Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sinamot Tradition in Traditional Toba Batak Weddings Deviara Lestari; Tiarnita Maria Sarjani Siregar; Adel Pinola Br Ginting; Jose Christian; Nurfarah Nurfarah
Interdisciplinary Journal of Advanced Research and Innovation Vol. 2 No. 1 (2024): Interdisciplinary Journal of Advanced Research and Innovation
Publisher : Ravine Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/ijari.v1i3.38

Abstract

Marriage holds great significance for the Batak community, which follows the traditional Dalihan Na Tolu system. In the Toba Batak tribe, a gift called Sinamot is given as a tribute to the bride-to-be's family. The research conducted for this study utilized various data collection methods from relevant and up-to-date journal sources. The findings of the study suggest that the Sinamot tradition within the Toba Batak tribe serves as a means to reinforce the connection between two kinship groups. This tradition is a necessary condition for the legitimacy of marriage under the custom and involves various objects and stages. This event is marked by the presence of various objects that hold significant meaning, such as goldfish, meat, money, and ulos cloth. The preparation process involves various stages, including Marhori-hori walls and Marhusip, which are designed to ensure the continuity and success of the event. The implementation of Sinamot requires careful planning and discussion from both the bride and groom's families, and it is viewed as a way to pay tribute to traditional Batak kings and their families. Ultimately, Sinamot is a symbol of respect for Batak culture and traditional family values.
An Analysis of English Learning Needs for Accounting Vocational Students: Bridging the Gap between Target Needs and Present Difficulties: Penelitian Bahagia Saragih; Deviara Lestari; Dinda Khairani Pratiwi; Laura Joyfebri Sitorus; Nazwa Inaya Sani; Susi Eria Lumbangaol
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6071

Abstract

Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (ESP) merupakan komponen pendidikan vokasi, namun bahasa yang digunakan di kelas seringkali mengabaikan kebutuhan profesional siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kebutuhan siswa akuntansi di SMK Swasta Yapim Simpang Kawat, dengan tujuan untuk menentukan kemampuan berbahasa Inggris mereka dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan tuntutan lingkungan kerja modern. Kerangka kerja yang dikembangkan oleh Hutchinson dan Waters (1987) mencakup Analisis Situasi Target (TSA), Analisis Situasi Saat Ini (PSA), dan Analisis Situasi Pembelajaran (LSA) dalam tiga komponen tersebut. Survei Google Form, yang diberikan kepada siswa akuntansi kelas 12, digunakan untuk mengumpulkan data, dan dilakukan analisis deskriptif terhadap data tersebut. Menurut penelitian ini, siswa memahami bahwa berbicara adalah keterampilan yang paling penting untuk tanggung jawab akuntansi di masa depan, seperti menggunakan perangkat lunak, membuat laporan keuangan, dan berinteraksi dengan klien. Meskipun berbicara dianggap sebagai keterampilan terpenting, 80% siswa mengatakan bahwa itu adalah tantangan terbesar mereka karena kosakata mereka yang terbatas dan kurangnya kepercayaan diri, yang menyebabkan keinginan kuat untuk strategi pembelajaran praktis; termasuk presentasi, bermain peran, atau simulasi. Agar efektif, ESP (English for Specific Purposes) untuk mahasiswa akuntansi harus menekankan praktik berbicara dalam situasi tempat kerja dunia nyata melalui latihan interaktif berbasis tugas