Ikan koi (Cyprinus carpio) adalah komoditi ikan hias yang cukup banyak popular dikalangan penggelur hobi ikan hias baik pasar luar maupun dalam negeri. Akan tetapi distribusi wilayah budidaya banyak berporos pada daerah Jawa Timur membuat petani kesulitan dalam hal pendistribusian ikan menuju daerah lain baik dalam pulau dan luar pulau Jawa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sistem yang paling efisien diantara sistem basah, semi basah, dan kering untuk transportasi benih ikan koi. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 36 hari di Rumah ikan koi Jl KH. Asyari no 96 Bondowoso. Alat yang dipergunakan yaitu timbangan digital, batu aerasi, selang aerasi, thermometer, DO meter, pH Universal, kamera, tabung oksigen dan blower. Bahan-bahan yang digunakan antara lain benih ikan koi ukuran 5-7 cm 60 ekor, plastik kemas dan kertas label. Metode penelitian yang digunakan yakni metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan sistem berbeda dan 2 kali ulangan pada ikan ukuran 5 cm yaitu Sistem basah menggunakan air sebanyak 7-8 liter, semi basah menggunakan air 5 liter dan kering tidak menggunakan media air dan digantikan dengan busa yang dibiarkan lembab pada dasar kantong. Analisis data menggunakan Anova (P>0,05) dan tidak dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Sistem kering media yang digunakan busa basah mengalami kematian tertinggi dibandingkan dengan sistem basah dan semi basah sedangkan untuk pengamatan kualitas air dilakukan sebelum pengangkutan dan selama pemeliharaan hasil dari kualitas air tersebut mempengaruhi faktor pemeliharaan yang terjadi pada sistem kering perlakuan 1 hari ke 3 dan 4 dengan total 7 ekor. Kesimpulan penelitian ini transportasi tertutup dengan sistem basah memiliki keunggulan efektifitas dengan nilai survival rate 90%.