Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Krisis Fokus Belajar pada Generasi Digital Dalam Pendidikan Islam Sri Mulyati; Nur Annisabela; Nurul Hidayah; Tuti Nuriyati
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8749

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak yang signifikan terhadap proses pembelajaran peserta didik. Di satu sisi, teknologi memudahkan akses terhadap berbagai sumber informasi dan media pembelajaran, namun di sisi lain juga menimbulkan berbagai distraksi yang berpotensi menurunkan kemampuan fokus belajar. Fenomena ini semakin terlihat pada generasi digital yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sarat dengan penggunaan internet, media sosial, dan perangkat digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis fokus belajar pada generasi digital serta mengkajinya dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui kajian terhadap berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, dan dokumen akademik yang relevan dengan tema penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menginterpretasikan data sesuai fokus kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis fokus belajar pada generasi digital dipengaruhi oleh penggunaan media sosial yang berlebihan, kebiasaan multitasking, serta paparan informasi yang berlebihan (information overload). Dalam perspektif pendidikan Islam, fenomena tersebut dapat diatasi melalui penguatan nilai-nilai kedisiplinan, pengendalian diri, kesungguhan dalam menuntut ilmu, serta pembiasaan aktivitas spiritual yang mendukung konsentrasi belajar. Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi digital yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana tanpa mengabaikan tujuan utama pendidikan. Dengan demikian, integrasi antara literasi digital dan nilai-nilai pendidikan Islam menjadi salah satu solusi penting dalam menghadapi krisis fokus belajar pada era digital.
Perbandingan Tingkat Pemahaman Siswa Terhadap Materi Pai Di Indonesia Dan Malaysia Fatiha Fatiha; Rahmatun Nisak; Widia Ningsih; Nur Annisabela
Jurnal Ilmu Agama Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JIGAMNA - Juli
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/jigamna.v2i2.1679

Abstract

This study aims to analyze and compare students' understanding of Islamic Religious Education (PAI) materials in Indonesia and Malaysia. The method used was qualitative research with a library research approach, through the review of various sources such as books, scientific journals, academic articles, research reports, and relevant educational policy documents. The results of the study indicate that students' understanding of PAI materials is influenced by various factors, both internal and external, such as learning motivation, individual abilities, teacher competence, learning methods, curriculum, family environment, school environment, and the use of technology. Indonesia and Malaysia share the same goal in Islamic religious education: to develop students who are faithful, pious, and have noble character. However, there are differences in the implementation of the curriculum, learning methods, and evaluation systems. Malaysia tends to adopt a more integrated approach between religious theory and practice, while Indonesia still faces several obstacles, such as limited learning time and the dominance of memorization methods. This study concludes that improving students' understanding of Islamic Religious Education (PAI) material requires innovative learning strategies, family support and a conducive environment, as well as synergy between schools, families, and the community so that students not only understand Islamic teachings theoretically, but are also able to practice them in their daily lives.