Pendidikan orang dewasa atau andragogi merupakan komponen penting dalam pembelajaran sepanjang hayat yang membantu individu beradaptasi dengan perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan teknologi yang berlangsung secara cepat pada era modern. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep andragogi, menganalisis dinamika masyarakat multigenerasi dalam pelaksanaan pendidikan orang dewasa, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi yang relevan untuk meningkatkan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah berbagai buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan dari data yang terkumpul. Hasil kajian menunjukkan bahwa andragogi berlandaskan pada prinsip kemandirian belajar, pengalaman hidup sebagai sumber belajar, orientasi pemecahan masalah, serta motivasi internal sebagai pendorong utama keberhasilan proses belajar orang dewasa. Keberagaman generasi, mulai dari Generasi Baby Boomers, Generasi X, Generasi Milenial, hingga Generasi Z, terbukti memengaruhi pola komunikasi, tingkat literasi digital, dan preferensi gaya belajar peserta didik dewasa, sehingga menciptakan dinamika yang cukup kompleks namun juga berpotensi memperkaya proses pembelajaran melalui interaksi lintas generasi yang saling melengkapi. Tantangan utama yang dihadapi meliputi rendahnya motivasi belajar, kesenjangan literasi digital, keterbatasan waktu akibat tuntutan pekerjaan dan keluarga, perbedaan gaya belajar antar generasi, serta minimnya dukungan kebijakan dan fasilitas pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan andragogi yang adaptif, inklusif, dan berbasis kebutuhan peserta didik, melalui pemanfaatan teknologi secara integratif dan pengembangan pembelajaran lintas generasi guna meningkatkan efektivitas pendidikan orang dewasa secara berkelanjutan di tengah masyarakat yang semakin beragam.