Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SI AKSI PIONIR: SKRINING GULA DARAH, ASAM URAT, KOLESTEROL DAN EDUKASI KESEHATAN DI DESA SABAH BALAU, LAMPUNG SELATAN Yulianasari Pulungan; Afriyani; Ervina Damayanti; Rasmi Zakiah Oktarlina
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3829

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes melitus, hipertensi, hiperurisemia, dan dislipidemia merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan rutin menyebabkan banyak kasus tidak terdeteksi sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini melalui skrining kesehatan serta meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui edukasi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sabah Balau, Kabupaten Lampung Selatan, dengan melibatkan 22 peserta berusia 25–58 tahun. Metode yang digunakan meliputi anamnesis, pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol, serta pemberian edukasi kesehatan secara langsung berdasarkan hasil pemeriksaan. Hasil menunjukkan sebagian besar peserta dalam kondisi normal, namun ditemukan beberapa individu dengan faktor risiko, yaitu 3 orang hipertensi, serta masing-masing 1 orang dengan kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol tinggi. Edukasi yang diberikan secara personal dan interaktif mampu meningkatkan pemahaman peserta terkait kondisi kesehatannya dan pentingnya penerapan pola hidup sehat. Kesimpulannya, kombinasi skrining dan edukasi merupakan pendekatan efektif dalam upaya promotif dan preventif untuk mendeteksi dini serta mengendalikan PTM di masyarakat.
Profile Of Patient Diagnosed With Depression In Bandar Lampung In 2023 (BPJS Kesehatan Sample Data From 2024): A Descriptive Study Syaripah Ulandari; Yulianasari Pulungan; Dwi Ismayati; Made Laksmi Meiliana
International Journal of Health Systems and Policy Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1 June 2026
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/ijhsp.v2i1.1622

Abstract

Depression is a major global public health concern and a leading cause of disability worldwide, affecting individuals across various demographic groups. Despite its high burden, local descriptive data on depression remain limited, particularly in Bandar Lampung. This study aims to describe the sociodemographic profile of patients diagnosed with depression in Bandar Lampung in 2023 using BPJS Kesehatan sample data. This study employed a descriptive, observational, cross-sectional design using secondary data from the 2023 BPJS Kesehatan dataset. The sample included patients diagnosed with depression based on ICD-10 codes F32 and F33 who accessed referral healthcare facilities (FKRTL). A total of 41 patients from Bandar Lampung were included after data cleaning. Descriptive statistical analysis was conducted to summarize patient characteristics, including diagnosis type, generation, gender, participant segmentation, marital status, and healthcare costs. The results showed that the most common diagnosis was unspecified depressive episode (F329) (31.71%). The majority of patients were from Generation Z (41.46%), female (85.37%), and formally employed participants (31.71%). Most patients were married (53.66%). The total healthcare cost for depression cases reached IDR 10,929,600. These findings highlight the predominance of depression among younger individuals, women, and working populations. In conclusion, depression in Bandar Lampung is influenced by demographic and socioeconomic factors, with higher prevalence observed among vulnerable groups such as Generation Z and women. These findings underscore the need for improved mental health screening, targeted interventions, and strengthened healthcare system support to address depression effectively. Further studies with larger, more comprehensive datasets are recommended.