Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Pada Ibu Hamil Di Desa Panyabungan Jae Kabupaten Mandailing Natal Guslaini Purnama Intan Pan Harahap; Rika Apripan; Wiwi Wardani Tanjung
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.12054

Abstract

Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), cakupan anemia pada ibu hamil di seluruh dunia pada tahun 2019 adalah 44,2% dan sebanyak 84,6% anemia terjadi pada ibu hamil pada kelompok usia 15-24 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang kejadian anemia pada kehamilan di Desa Panyabungan Jae, Kabupaten Mandailing Natal tahun 2024, berdasarkan usia, pendidikan, pekerjaan, dan gravitasi. di Desa Panyabungan Jae, Kabupaten Mandailing Natal tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan data primer, dengan jumlah responden sebanyak 30 orang dengan sampel sebanyak 30 responden. Karakteristik responden adalah usia, pendidikan, pekerjaan dan gravitasi. Dari hasil penelitian, pengetahuan ibu hamil tentang anemia pada kehamilan di Desa Panyabungan Jae, Kabupaten Mandailing Natal pada tahun 2024 responden berpengetahuan kurang sebanyak 19 orang (63%), berpengetahuan cukup sebanyak 8 orang (27%) dan berpengetahuan cukup sebanyak 3 orang (10%). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diharapkan responden dapat meningkatkan pengetahuannya dengan cara menanggapi sumber informasi dari tenaga kesehatan melalui penyuluh kesehatan atau media lainnya
Pengetahuan Ibu Yang Mempunyai Bayi Tentang Bayi Renang (Baby Swim) Dalam Perkembangan Motorik Rosmainun Rosmainun; Rika Apripan; Wiwi Wardani Tanjung
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12069

Abstract

Laporan Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan tentang Profil Kesehatan Kota Padangsidimpuan menunjukkan jumlah bayi baru lahir di Pijorkoling sebanyak 615 kelahiran hidup, Padangmatinggi 942 bayi, sebanyak 469 bayi. Kebiasaan bayi diajak berenang merupakan hal yang tidak terlalu umum. Namun, orang tua tidak perlu khawatir, karena bayi lebih mudah belajar berenang dibandingkan orang dewasa. Hal ini karena berenang sendiri merupakan naluri alami bayi dan bayi belum mengenal hal-hal yang ditakutkan oleh orang yang lebih tua seperti faktor bahaya, bayi sangat menyukai air sehingga akan suka diajak berenang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu yang memiliki bayi tentang renang bayi dalam perkembangan motorik di Kelurahan V Kelurahan Sessionkal Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Tahun 2022. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan menggunakan total sampling sebanyak 31 responden, dipelajari berdasarkan umur, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, dan paritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas berpengetahuan kurang dengan usia 20-39 tahun sebanyak 24 orang (77,4%), mayoritas berpengetahuan kurang dengan pendidikan SMP-SMA sebanyak 10 orang (32,3%), mayoritas berpengetahuan kurang dengan pekerjaan rumah tangga yaitu sebanyak 28 orang (90,3%), mayoritas berpengetahuan kurang dengan paritas ibu multipara sebanyak 12 orang (38,7%), mayoritas berpengetahuan kurang dengan sumber Media Elektronik sebanyak 28 orang (90,3%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mayoritas ibu yang memiliki bayi kurang memiliki pengetahuan tentang renang bayi dalam perkembangan motoriknya, sehingga diharapkan kepada ibu yang memiliki bayi untuk meningkatkan pengetahuannya tentang manfaat melakukan renang bayi.
Pengetahuan Remaja Putri Tentang Terapi Nyeri Dismenorea Di Desa Pinagar Kecamatan Arse Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2025 Dewi Arjuna Putri Pan Harahap; Rika Apripan; Wiwi Wardani Tanjung
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.12052

Abstract

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), insiden dismenorea adalah 1.769.425 orang (90%) wanita mengalami dismenorea dengan 10-15% mengalami dismenorea berat. Insiden dismenorea di dunia adalah 50% wanita yang mengalaminya. Angka dismenorea primer yang dialami wanita usia 12-17 tahun di Amerika Serikat pada tahun 2019 adalah 59,7%, dengan derajat nyeri adalah 49% dismenorea ringan, 37% dismenorea sedang, dan 12% dismenorea berat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan remaja putri tentang Terapi Nyeri Dismenorea pada Remaja Putri di Desa Bintuju, Kecamatan Angkola Muaratais Tahun 2025, berdasarkan Usia, Pendidikan, Sumber/informasi di Desa Pinagar, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan. Jenis penelitian yang digunakan dengan metode deskriptif menggunakan data primer, dengan jumlah responden sebanyak 25 orang dengan sampel sebanyak 25 responden. Karakteristik responden yaitu usia, pendidikan, sumber/informasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan tentang Pengetahuan Remaja Putri Tentang Terapi Nyeri Dismenore di Desa Pinagar, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2025, responden yang berpengetahuan kurang sebanyak 13 orang (26,7%), kurang 3 orang (3,0%), dan berpengetahuan cukup sebanyak 9 orang (37%). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diharapkan responden untuk meningkatkan pengetahuannya dengan cara memperoleh sumber informasi dari tenaga kesehatan melalui konseling atau media lainnya
Perceptions of Islamic Religiuos Figures on the Development of the Role of Exclusive Breastfeeding Ambassadors in Premarital Education as An Effort to Prevent Stunting Herawati Harahap; Guslaini Permata Intan Pan Harahap; Nila Handayani; Rika Apripan; Dewi Arjuna Putri Pan; Rosmainun Rosmainun; Fahrizal Alwi; Wiwi Wardani Tanjung
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 4 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i4.2465

Abstract

Stunting remains a public health problem in Padangsidimpuan City, with a prevalence reaching 30.3%. Stunting prevention needs to begin premarital by improving literacy among prospective brides and grooms. Islamic religious leaders are trusted figures in the community and have the potential to act as ambassadors for exclusive breastfeeding in premarital education. This study aims to explore the perceptions of Islamic religious leaders regarding the development of their role as exclusive breastfeeding ambassadors in premarital education as an effort to prevent stunting in Padangsidimpuan City. The study used a qualitative approach with a phenomenological design. Six informants were purposively selected, consisting of Islamic religious leaders involved in premarital counseling. Data were collected through in-depth interviews using a semi-structured interview guide and analyzed thematically. The analysis yielded five themes: 1) religious leaders' understanding of stunting and exclusive breastfeeding; 2) perceptions of developing their role as exclusive breastfeeding ambassadors; 3) readiness and capacity building needs; and 4) expectations for model development. Religious leaders demonstrated positive perceptions and expressed a willingness to act as exclusive breastfeeding ambassadors, with support from training, modules, educational media, standard operating procedures (SOPs), and cross-sector collaboration. Islamic religious leaders have significant potential to be empowered as exclusive breastfeeding ambassadors in premarital education. Developing a model supported by capacity building and cross-sector collaboration is expected to improve literacy among prospective brides and grooms and contribute to stunting prevention in Padangsidimpuan City.