Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Model Pembelajaran Problem Solving pada Pembelajaran Kimia di Era Digital Heppy Okmarisa; Riska Yulia Herman; Poetri Pratiwi; Meisyah Rani Ardi Nata
Konfigurasi : Jurnal Pendidikan Kimia dan Terapan Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/konfigurasi.v10i1.38875

Abstract

Pemahaman konsep kimia yang berlandaskan teori dan tidak berwujud sangat bergantung pada keterampilan pemecahan masalah. Oleh karena itu, pendekatan, pembelajaran di bidang ini terus bergantung pada guru, yang menghambat kemajuan siswa. Namun, penelitian menyebutkan bahwa menggunakan strategi pemecahan masalah dapat meningkatkan hasil kognitif.  Hal Ini ditunjukkan oleh peningkatan hasil belajar sebesar 32.41% pada reaksi redoks dan kenaikan sebesar 88% pada penguasaan konsep mol. Dengan nilai n-gain sebesar 0,76, dinyatakan bahwa model pembelajaran yang telah diubah dengan menggabungkan teknologi digital, seperti  e-modul, laboratorium virtual, dan lembar kerja elektronik, efektif dalam menyampaikan konsep abstrak. Selain itu, keterampilan seperti kesadaran metakognitif dan komunikasi ilmiah diperkuat model pembelajaran tersebut. Dengan kata lain, masalah yang muncul di era digital saat ini disajikan dengan cara yang efektif, dan solusi masalah tersebut sehingga membantu siswa belajar dalam lingkungan yang mendorong kerja sama. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari fitur, manfaat, dan keberhasilan pembelajaran Pemecahan Masalah dalam pendidikan kimia di era digital. Tinjauan Literatur Sistematis, atau SLR, digunakan dan disesuaikan dengan diagram PRISMA. Databasisnya adalah ScienceDirect dan Google Scholar. Sebanyak 17 artikel yang relevan sudah dianalisis dan dirangkum, yang diterbitkan dari tahun 2015 sampai 2025.
Penguatan Literasi Sejarah Lokal melalui Dokumentasi dan Media Informasi Desa di Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau Muhammad Revan; Ahmad Ghozali Syafii; Muhammad Riswandi; Fadlan Alfarisy; Asri Putri Wulandary; Cindi Afriani; Dhiny Anisya Putri; Poetri Pratiwi; Dian Syafira; Diana Sapitri Yanti; Juliani Juliani
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus: Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/cakrawala.v5i3.7991

Abstract

Knowledge regarding the local history of Koto Pait Beringin Village (Talang Muandau District, Bengkalis Regency) currently relies on oral accounts and community memory, lacking systematic documentation or easy accessibility. This situation poses a risk of losing local historical knowledge as the generation of storytellers diminishes. This community service initiative aims to document and support the preservation of local history through research, documentation, the compilation of a history book, and the development of information boards to disseminate the village's historical narrative. The project was carried out by students from the State Islamic University (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau participating in the 2026 Community Service Program (KKN), utilizing a participatory-descriptive approach. The activity stages included identification, field research, information gathering from the community, documentation, manuscript drafting, media production, and implementation. The project identified five historical traces: Imbo Koto, Pangkalan Batu Bosa, the Berair River (upstream and downstream sections), the Tomb of Tuk Singo, and Batu Bintang. Information was obtained through community narratives and field observations, with varying levels of evidentiary strength. The initiative resulted in two outputs: a book titled "The History of Koto Pait Beringin Village and Traces of Its Historical Sites" and a village history information board. These products provide documentation and historical information that were previously unavailable in written form within the village. The project demonstrates that participatory documentation can serve as an initial step toward community-based local history preservation, although some findings still require further verification and research.