Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Media Audio Visual Berbasis Kearifan lokal di SD Negeri 091514 Buntu Turunan Kec. Hatonduhan: Pengabdian Hetdy Sitio; Minar Trisnawati L Tobing; Debby Yuliana Sinaga
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7444

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan terhadap proses pembelajaran di sekolah dasar. Guru dituntut mampu mengembangkan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik abad ke-21. Namun demikian, hasil observasi di SD Negeri 091514 Buntu Turunan Kabupaten Simalungun menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum memiliki kompetensi yang memadai dalam merancang media pembelajaran berbasis video menggunakan platform digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan media video pembelajaran berbasis YouTube melalui kegiatan workshop dan sosialisasi. Metode pelaksanaan terdiri atas tahap analisis kebutuhan, sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi hasil pelatihan. Kegiatan diikuti oleh sepuluh guru yang berasal dari SD Negeri 091514 Buntu Turunan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu merancang media video pembelajaran sederhana sesuai mata pelajaran yang diampu serta memahami proses publikasi video pada platform YouTube sebagai media pembelajaran digital. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga meningkatkan motivasi guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka. Pendekatan workshop yang dipadukan dengan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi guru sehingga dapat menjadi model pelatihan berkelanjutan bagi sekolah dasar yang memiliki karakteristik serupa. Program ini diharapkan mampu mendukung transformasi pembelajaran digital di sekolah dasar sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik
WORKSHOP DAN SOSIALISASI MEDIA KORAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN DI SD NEGERI 017107 KISARAN Eva Pasaribu; Desi Sijabat; D. Yuliana Sinaga; Maria Barus; Minar Trisnawati L Tobing; Hetdy Sitio; Emelda Thesalonika
Journal of Community Service (JCOS) Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jcos.v2i2.1003

Abstract

Pertimbangan dalam pemilihan media pembelajaran adalah SECTIONS (Student, Ease of use, Cost and time, Teacher and selection media, Interaction, Organizational, Networking, Security and privacy) atau dalam bahasa Indonesia dapat disebut siswa, mudah digunakan, biaya dan waktu, pemilihan media berdasarkan pembelajaran, interaksi, pengolahan masalah, membangun jaringan ilmu pengetahuan, dan keamanan. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam mengembangkan media koran digital adalah ketepatan pemilihan materi yang nyata, yang digunakan dalam kehidupan nyata pengguna. Media Koran Digital merupakan salah satu solusi dalam pengembangan bahan ajar. Hal ini diasumsikan bahwa hasil belajar PKn tidak dapat dilaksanakan dengan hanya satu media pembelajaran seperti buku paket PKn. Sebagaimana dipahami bersama bahwa saat ini kita berada dalam suatu dasawarsa dimana kecepatan dan intensitas lalu lintas dan komunikasi antar bangsa meningkat secara cepat. Melalui jalur elektronik misalnya, kontak lintas batas atau komunikasi antar bangsa di seluruh penjuru dunia bisa terjadi hanya dalam hitungan detik saja. Tentu saja informasi itu didapatkan dengan membaca dan mendengar dengan menggunakan media pembelajaran yang digunakan guru sebagai pendidik mempunyai peranan yang sangat penting untuk menjalankan efektifitas pembelajaran di kelas, salah satu indikatornya adalah guru harus mampu memanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam pembelajaran. Teknologi pendidikan mempunyai fungsi dalam proses pembelajaran mengatasi berbagai kesulitan dan mempermudah proses pembelajaran sesuai dengan karakteristik dan kondisi dimana teknologi tersebut diterapkan.