Masrikat Maya Diana Claartje
Poltekkes Kemenkes Maluku

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam Pencegahan Tuberkulosis (TBC) Achmad Hilal; Masrikat Maya Diana Claartje
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1177

Abstract

Abstract Tuberculosis (TB) is an infectious disease that remains a public health problem, particularly in areas with poor sanitation and high population density. Clean and healthy living behaviors (PHBS) are a crucial factor in preventing TB transmission. However, many people still do not understand the importance of implementing PHBS in their daily lives. This community service activity aims to improve public knowledge and behavior regarding TB prevention through PHBS promotion. Implementation methods include health education, demonstrations of PHBS practices, and community mentoring. The results of the activity indicate increased knowledge and changes in community behavior regarding PHBS implementation. This program is effective in supporting the prevention of TB transmission in the community. Keywords: TB, PHBS, Health Promotion, Disease Prevention Abstrak Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik dan kepadatan penduduk tinggi. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi salah satu upaya penting dalam pencegahan penularan TBC. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam pencegahan TBC melalui promosi PHBS. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi praktik PHBS, serta pendampingan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan PHBS. Program ini efektif dalam mendukung pencegahan penularan TBC di masyarakat. Kata Kunci: Tbc, Phbs, Promosi Kesehatan, Pencegahan Penyakit
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Epidemiologi Untuk Deteksi Dini Penyakit Menular Masrikat Maya Diana Claartje; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1253

Abstract

ABSTRACT Communicable diseases remain a major public health concern, particularly in terms of prevention and early detection. Limited community knowledge regarding basic epidemiology is one of the factors that hinders early detection efforts. This community service program aimed to improve community knowledge and awareness of epidemiological concepts and the importance of early detection of communicable diseases. The methods included health education, interactive discussions, and evaluation through pre-test and post-test. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge after the educational intervention. This program proved effective in enhancing community preparedness to recognize early symptoms of communicable diseases and take appropriate preventive measures. Keywords: Epidemiology, Communicable Diseases, Education, Community Service ABSTRAK Penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius, terutama dalam upaya pencegahan dan deteksi dini. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai epidemiologi dasar menjadi salah satu faktor yang menghambat deteksi dini penyakit menular. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang konsep epidemiologi serta pentingnya deteksi dini penyakit menular. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat secara signifikan setelah diberikan edukasi. Program ini efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam mengenali gejala awal penyakit menular serta mengambil langkah pencegahan yang Tepat. Kata Kunci: Epidemiologi, Penyakit Menular, Edukasi, Pengabdian Masyarakat
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Perubahan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Yona Sahalessy; Rony Alexander Latumenasse; Sitti Johri Nasela; Theofilya Amandya Kissya; Masrikat Maya Diana Claartje
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1101

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a strategic effort to improve public health. Low implementation of PHBS remains a public health problem, contributing to increasing morbidity. Health education is an effective promotive approach to encourage behavior change in the community. This study aims to determine the effect of health education on changes in clean and healthy living behavior. The study used a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 60 respondents selected using a purposive sampling technique. The research instrument was a PHBS questionnaire. Data were analyzed descriptively and comparatively. The results showed an increase in PHBS behavior after health education. It was concluded that health education has an effect on changes in clean and healthy living behavior.
Penyuluhan Pencegahan Penyakit Menular Melalui Edukasi Perilaku Hidup Bersih Di Lingkungan Padat Penduduk Sitti Johri Nasela; Yona Sahalessy; Zulfikar Peluw; Masrikat Maya Diana Claartje; Zuriani Rizki
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i1.929

Abstract

Densely populated areas are at high risk for the spread of infectious diseases, such as diarrhea, acute respiratory infections (ARI), tuberculosis, and other environmentally related diseases. Low levels of community knowledge regarding Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS), coupled with limited sanitation facilities, contribute to the high incidence of infectious diseases in these areas. This Community Service activity aims to increase community knowledge through intensive outreach on infectious disease prevention and PHBS implementation. The activity was conducted among 85 residents of RW 05, Kelurahan X, and included 85 participants. The methods used included outreach, handwashing demonstrations, leaflet distribution, and training on making homemade disinfectants. Evaluation used pre- and post-tests to determine improvements in community understanding. Results showed an average increase in knowledge from 56.7 to 87.4 after the activity. Ninety-three percent of participants considered the activity beneficial, and 78% stated they were ready to implement PHBS routinely. This activity has proven effective in increasing community understanding and skills in preventing infectious diseases. Continued mentoring is needed to ensure sustainable behavior change.
Kajian Epidemiologi Komparatif Penyakit Menular Dan Tidak Menular Pada Populasi Dewasa Marlin Eppang; Masrikat Maya Diana Claartje; Rahmat Pannyiwi; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1462

Abstract

Latar Belakang: Transisi epidemiologi telah menyebabkan perubahan pola penyakit di Indonesia, di mana penyakit tidak menular (PTM) terus meningkat tanpa diikuti penurunan yang signifikan pada penyakit menular (PM). Kondisi ini menimbulkan double burden of disease, yaitu beban ganda penyakit yang menjadi tantangan bagi sistem kesehatan. Penyakit menular masih berkaitan dengan faktor lingkungan dan sanitasi, sedangkan penyakit tidak menular lebih dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup, perilaku kesehatan, dan faktor metabolik. Oleh karena itu, kajian epidemiologi komparatif diperlukan untuk mengidentifikasi perbedaan karakteristik dan faktor risiko kedua kelompok penyakit sehingga dapat menjadi dasar penyusunan strategi pencegahan yang lebih efektif. Tujuan: Menganalisis perbedaan karakteristik epidemiologi serta faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit menular dan penyakit tidak menular pada populasi dewasa. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional komparatif. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja salah satu puskesmas di Indonesia pada Januari–Maret 2026. Sampel sebanyak 240 responden dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Variabel dependen adalah status penyakit (penyakit menular dan penyakit tidak menular), sedangkan variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, status merokok, aktivitas fisik, pola makan, indeks massa tubuh (IMT), riwayat penyakit keluarga, sanitasi lingkungan, kepadatan hunian, dan akses pelayanan kesehatan. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, uji Chi-Square, dan regresi logistik ganda. Hasil: Berdasarkan data simulasi, penyakit tidak menular ditemukan pada 57,1% responden, sedangkan penyakit menular sebesar 42,9%. Faktor yang berhubungan dengan penyakit tidak menular meliputi usia, obesitas, aktivitas fisik, merokok, dan riwayat penyakit keluarga (p<0,05). Sementara itu, penyakit menular lebih berhubungan dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik, kepadatan hunian, dan akses pelayanan kesehatan (p<0,05). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa obesitas merupakan faktor dominan pada penyakit tidak menular (Adjusted OR=4,26), sedangkan sanitasi lingkungan merupakan faktor dominan pada penyakit menular (Adjusted OR=3,84). Kesimpulan: Terdapat perbedaan karakteristik epidemiologi antara penyakit menular dan penyakit tidak menular pada populasi dewasa. Penyakit tidak menular lebih dipengaruhi oleh faktor perilaku dan metabolik, sedangkan penyakit menular lebih berkaitan dengan faktor lingkungan dan kondisi tempat tinggal.