Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Beyond Financial Literacy: The Role of Maqāṣid Shariah Literacy and Institutional Trust in Islamic Family Financial Planning Dea Aryandhana Mulyana Haris; Ulumuddin Nurul Fakhri; Aminah Nuriyah
Tazkia Islamic Finance and Business Review Vol. 20 No. 1 (2026): TIFBR
Publisher : Faculty of Islamic Business and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/tifbr.v20i1.540

Abstract

This study examines the influence of Islamic Financial Literacy, Maqāṣid Shariah Literacy, and Trust in Islamic Financial Institutions on Competency in Islamic Family Financial Planning among Muslim households in West Java, Indonesia. A quantitative explanatory approach with a cross-sectional survey design was employed. Data were collected from 200 respondents through purposive sampling and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results reveal that Maqāṣid Shariah Literacy (β = 0.370, p < 0.001) and Trust in Islamic Financial Institutions (β = 0.455, p < 0.001) significantly enhance Islamic family financial planning competence, whereas Islamic Financial Literacy does not have a significant effect (β = 0.093, p = 0.257). The model accounts for 76.6% of the variance in the endogenous variable, indicating substantial explanatory power. These findings suggest that ethical values embedded in maqāṣid principles and institutional trust are more critical than technical financial knowledge in shaping Islamic financial capability. The study enriches the financial capability literature by emphasizing the role of value-based literacy and institutional confidence in promoting sustainable Islamic household financial management.
PEMBELIAN IMPULSIF DI ERA DIGITAL: PENGARUH KEPRIBADIAN DAN KECANDUAN SMARTPHONE Hifizah Nur; Dewi Murtiningsih; Fatma Nuraqmarina; Ade Ubaidah; Ulumuddin Nurul Fakhri; Ananda Putri; Padma Suryani Wijaya; Aqila Nashwa; Alda Ambarsari Al Barkah
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v8i1.3948

Abstract

Perilaku belanja online secara impulsif menunjukkan peningkatan seiring dengan pertumbuhan pesat e-commerce dan intensitas penggunaan smartphone. Fenomena ini menjadi semakin kompleks ketika dikaitkan dengan faktor kepribadian dan kecanduan smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lima besar ciri kepribadian (Big Five Personality Traits) serta kecanduan smartphone terhadap perilaku pembelian impulsif online pada Generasi Z di wilayah Jabodetabek. Penelitian ini merupakan salah satu studi awal yang mengintegrasikan ketiga variabel tersebut pada populasi Generasi Z di kawasan metropolitan Indonesia. Lima faktor kepribadian yang meliputi neuroticism, extraversion, openness to experience, agreeableness, dan conscientiousness mengacu pada kerangka yang dikemukakan oleh John dan Srivastava (1999). Kecanduan smartphone diukur menggunakan Smartphone Addiction ScaleShort Version (SAS-SV) yang dikembangkan oleh Viola (2021), sedangkan perilaku pembelian impulsif online diukur menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Rook dan Hoch (1985) yang telah diadaptasi dalam konteks belanja online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif dan regresi, serta Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan struktural antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Big Five Personality Traits dan kecanduan smartphone tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap perilaku pembelian impulsif online. Namun, dimensi agreeableness dan conscientiousness berhubungan negatif, sedangkan neuroticism berhubungan positif signifikan dengan kecanduan smartphone pada responden. Temuan ini memberikan perspektif baru dalam kajian psikologi digital di Indonesia, bahwa perilaku pembelian impulsif online pada Generasi Z lebih dipengaruhi oleh faktor situasional seperti kondisi ekonomi dan pola penggunaan smartphone dibandingkan faktor kepribadian, sebagaimana banyak dilaporkan dalam konteks negara lain.