Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak yang signifikan terhadap proses pembelajaran peserta didik. Di satu sisi, teknologi memudahkan akses terhadap berbagai sumber informasi dan media pembelajaran, namun di sisi lain juga menimbulkan berbagai distraksi yang berpotensi menurunkan kemampuan fokus belajar. Fenomena ini semakin terlihat pada generasi digital yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sarat dengan penggunaan internet, media sosial, dan perangkat digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis fokus belajar pada generasi digital serta mengkajinya dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui kajian terhadap berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, dan dokumen akademik yang relevan dengan tema penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menginterpretasikan data sesuai fokus kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis fokus belajar pada generasi digital dipengaruhi oleh penggunaan media sosial yang berlebihan, kebiasaan multitasking, serta paparan informasi yang berlebihan (information overload). Dalam perspektif pendidikan Islam, fenomena tersebut dapat diatasi melalui penguatan nilai-nilai kedisiplinan, pengendalian diri, kesungguhan dalam menuntut ilmu, serta pembiasaan aktivitas spiritual yang mendukung konsentrasi belajar. Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi digital yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana tanpa mengabaikan tujuan utama pendidikan. Dengan demikian, integrasi antara literasi digital dan nilai-nilai pendidikan Islam menjadi salah satu solusi penting dalam menghadapi krisis fokus belajar pada era digital.
Copyrights © 2026