This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sains Agro
Jeremy Andreas Sim
Universitas Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tren Dan Perkembangan Penelitian Curah Hujan Dalam Kajian Hidrologi: Analisis Bibliometrik Komparatif Di Asia Tenggara, Asia Timur, Dan Timur Tengah Ivana Christine Sembiring Brahmana; Zulkifli Matondang; Edo Barlian; Hindra Karamah Putra Handana; Heri Pranata Sitorus; Jeremy Andreas Sim; Wisnu Prayogo
Jurnal Sains Agro Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v11i1.1967

Abstract

Perubahan pola curah hujan dan meningkatnya kejadian hidrologi ekstrem telah mendorong perkembangan penelitian hidrologi di berbagai kawasan. Penelitian ini bertujuan memetakan tren, struktur intelektual, dan perkembangan tema penelitian curah hujan dalam kajian hidrologi di Asia Tenggara, Asia Timur, dan Timur Tengah melalui analisis bibliometrik komparatif. Data publikasi diperoleh dari basis data Web of Science dan dianalisis berdasarkan pertumbuhan publikasi, afiliasi dan penulis produktif, bidang penelitian, topik sitasi, peta tematik, serta jaringan kemunculan bersama kata kunci. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan publikasi yang nyata di ketiga kawasan, meskipun tingkat produktivitas dan kepadatan jaringannya berbeda. Asia Timur memiliki struktur kelembagaan dan jaringan pengetahuan yang paling padat, sedangkan penelitian di Asia Tenggara lebih menonjolkan risiko banjir, limpasan, curah hujan monsun, dan pemodelan hidrologi. Penelitian di Timur Tengah lebih banyak diarahkan pada hidrologi wilayah kering, kekeringan, pengisian ulang air tanah, degradasi lahan, dan pengelolaan sumber daya air. Di seluruh kawasan, hidrologi, presipitasi, limpasan, pemodelan, dan perubahan iklim menjadi tema utama yang menghubungkan berbagai kelompok penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi iklim, ketersediaan data, kapasitas institusional, dan kolaborasi ilmiah membentuk arah perkembangan penelitian di setiap kawasan. Studi ini dapat menjadi dasar untuk memperkuat kolaborasi lintas wilayah, mengembangkan pemodelan hidroklimat yang adaptif, dan mengarahkan penelitian mendatang pada pengelolaan risiko hidrologi