Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Integrasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Pendidikan Islam yang Efektif di Lingkungan Sekolah Elsa Dwiyana; Dinda Putri Azmalasari; Widya Putri Lestari; Tuti Nuriyati
TADRIBUNA: Journal of Islamic Education Management Vol. 5 No. 2 (2025): Januari-Juni
Publisher : Institut Agama Islam Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/tjiec.v5i2.274

Abstract

This study aims to explain how the integration of character education is implemented in Islamic Education learning in a continuous and optimal manner. The method used is a literature review with a descriptive qualitative approach by analyzing relevant scientific journals and books. The results show that the integration of character education requires synergy between teachers, the curriculum, and the school environment. Sustainable strategies such as habituation of religious values, teacher role modeling, and character evaluation are effective in shaping students' personalities holistically. However, this process faces challenges such as narrow perceptions of religious education, lack of teacher training, negative influences of social media, and limited resources. Therefore, character education in the context of Islamic Education needs to be designed systematically, collaboratively, and in accordance with current developments in order to produce intelligent, ethical, and morally upright generations.
Krisis Fokus Belajar pada Generasi Digital Dalam Pendidikan Islam Sri Mulyati; Nur Annisabela; Nurul Hidayah; Tuti Nuriyati
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8749

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak yang signifikan terhadap proses pembelajaran peserta didik. Di satu sisi, teknologi memudahkan akses terhadap berbagai sumber informasi dan media pembelajaran, namun di sisi lain juga menimbulkan berbagai distraksi yang berpotensi menurunkan kemampuan fokus belajar. Fenomena ini semakin terlihat pada generasi digital yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sarat dengan penggunaan internet, media sosial, dan perangkat digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis fokus belajar pada generasi digital serta mengkajinya dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui kajian terhadap berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, dan dokumen akademik yang relevan dengan tema penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menginterpretasikan data sesuai fokus kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis fokus belajar pada generasi digital dipengaruhi oleh penggunaan media sosial yang berlebihan, kebiasaan multitasking, serta paparan informasi yang berlebihan (information overload). Dalam perspektif pendidikan Islam, fenomena tersebut dapat diatasi melalui penguatan nilai-nilai kedisiplinan, pengendalian diri, kesungguhan dalam menuntut ilmu, serta pembiasaan aktivitas spiritual yang mendukung konsentrasi belajar. Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi digital yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana tanpa mengabaikan tujuan utama pendidikan. Dengan demikian, integrasi antara literasi digital dan nilai-nilai pendidikan Islam menjadi salah satu solusi penting dalam menghadapi krisis fokus belajar pada era digital.
Andragogi di Tengah Keberagaman Generasi: Konsep, Dinamika, dan Tantangan Pendidikan Orang Dewasa di Masyarakat Multigenerasi Muhammad Aufa Muis; Tuti Nuriyati; Annisa Fitriani; Muhammad Muhyidin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10789

Abstract

Pendidikan orang dewasa atau andragogi merupakan komponen penting dalam pembelajaran sepanjang hayat yang membantu individu beradaptasi dengan perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan teknologi yang berlangsung secara cepat pada era modern. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep andragogi, menganalisis dinamika masyarakat multigenerasi dalam pelaksanaan pendidikan orang dewasa, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi yang relevan untuk meningkatkan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah berbagai buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan dari data yang terkumpul. Hasil kajian menunjukkan bahwa andragogi berlandaskan pada prinsip kemandirian belajar, pengalaman hidup sebagai sumber belajar, orientasi pemecahan masalah, serta motivasi internal sebagai pendorong utama keberhasilan proses belajar orang dewasa. Keberagaman generasi, mulai dari Generasi Baby Boomers, Generasi X, Generasi Milenial, hingga Generasi Z, terbukti memengaruhi pola komunikasi, tingkat literasi digital, dan preferensi gaya belajar peserta didik dewasa, sehingga menciptakan dinamika yang cukup kompleks namun juga berpotensi memperkaya proses pembelajaran melalui interaksi lintas generasi yang saling melengkapi. Tantangan utama yang dihadapi meliputi rendahnya motivasi belajar, kesenjangan literasi digital, keterbatasan waktu akibat tuntutan pekerjaan dan keluarga, perbedaan gaya belajar antar generasi, serta minimnya dukungan kebijakan dan fasilitas pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan andragogi yang adaptif, inklusif, dan berbasis kebutuhan peserta didik, melalui pemanfaatan teknologi secara integratif dan pengembangan pembelajaran lintas generasi guna meningkatkan efektivitas pendidikan orang dewasa secara berkelanjutan di tengah masyarakat yang semakin beragam.