p-Index From 2021 - 2026
7.286
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Al-Turas Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Jurnal Diskursus Islam Jurnal Adabiyah Jurnal Pilar Jurnal Berita Sosial Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi (JRMDK) Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an dan Al-Hadits Multi Perspektif Jurnal Ilmu Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora International Journal of Economics, Management, Business, and Social Science Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Kolaboratif Sains Journal of Management Sains (JMS) Bayani Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Ihyaussunnah : Journal of Ulumul Hadith and Living Sunnah Madani: Multidisciplinary Scientific Journal At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman Al-fiqh : Journal of Islamic Studies JAWAMIUL KALIM: Jurnal Kajian Hadis Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum DIRAYAH : Jurnal Ilmu Hadis At Tawazun Jurnal ekonomi Islam JISH (Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum) Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum REFORM : JURNAL PENDIDIKAN, SOSIAL DAN BUDAYA Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik (IDENTIK) PUSAKA: Journal of Educational Review ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research Service Jurnal Kajian Budaya & Media Jurnal Ilmu Agama Indonesia (JIGAMNA)
Claim Missing Document
Check
Articles

KONTRIBUSI PEMIKIRAN HADIS RASYID RIDHA Ilyas, Abustani
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 6, No 2 (2008)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v6i2.3148

Abstract

Aspek otentisitas hadis yang ditekankan kepada sanad adalah mereka yang tidak ta'ashub pada mazhabnya. Selain itu, dinyatakan sejumlah sanad yang dinilai cacat di dalam kitab Shahihain, seperti Hajjaj bin Muhammad, Ibrahim bin Yazid, al-A'la bin 'Abd al-Rahman, dan sebagainya. Demikian aspek matan, ia menolak hadis yang mengandung unsur gharib, seperti hadis yang menerangkan tanda kiamat, dajjal, Mahdi akhir zaman, turunnya Nabi Isa dan sebagainya. Rasyid Ridha juga memberikan interpretasi hadis yang menggunakan interpretasi kontekstual dan intertekstual, yakni memahami hadis beserta kaitannya kondisi sosial nabi saw dengan lebih awal mengembalikan pemaknaannya kepada Alquran
Rekonstruksi Kriteria Kesahihan dan Penerapan Hadis Menurut Muh. Al- Gazali Abustani Ilyas
Buletin Al-Turas Vol 14, No 1 (2008): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1614.302 KB) | DOI: 10.15408/bat.v14i1.4262

Abstract

Muh. Al-Gazali is a Muslim scholar who is brave to make criticism towards a group of society who less accepted "kehujjahan Hadis', 'itihad, and critical reinterpretation towards 'Hadis texts'that contained in Sahih Bukhari and Sahih Muslim books. This is made him accused as a sunnah refuse. The arise problem includes 'Hadis position', formulation of valid Hadis criteria, and how to interact with Prophet Hadis Methodology that is used in this discussion is pure descriptive. This research made the writing of al-Gazali as a primary source that much discuss about Hadis problems Al-Gazali considered that all Hadis could become 'hujjah', except 'Hadis ahad' that relates with faith and 'Hadis dhaif' about every things. On valid Hadis criteriais the same as by salaf Muslim Scholar, it is only added on the extem aspect ie, the carefulness in the processing of data and avoiding the repetitiveness of carnal desire. And the intern aspect,the meaning of Hadis must be the same as/parallel with Al-Quran contents
Teacher Certification Allowance in Islamic Economic Perspective Rosmawati; Abustani Ilyas; Syaharuddin; Rahmawati Muin
INTERNATIONAL JOURNAL OF ECONOMICS, MANAGEMENT, BUSINESS, AND SOCIAL SCIENCE (IJEMBIS) Vol. 2 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : CV ODIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the process of obtaining teacher certification allowance, the implementation of certification allowances for the teacher, and the implications of teacher certification allowances from an Islamic economics view. The study followed a qualitative-descriptive research method with the researcher as the main instrument. The selection of the research sample was through the purposive sampling technique. Data were obtained through observation, interviews, and documentation which were then analyzed using interaction analysis techniques. There are three main findings in this study. First, teacher certification allowance was obtained through three channels: the education path with the Direct Provision of Educator Certificates (PSPL), the teacher functional path with the portfolio (PF), and the PLPG and PPG training pathways. Second, the implementation of teacher certification allowances in the perspective of Islamic economics, in general, has gone according to expectations. However, the essential goal of the certification program, namely increasing teacher competence, was secondary to some teachers. Third, teachers who receive certification allowances did not think that the income earned was entirely for themselves; some are for individual, family needs, and in the manner for Allah
KONTRIBUSI PEMIKIRAN HADIS RASYID RIDHA Abustani Ilyas
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 6, No 2 (2008)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v6i2.3148

Abstract

Aspek otentisitas hadis yang ditekankan kepada sanad adalah mereka yang tidak ta'ashub pada mazhabnya. Selain itu, dinyatakan sejumlah sanad yang dinilai cacat di dalam kitab Shahihain, seperti Hajjaj bin Muhammad, Ibrahim bin Yazid, al-A'la bin 'Abd al-Rahman, dan sebagainya. Demikian aspek matan, ia menolak hadis yang mengandung unsur gharib, seperti hadis yang menerangkan tanda kiamat, dajjal, Mahdi akhir zaman, turunnya Nabi Isa dan sebagainya. Rasyid Ridha juga memberikan interpretasi hadis yang menggunakan interpretasi kontekstual dan intertekstual, yakni memahami hadis beserta kaitannya kondisi sosial nabi saw dengan lebih awal mengembalikan pemaknaannya kepada Alquran
Nilai-Nilai Perencanaan Pendidikan Islam (Kisah Nabi Musa As Bersama Nabi Khidir As ) Dalam Surah Al Kahfi Ayat 60-82 Muamar Asykur; Abustani Ilyas; H.M Hasibuddin Mahmud; Nashiruddin Pilo; St Habibah
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i02.2237

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kisah dalam al-Qur’an yang menyuguhkan nilai-nilai teologis dan sekaligus nilai-nilai moralitas sosial sebagai pesan penting yang hendak disampaikan kepada manusia. Apa yang terjadi pada kisah Nabi Musa dengan Nabi Khidir memberikan wawasan baru tentang pesan-pesan perencanaan pendidikan yang tersurat guna diaplikasikan dalam kegiatan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah menggali konsep perencanaan yang dilakukan oleh Nabi Musa dan Nabi Khidir yang secara tersurat memiliki makna perencanaan. Oleh karena itu, penelitian ini terfokus pada bagaiamana kontruksi naratologi perencanaan dalam kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis library research. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis yang bersifat normatif dan historis yang disesuaikan dengan sumber sumber kepustakaan. Teknik analisis datanya menggunakan metode interpretasi atau tafsir teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai perencanaan yang disajikan dalam kisah tersebut yaitu; receiving, responding, valuing, organization, characterization by a value or value complex.
Manhaj Ibn Hibban dalam Kitab al-Ṡiqāt (Kritik Rijāl al-Ḥadīṡ Kategori Majhūl) Arfan Arfan; Abustani Ilyas; Muhammad Sabir Maidin; La Ode Ismail Ahmad
NUKHBATUL 'ULUM: Jurnal Bidang Kajian Islam Vol 8 No 1 (2022): NUKHBATUL 'ULUM: Jurnal Bidang Kajian Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/nukhbah.v8i1.531

Abstract

This study examined Ibn Hibban's manhaj in his work al-Ṡiqāt, with a particular emphasis on his criticism of rijāl al-hadīs majhūl category. This research utilized a historical and philosophical method, using data sources including Ibn Hibban's work al-Ṡiqāt, as well as additional books, books, and articles that explore al-jarḥ wa al-ta'dīl. The data were gathered from representative references, identified, selected, and cited based on their relevance to the issue, and then examined utilizing content analysis and comparison approaches. The findings of this analysis suggested that Ibn Hibban considered 'adālah to be the fundamental nature of a Muslim, such that if a narrator was not jarhed, 'adālah was what applied to him. Parts scholars believed that some of Ibn Hibban's evaluations in al-Ṡiqāt were accurate, while others believed they were not. This was because Ibn Hibban's rules contradicted the jumhur in determining the justice of a narrator, and there was a contradiction between Ibn Hibban's statement in al-Ṡiqāt and his practice, in which Ibn Hibban included narrators who he himself determined were not ṡiqah under various categories and for a specific purpose. In contrast to Ibn Hibban's manhaj, Ibn Hibban included the narrators of the majhūl in al-Ṡiqāt since they were not plundered.
Perspektif Pendidikan Islam Tentang Manajemen Perubahan Untuk Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam Mahlani; Abustani Ilyas; Nashiruddin Pilo; Hasibuddin Mahmud
Journal of Management Science (JMS) Vol. 3 No. 2 (2022): Juli - Desember
Publisher : Doktor Ilmu Manajemen, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jms.v3i2.1105

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mengkaji perspektif pendidikan Islam tentang manajemen perubahan untuk pengembangan lembaga pendidikan Islam2) menganalisis perspektif pendidikan Islam tentang manajemen perubahan untuk pengembangan lembaga pendidikan Islam3) mendeskrepsikan Output formulasi manajemen perubahan terhadap pengembangan kelembagaan pendidikan islam Dalam menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan pendekatan multidisipliner, yaitu historis, sosiologis, teologis, filosofis dan pendekatan pedagogis-manajerial.Jenis penelitian ini tergolong Library Research, data dikumpulkan dengan mengutip,menyadur dan menganalisis dengan menggunakan analisis isi (content analysis) analisis wacana dan penafsiran teks terhadap literatur yang representatif dan mempunyai relevansi dengan masalah yang dibahas, kemudian mengulas dan menyimpulkannya. Setelah mengadakan pembahasan tentang manajemen perubahan untuk pengembangan lembaga pendidikan Islam dilihat dari perspektif pendidikan Islam, maka perlu ada perubahan perspektif meliputi perubahan paradigma pengembangan ilmu baik dari aspek ontologi, epistemologi aksiologi, maupun tujuan perubahan dengan mengacu kepada term-term kunci tentang perubahan, terminologi pendidikan Islam dan teori-teori perubahan yang dibangun dalam Islam. Dengan mengkaji elemen-elemen tersebut, dapat teridentifikasi tipologi, faktor-faktor pendorong, model koordinasi, komunikasi dan resistensi perubahan. Kemudian perlu ada perubahan pada aspek proses manajemen perubahan meliputi cara mengelola manajemen perubahan yang efektif dalam lembaga pendidikan Islam dengan mengacu kepada konsep dasar manajemen dalam perspektif Islam dan fungsi-fungsinya yang intinya pada tata kelola dengan komitmen yang kuat untuk berubah yang prosesnya diinspirasi oleh Alqr’an baik dalam pendekatan mazhab individu, kelompok maupun sistem terbuka. Perubahan pada aspek out put meliputi, perubahan mindset, rumusan sistem pendidikan yang islami, desain pendidikan bermutu, rekonstruksi nilai-nilai dalam kelembagaan pendidikan Islam, penghargaan terhadap kemanusiaan, serta keteladanan dalam kepemimpinan manajeman perubahan sebagai inti dari kesuksesan. Implikasi penelitian ini semestinya perubahan yang terjadi tidak bersifat destruktif. Perubahan seyogyanya berpihak kepada kualifikasi-kualifikasi positif dan konstruktif, sejalan dengan perintah Tuhan dalam Alqur’an, dan diimlementasikan dalam prilaku kehidupan sehari-hari Nabi Muhammad SAW. Lembaga-lembaga pendidikan Islam terutama pesantren, perlu merumuskan dan mendesain kembali perubahan-perubahan dan manajemennya agar lembaga pendidikan Islam tetap berkembang dan survive dan perubahan-perubahan yang terjadi tidak melahirkan resistensi dan konflik seiring dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi sebagai ciri peradaban baru Islam.
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN ISLAM DI SPANYOL DAN SISILIA Abustani Ilyas; Alimuddin Hasan Palawa; Rahman; Wahyu Nurhalim
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 1 No. 2 (2022): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.522 KB) | DOI: 10.55681/seikat.v1i2.335

Abstract

Interaksi kebudayaan Islam dan Eropa terjadi melalui usaha umat Islam untuk menyebarkan Islam dan memperluas wilayah kekuasaan mereka. Kebudayaan Islam masuk ke Eropa melalui tiga jalan. Yaitu penguasaan umat Islam atas Spanyol, penguasaan umat Islam atas Sisilia, dan melalui tragedi perang Salib yang membawa dampak positif yang signifikan bagi bangsa Barat. Melalui ketiga jalan inilah kebudayaan Arab masuk ke Eropa dan bahkan diadopsi oleh bangsa yang dikuasai. Masuknya Islam ke Spanyol diawali oleh tiga pahlwan, mereka yaitu Tharif, Thariq dan Musa, yang melakukan ekspansi dengan melakukan penyeberangan melalui selat diantara Maroko dan Eropa. Islam masuk di Sisilia pada masa pemerintahan Aghlabiyah melalui dengan selat Cartago. Masuknya Islam ke Eropa membawa dampak kemajuan yang sangat pesat dalam peradaban, antara lain kemajuan intelektual dan kemegahan bangunan. Kemajuan dunia barat (Eropa) tidak terlepas dari peranan pulau Sisilia, yang merupakan sarana yang paling penting dalam mentransfer khasanah ilmu pengetahuan dan kehidupan spritual umat Islam. Selain dalam bidang sains, pertanian, pertambangan turut mengalami kemajuan di bawah pemerintahan Islam. Kemunduran dan kehancuran Islam di Spanyol disebabkan beberapa hal, antara lain konflik penguasa Islam dengan penguasa Kristen, tidak adanya ideologi pemersatu, karena kesulitan ekonomi, tidak jelasnya sistem peralihan kekuasaan dan karena letaknya yang terpencil dari wilayah dunia Islam yang lain. Sedangkan kemunduran  dan kehancuran Sisilia disebabkan adanya ketidakpuasan orang-orang Sisilia terhadap gubernur yang dikirim oleh penguasa Fatimah ke Sisilia sebagai reaksi ketidakpuasan ini, mengakibatkan umat Islam di Sisilia tidak solid dan loyal terhadap pemerintah.
Fitrah Penampilan Diri (Studi Mengenai Anjuran Mencabut Bulu Ketiak) Zikriadi; Abustani Ilyas; Mahmuddin
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v2i1.154

Abstract

This research discusses the nature of self-appearance or (personal grooming) which contains suggestions, one of which is to remove armpit hair. This research is included in a literature review, the object of this study is hadiths related to personal grooming, the approach used is maqasid al-shari'ah al-syatibi. The results of the study reveal that self-appearance is part of aesthetics and in Islam it is included in adab or ethics as part of the sunnahs of human nature. The benefits of shaving the armpit hair are cleanliness and health, so removing it is a sunnah and is liked.
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN ISLAM DI SPANYOL DAN SISILIA Abustani Ilyas; Alimuddin Hasan Palawa; Rahman; Wahyu Nurhalim
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 1 No. 2 (2022): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v1i2.335

Abstract

Interaksi kebudayaan Islam dan Eropa terjadi melalui usaha umat Islam untuk menyebarkan Islam dan memperluas wilayah kekuasaan mereka. Kebudayaan Islam masuk ke Eropa melalui tiga jalan. Yaitu penguasaan umat Islam atas Spanyol, penguasaan umat Islam atas Sisilia, dan melalui tragedi perang Salib yang membawa dampak positif yang signifikan bagi bangsa Barat. Melalui ketiga jalan inilah kebudayaan Arab masuk ke Eropa dan bahkan diadopsi oleh bangsa yang dikuasai. Masuknya Islam ke Spanyol diawali oleh tiga pahlwan, mereka yaitu Tharif, Thariq dan Musa, yang melakukan ekspansi dengan melakukan penyeberangan melalui selat diantara Maroko dan Eropa. Islam masuk di Sisilia pada masa pemerintahan Aghlabiyah melalui dengan selat Cartago. Masuknya Islam ke Eropa membawa dampak kemajuan yang sangat pesat dalam peradaban, antara lain kemajuan intelektual dan kemegahan bangunan. Kemajuan dunia barat (Eropa) tidak terlepas dari peranan pulau Sisilia, yang merupakan sarana yang paling penting dalam mentransfer khasanah ilmu pengetahuan dan kehidupan spritual umat Islam. Selain dalam bidang sains, pertanian, pertambangan turut mengalami kemajuan di bawah pemerintahan Islam. Kemunduran dan kehancuran Islam di Spanyol disebabkan beberapa hal, antara lain konflik penguasa Islam dengan penguasa Kristen, tidak adanya ideologi pemersatu, karena kesulitan ekonomi, tidak jelasnya sistem peralihan kekuasaan dan karena letaknya yang terpencil dari wilayah dunia Islam yang lain. Sedangkan kemunduran  dan kehancuran Sisilia disebabkan adanya ketidakpuasan orang-orang Sisilia terhadap gubernur yang dikirim oleh penguasa Fatimah ke Sisilia sebagai reaksi ketidakpuasan ini, mengakibatkan umat Islam di Sisilia tidak solid dan loyal terhadap pemerintah.
Co-Authors , Zulfahmi Alwi Ade Darmawan Alang, Sattu Ali Fathurrahman Alimuddin Hasan Palawa Amiruddin Andi Nanda Anisa Annisa Lutfiyah Ansharullah Ansharullah Anwar, Nurfiah Aprianti, Sheila Arfan Arfan Arifai, Samsul Arifuddin Ahmad Asmar, Afidatul Assagaf, M. Yusuf Asykur, Muamar B, Basri Bahri, Alim Budihartono Darnanengsih, Darnanengsih Darussalam, Andi Erwin Hafid Fadel, Muhammad Fatmal, Abd. Bashir H, Hartinawanti H.M Hasibuddin Mahmud Ibrahim Baso, Andi Hadi Ibrahim Kamaruddin Ibrahim, Ummu Fadhilah Imran Idrus, Sulkifli Jamaluddin La Ode Ismail Ahmad La Ode Ismail Ahmad La Ode Ismail Ahmad La Ode Ismail Ahmad La Ode Ismail Ahmad, La Ode Ismail Lubis, Muh. M.Tasbih Mahlani Mahmuddin Malik, Masriwaty Marwah Limpo Muflih Naufal Irfan Muhammad Sabir Muhammad Sabir Maidin Muhammad Yahya Muhammad Yahya Muhammad Yasin Muhammad Yusuf Muhammad Zaifuddin Muhammadiyah Amin Nashiruddin Pilo Nashiruddin Pilo Nasir, St. Magfirah Nur Astilah Astin Nurchalis Aziz Nursanti Nurul Hasanah Permata, Srianti Pratama, Ahmad Arkal Putra, Eka Mahendra Puyu, Darsul S. Rahman Rahmawati Muin Raodhatul Fitri Raudatussolihah, Baiq Rezky Awaliah ridwan, hardiyanti Ridwan, Ridwan Rosmawati Sabari Sabari Safriani, Laela Said, Muhammad Fikran Saleh, Musyirah Salwah Suherman Sapinah Sidra, Siti Sitti Aminah St Habibah Sugeng Santoso Suriyanti, Lenni Syaharuddin Syamsinar Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Tajibu, Kamaluddin Tasbih Tasbih Tasmin Tangngareng, Tasmin Tenri Leleang, Andi Tonang, Muhammad Touku Umar Usman, Asiqah Wafa, Itmamul Wahyu Nurhalim Zikriadi Zulfahmi Alwi Zulfahmi Alwi Zulfahmi Alwi