Kesehatan prajurit merupakan faktor strategis yang menentukan kesiapan personel dan keberhasilan pelaksanaan tugas operasi militer. Secara normatif, sistem kesehatan militer harus mampu menyelenggarakan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara terpadu guna menjamin kesiapan fisik dan mental prajurit. Namun, kondisi aktual menunjukkan masih meningkatnya penyakit tidak menular pada prajurit usia produktif, tingginya tekanan fisik dan mental selama operasi, keterbatasan fasilitas kesehatan di beberapa wilayah, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi kesehatan dan sistem monitoring kesehatan. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Kesdam IV/Diponegoro dalam mewujudkan sistem kesehatan militer yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kesehatan prajurit, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi strategi kesehatan, serta merumuskan Pendekatan Model TRISAKTI MIL MED (Military Medical Strategic Synergy) dalam meningkatkan kesehatan prajurit di Kesdam IV/Diponegoro. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan Teori Strategi Michael E. Porter (1996), Teori Strategi Clausewitz (1976), Teori Manajemen Krisis Kesehatan, Perry dan Lindell (2020), Evidence-Based Military Health Strategy oleh Adam et al. (2020), dan Preventive Military Medicine oleh Smith dan Roberts (2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kesehatan prajurit telah dilaksanakan melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara terpadu dengan dukungan komando, organisasi kesehatan, tenaga kesehatan, serta perkembangan teknologi kesehatan. Adapun kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan fasilitas kesehatan, meningkatnya penyakit tidak menular, belum optimalnya digitalisasi layanan kesehatan, serta tekanan fisik dan mental selama operasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pendekatan Model TRISAKTI MIL MED mampu memperkuat sistem kesehatan militer melalui penguatan kesehatan preventif, dukungan kesehatan operasional, serta pembangunan ketahanan fisik dan mental prajurit secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan modernisasi sistem kesehatan militer, optimalisasi teknologi kesehatan, penguatan layanan preventif dan kesehatan mental, serta peningkatan kolaborasi kesehatan sipil dan militer untuk mendukung kesiapan operasi secara berkelanjutan.