Ganjar Adhywirawan Sutardjo
Universitas Muhammadiyah Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektifitas Sistem Transportasi Ikan Koi (Cyprinus carpio) Ukuran Benih Menggunakan Sistem Basah, Semi Basah, dan Kering Muhammad Jurais Akasah; Anis Zubaidah; Ganjar Adhywirawan Sutardjo
IJOTA (Indonesian Journal of Tropical Aquatic) Vol. 8 No. 1 (2025): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/ijota.v8i1.13173

Abstract

Ikan koi (Cyprinus carpio) adalah komoditi ikan hias yang cukup banyak popular dikalangan penggelur hobi ikan hias baik pasar luar maupun dalam negeri. Akan tetapi distribusi wilayah budidaya banyak berporos pada daerah Jawa Timur membuat petani kesulitan dalam hal pendistribusian ikan menuju daerah lain baik dalam pulau dan luar pulau Jawa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sistem yang paling efisien diantara sistem basah, semi basah, dan kering untuk transportasi benih ikan koi. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 36 hari di Rumah ikan koi Jl KH. Asyari no 96 Bondowoso. Alat yang dipergunakan yaitu timbangan digital, batu aerasi, selang aerasi, thermometer, DO meter, pH Universal, kamera, tabung oksigen dan blower. Bahan-bahan yang digunakan antara lain benih ikan koi ukuran 5-7 cm 60 ekor, plastik kemas dan kertas label. Metode penelitian yang digunakan yakni metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan sistem berbeda dan 2 kali ulangan pada ikan ukuran 5 cm yaitu Sistem basah menggunakan air sebanyak 7-8 liter, semi basah menggunakan air 5 liter dan kering tidak menggunakan media air dan digantikan dengan busa yang dibiarkan lembab pada dasar kantong. Analisis data menggunakan Anova (P>0,05) dan tidak dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Sistem kering media yang digunakan busa basah mengalami kematian tertinggi dibandingkan dengan sistem basah dan semi basah sedangkan untuk pengamatan kualitas air dilakukan sebelum pengangkutan dan selama pemeliharaan hasil dari kualitas air tersebut mempengaruhi faktor pemeliharaan yang terjadi pada sistem kering perlakuan 1 hari ke 3 dan 4 dengan total 7 ekor. Kesimpulan penelitian ini transportasi tertutup dengan sistem basah memiliki keunggulan efektifitas dengan nilai survival rate 90%.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR PRODUKSI BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus Vannamei) SKALA SEMI INTENSIF di KECAMATAN TLANAKAN, KABUPATEN PAMEKASAN, JAWA TIMUR Hamisul Fuadi; Ganjar Adhywirawan Sutardjo; Hariyadi Hariyadi
IJOTA (Indonesian Journal of Tropical Aquatic) Vol. 8 No. 1 (2025): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/ijota.v8i1.13373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran produksi budidaya udang vaname di Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur dan menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi produksi budidaya udang vaname skala semi-Intensif di Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan selama tiga puluh hari di Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Metode penelitian dilakukan secara survey dan pengumpulan data melalui observasi Langsung. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner dan pengamatan langsung. Regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor – faktor yang mempengaruhi produksi Vannamei adalah Padat Penebaran, Pakan, Kincir Air, dan Luas Lahan. Berdasarkan tabel ANOVA dapat dilihat bahwa hasil signifikansi sebesar .000 < 0.05 sehingga dapat disimpulkan varibel  berpengaruh signifikan terhadap tingkat produksi udang vannamae. Hal ini juga dapat dilihat dari hasil perhitungan uji  dimana didapat hasillebih besar daripada  tabel yaitu 500.724 > 0.4973. sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen dalam penelitian ini berpengaruh secara nyata terhadap variabel dependen (Produksi Udang).
THE EFFECTS OF TIME INTERVAL DIFFERENCES ON FEED EFFICIENCY, FEED CONVERSION RATIO AND FEED CONSUMPTION ON GOURAMI FISH SEEDS (Osphronemus gourami) Ganjar Adhywirawan Sutardjo; Navis Jihanatul Faradilla; Haryadi Haryadi
IJOTA (Indonesian Journal of Tropical Aquatic) Vol. 6 No. 1 (2023): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/ijota.v6i1.6688

Abstract

The main issues in gourami cultivation is the high need for feed. In order to reduce the high need for feed, a strategy that was applied is gastric emptying. This study aimed to find out the effective time for mastering gourami (Osphronemus gourami) and maximizing feed efficiency, minimizing feed conversion ratios, and minimizing the amount of feed consumption needed. This research was carried out by maintaining gourami in aquariums using 4 various times, one day get fed and one day off , two days get fed and one day off, three days get fed and one day off, and fed daily, each treatment was repeated 5 times. The method used in this study is an experimental method with a completely randomized design (CRD). Feed was given ad-satition method for 40 days. The main parameters used are feed efficiency, food conversion ratio (FCR), and number of feed consumption. Data on this study were analyzed by using variance analysis. The results showed that gastric emptying at different time intervals had no effect on feed efficiency, did not affect the food convergence ratio, and affected the amount of feed consumption followed by the smallest real difference test and it was found that P1 treatment had no significant effect, P2 treatment and P3 had significant effect, and P4 treatment really had a significant effect on treatment. Water temperature in this study ranged 26-28 ° C, and pH ranged from 7.9 to 8. Thus, the best amount of feed consumption is 73.60 grams in P3 (three days get fed and one day off), the best feed efficiency is in P3.