampah dan pemanfaatan sampah organik menyebabkan pengelolaan sampah belum dilakukan secara ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah melalui edukasi serta memberikan contoh penerapan Lubang Sampah Organik (LSO) sebagai alternatif pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan di Dusun 2 Desa Srikuncoro, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah dengan menggunakan metode edukatif dan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi pembuatan percontohan LSO bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan berpartisipasi aktif dalam diskusi maupun praktik pembuatan LSO. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah, dampak pembakaran sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, serta manfaat pemanfaatan sampah organik melalui LSO. Demonstrasi pembuatan LSO juga memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dan direplikasi oleh masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Kegiatan ini dapat disimpulkan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Untuk menjamin keberlanjutan program, diperlukan pendampingan secara berkala serta dukungan pemerintah desa dan puskesmas agar penerapan LSO dan pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.