Manusia diciptakan Allah Swt. dengan karunia yang sangat luar biasa. Ia dibekali dengan akal sehingga manusia sebagai makhluk yang memiliki eksistensi yang tinggi dibandingkan dengan makhluk yang lain. Sebagian orang berpendapat bahwa suatu kebahagiaan memiliki takaran yang tepat disaat seseorang mempunyai banyak harta materiil yang dimiliki, kekuasaan yang telah diraihnya (tahta), pangkat dan ketenaran yang telah dimiliki. Pasalnya, dalam menempuh kebahagiaan, tidak jarang yang dilakukan ialah menggunakan langkah-langkah yang tidak terpuji. Meskipun sejatinya cara dalam menempuh kebahagiaan itu telah Allah Swt. jelaskan dalam kitab suci-Nya. Berdasarkan uraian diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana Klasifikasi Sa’adah didalam hadis?, Apa saja bagian dan ciri-ciri Sa’adah? Dan Apa Asbabun Nuzul dalam Sa‘adah?. Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui klasifikasi Sa’adah dalam hadis, bagian-bagia dari Sa’adah serta Asbabun Nuzul dari Sa’adah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan konsep sa'adah (kebahagiaan) dalam hadis Nabi Muhammad saw. Data penelitian diperoleh dari kitab-kitab hadis, kitab syarah hadis, kitab-kitab ulumul hadis, tafsir, serta buku dan artikel ilmiah yang relevan. Kebahagiaan (sa'adah) dalam perspektif hadis adalah ketenangan jiwa dan kepuasan hati yang lahir dari integrasi antara pemenuhan kebutuhan fisik yang halal dan kedekatan spiritual kepada Allah SWT. Berdasarkan pandangan Islam, kebahagiaan memungkinkan manusia untuk merasa damai di dunia dan akhirat. Kebahagiaan berasal dari dua sumber; ilmu dan amal baik yang dapat diperoleh sejak usia dini. Tahapan kebahagiaan yang dibahas menunjukkan bahwa manusia dapat menggunakannya sebagai tujuan akhir untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.