Roy Reeverdy
Departemen Teknik Pertambangan Dan Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMULIHAN AIR BERSIH PASCA BENCANA BANJIR MENGGUNAKAN TEKNOLOGI FILTER SEDERHANA DI DESA MENANGGINI KABUPATEN ACEH TAMIANG Dede Nurohim; M.A. Ade Saputra; Roy Reeverdy; Bimo Brata Adhitya; David Bahrin; Diah Kusuma Pratiwi; Hasan Basri
Jurnal Lentera Nusantara Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pelita Sriwijaya
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/23yv7898

Abstract

Bencana banjir mengakibatkan penurunan kualitas air bersih akibat meningkatnya kandungan sedimen, bahan organik, dan kontaminan yang mencemari sumber air masyarakat. Kondisi tersebut terjadi di Desa Menanggini, Kabupaten Aceh Tamiang, di mana sebagian besar masyarakat masih memanfaatkan air sumur sebagai sumber utama kebutuhan rumah tangga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas air bersih melalui penerapan teknologi filter sederhana serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan air bersih pascabencana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi permasalahan, perancangan unit filter sederhana, sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi, serta monitoring dan evaluasi. Unit filter disusun menggunakan media kerikil, pasir silika, zeolit, arang aktif, dan ijuk sebagai media filtrasi bertingkat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa teknologi filter sederhana mampu meningkatkan kualitas fisik air, ditunjukkan dengan penurunan nilai kekeruhan dari 48 NTU menjadi 8 NTU (83,3%), penurunan Total Dissolved Solids (TDS) dari 420 mg/L menjadi 310 mg/L (26,2%), serta peningkatan nilai pH dari 6,2 menjadi 7,1 sehingga lebih mendekati kondisi netral. Selain itu, warna air berubah dari keruh kecokelatan menjadi jernih dan bau yang sebelumnya terdeteksi tidak lagi ditemukan setelah proses filtrasi. Dari aspek pemberdayaan, terjadi peningkatan partisipasi dan kapasitas masyarakat, di mana 90% peserta mampu membuat unit filter secara mandiri, 85% mampu mengoperasikan dan memelihara filter, serta 95% memahami pentingnya pengolahan air bersih setelah mengikuti pelatihan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi filter sederhana merupakan solusi yang efektif, ekonomis, dan mudah direplikasi dalam mendukung pemulihan kualitas air bersih serta meningkatkan ketangguhan masyarakat pada wilayah terdampak banjir.
Pengaruh Bedding shear terhadap Kestabilan Lereng Tunggal Menggunakan Analisis Keseimbangan Batas dan Probabilistik: Studi Kasus pada Area Highwall Tambang Batubara Terbuka PT. “X”di Kalimantan Selatan, Indonesia Luliana Luliana; Astrid Fadhilah; Roy Reeverdy; Muhammad Annis Wichi Luthfina; Febiyora Chandra Kirana
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.142

Abstract

Beberapa kejadian longsoran telah dilaporkan akibat keberadaan bedding shear, yaitu lapisan yang tersusun atas laminasi yang mengalami pergeseran (sheared lamination) dan batulempung karbonan (carbonaceous mudstone) yang berasosiasi dengan rembesan air ke dalam lapisan tersebut. Bidang diskontinuitas yang terbentuk menciptakan bidang lemah yang berpotensi menjadi bidang gelincir sehingga memicu terjadinya longsoran. Material penyusun lereng pada lokasi penelitian terdiri atas batupasir, batulempung, serpih berlaminasi, batulanau, dan batubara. Lereng memiliki bidang diskontinuitas berupa bidang perlapisan dan kekar. Geometri lereng tunggal pada lokasi penelitian memiliki tinggi sekitar ±17 m dengan sudut kemiringan 29°. Salah satu kejadian pergerakan massa batuan terjadi di PIT “X”, tepatnya dengan elevasi RL -160 hingga -174, yang disebabkan oleh keberadaan bedding shear pada lantai lapisan batubara (floor seam) T110. Analisis dilakukan menggunakan metode Direct Shear Strength Test (DST), Rock Mass Rating (RMR), serta metode Keseimban’gan Batas (Limit Equilibrium Method). Analisis Probability of Failure (PoF)  dilakukan menggunakan perangkat lunak Slide 6.0 dengan menerapkan kriteria keruntuhan Mohr–Coulomb dan Generalized Hoek–Brown. Berdasarkan hasil analisis, pada lereng dengan sudut kemiringan 34° diperoleh Probability of Failure (PoF)  sebesar 23%, sedangkan pada lereng dengan sudut kemiringan 64° diperoleh Probability of Failure (PoF)  sebesar 17,5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keberadaan bedding shear memberikan pengaruh terhadap stabilitas lereng dan berpotensi menjadi bidang gelincir yang memicu terjadinya longsoran.