Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

An Analysis of English Learning Needs for Accounting Vocational Students: Bridging the Gap between Target Needs and Present Difficulties: Penelitian Bahagia Saragih; Deviara Lestari; Dinda Khairani Pratiwi; Laura Joyfebri Sitorus; Nazwa Inaya Sani; Susi Eria Lumbangaol
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6071

Abstract

Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (ESP) merupakan komponen pendidikan vokasi, namun bahasa yang digunakan di kelas seringkali mengabaikan kebutuhan profesional siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kebutuhan siswa akuntansi di SMK Swasta Yapim Simpang Kawat, dengan tujuan untuk menentukan kemampuan berbahasa Inggris mereka dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan tuntutan lingkungan kerja modern. Kerangka kerja yang dikembangkan oleh Hutchinson dan Waters (1987) mencakup Analisis Situasi Target (TSA), Analisis Situasi Saat Ini (PSA), dan Analisis Situasi Pembelajaran (LSA) dalam tiga komponen tersebut. Survei Google Form, yang diberikan kepada siswa akuntansi kelas 12, digunakan untuk mengumpulkan data, dan dilakukan analisis deskriptif terhadap data tersebut. Menurut penelitian ini, siswa memahami bahwa berbicara adalah keterampilan yang paling penting untuk tanggung jawab akuntansi di masa depan, seperti menggunakan perangkat lunak, membuat laporan keuangan, dan berinteraksi dengan klien. Meskipun berbicara dianggap sebagai keterampilan terpenting, 80% siswa mengatakan bahwa itu adalah tantangan terbesar mereka karena kosakata mereka yang terbatas dan kurangnya kepercayaan diri, yang menyebabkan keinginan kuat untuk strategi pembelajaran praktis; termasuk presentasi, bermain peran, atau simulasi. Agar efektif, ESP (English for Specific Purposes) untuk mahasiswa akuntansi harus menekankan praktik berbicara dalam situasi tempat kerja dunia nyata melalui latihan interaktif berbasis tugas
Peran Hedging dalam Membangun Citra Positif dalam Pidato Presiden AS Rita Suswati; Dinda Khairani Pratiwi; Jessica Paskah Elizabeth Manullang; Nailah
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 3 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/vjsj2991

Abstract

Hedging is an important rhetorical strategy in political discourse, used to show a degree of confidence and build a positive image of the leader, especially in US Presidential speeches from 1993 to 2021. The purpose of this study is to analyze the role of hedging in building a positive image and understand the variations of its use based on the political context and audience. The method used is a qualitative literature study, with secondary data analysis in the form of speech transcripts and related literature. The main findings show that the use of hedging varies between presidents, where Bill Clinton and Barack Obama use it to maintain credibility and reinforce commitments, while Donald Trump uses it less, but still in a diplomatic context. The research conclusion confirms that hedging has an important role in building a positive image of the leader but should be used with caution so as not to be misinterpreted as uncertainty.