Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kinerja Penjadwalan pada Proyek Pembangunan Gedung Bertingkat Asrama Putra SMA Monica Agnes Marbun; Refina Olivia Simamora; Rista Lumbantoruan; Ronal Regen Silitonga; Edo Barlian; Ivana Christine Sembiring Brahmana
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.11022

Abstract

Proyek pembangunan gedung bertingkat merupakan salah satu jenis proyek konstruksi yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena melibatkan banyak aktivitas yang saling berkaitan serta membutuhkan koordinasi yang baik antar sumber daya. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proyek adalah kinerja penjadwalan yang efektif dalam mengatur urutan pekerjaan, durasi kegiatan, dan alokasi sumber daya sehingga proyek dapat diselesaikan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan. Keterlambatan dalam pelaksanaan proyek sering terjadi akibat kurang optimalnya perencanaan dan pengendalian jadwal, yang dapat berdampak pada peningkatan biaya dan penurunan produktivitas pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penjadwalan pada proyek pembangunan gedung bertingkat serta mengidentifikasi aktivitas yang berpengaruh terhadap pencapaian waktu penyelesaian proyek. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data berupa daftar aktivitas pekerjaan, durasi kegiatan, hubungan ketergantungan antar pekerjaan, dan jadwal pelaksanaan proyek. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan jaringan kerja (network planning) untuk mengevaluasi urutan aktivitas dan menentukan aktivitas kritis yang memengaruhi waktu penyelesaian proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa evaluasi kinerja penjadwalan dapat membantu mengidentifikasi potensi keterlambatan sejak dini serta memberikan dasar dalam pengambilan keputusan untuk pengendalian waktu proyek. Dengan penerapan sistem penjadwalan yang terencana dan terstruktur, pelaksanaan proyek pembangunan gedung bertingkat dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sehingga mendukung keberhasilan proyek secara keseluruhan.
Tren Dan Perkembangan Penelitian Curah Hujan Dalam Kajian Hidrologi: Analisis Bibliometrik Komparatif Di Asia Tenggara, Asia Timur, Dan Timur Tengah Ivana Christine Sembiring Brahmana; Zulkifli Matondang; Edo Barlian; Hindra Karamah Putra Handana; Heri Pranata Sitorus; Jeremy Andreas Sim; Wisnu Prayogo
Jurnal Sains Agro Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v11i1.1967

Abstract

Perubahan pola curah hujan dan meningkatnya kejadian hidrologi ekstrem telah mendorong perkembangan penelitian hidrologi di berbagai kawasan. Penelitian ini bertujuan memetakan tren, struktur intelektual, dan perkembangan tema penelitian curah hujan dalam kajian hidrologi di Asia Tenggara, Asia Timur, dan Timur Tengah melalui analisis bibliometrik komparatif. Data publikasi diperoleh dari basis data Web of Science dan dianalisis berdasarkan pertumbuhan publikasi, afiliasi dan penulis produktif, bidang penelitian, topik sitasi, peta tematik, serta jaringan kemunculan bersama kata kunci. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan publikasi yang nyata di ketiga kawasan, meskipun tingkat produktivitas dan kepadatan jaringannya berbeda. Asia Timur memiliki struktur kelembagaan dan jaringan pengetahuan yang paling padat, sedangkan penelitian di Asia Tenggara lebih menonjolkan risiko banjir, limpasan, curah hujan monsun, dan pemodelan hidrologi. Penelitian di Timur Tengah lebih banyak diarahkan pada hidrologi wilayah kering, kekeringan, pengisian ulang air tanah, degradasi lahan, dan pengelolaan sumber daya air. Di seluruh kawasan, hidrologi, presipitasi, limpasan, pemodelan, dan perubahan iklim menjadi tema utama yang menghubungkan berbagai kelompok penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi iklim, ketersediaan data, kapasitas institusional, dan kolaborasi ilmiah membentuk arah perkembangan penelitian di setiap kawasan. Studi ini dapat menjadi dasar untuk memperkuat kolaborasi lintas wilayah, mengembangkan pemodelan hidroklimat yang adaptif, dan mengarahkan penelitian mendatang pada pengelolaan risiko hidrologi
Pemanfaatan Limbah Plastik Polyethylene Terephthalate (PET) Sebagai Agregat Kasar Beton Ringan: Systematic Literature Review Arrisha Anggraini; Wenny Herdianti; Ivana Christine Sembiring Brahmana; Titonik Feberman Hia; Melvi Maulita Napitupulu; I Gede Wyana Lokantara
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 10 No. 2 (2026): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/thjvb146

Abstract

Plastic waste, particularly polyethylene terephthalate (PET) from beverage bottles, constitutes a major source of non-biodegradable waste that is difficult to decompose and poses long-term environmental risks. The utilization of polyethylene terephthalate (PET) waste as a partial replacement for coarse aggregate in concrete offers a dual benefit: reducing plastic waste while conserving natural aggregates and decreasing concrete density for lightweight applications.This study systematically examines the mechanical properties of polyethylene terephthalate (PET)-based concrete through a systematic literature review following the PRISMA 2020 protocol, covering publications from 2018 to 2026. A literature search was conducted across the SINTA, Portal Garuda, Google Scholar, and Scopus databases, yielding 155 initial articles. After a rigorous screening process, 7 experimental studies met the inclusion criteria, namely those that utilized polyethylene terephthalate (PET) as a coarse aggregate substitute and reported quantitative data on compressive strength and/or density. The synthesis reveals a consistent trend in which increasing polyethylene terephthalate (PET) content reduces compressive  strength (ranging from 13–20 MPa at 5–10% substitution and 7–10 MPa at >25%) as well as density (1,645–1,900 kg/m³), resulting in lightweight non-structural concrete. A combination of PET and rice husk ash achieved an optimal compressive strength of 24.85 MPa. Substitution levels of 5–10% are most suitable for semi-structural elements, whereas levels above 25% are optimal for non-structural applications such as partition panels and precast drainage channels. 
Studi Literatur Karakteristik Fisik dan Mekanik Aspal Modifikasi Berdasarkan Hasil Uji Laboratorium (Periode 2020–2025) Wenny Herdianti; I Wayan Putra Jayantara Jayantara; Arrisha Anggarini; Ivana Christine Sembiring Brahmana; Melvi Maulita Napitupulu; A. Daniel Anderson Munthe
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 10 No. 2 (2026): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/anqs5b48

Abstract

Conventional asphalt still has limitations in withstanding increasing traffic loads and environmental influences, which can lead to permanent deformation, cracking, and a reduction in pavement service life. Various studies have developed modified asphalt to improve pavement performance; however, the findings remain scattered and have not been comprehensively synthesized. This study aims to examine the physical and mechanical characteristics of modified asphalt based on laboratory testing results using the Systematic Literature Review (SLR) method. Data were collected from Google Scholar, ScienceDirect, SpringerLink, ResearchGate, and SINTA-indexed national journals published between 2020 and 2025. The initial search yielded 85 articles, and after applying the inclusion and exclusion criteria, 11 articles were selected for analysis. The reviewed data included binder physical characteristics, rheological properties, and the mechanical characteristics of asphalt mixtures. The results indicate that the use of modification materials such as polymers, rubber, nanomaterials, and plastic waste generally improves the softening point, Marshall stability, and resistance to permanent deformation. However, the increased stiffness observed in some modified asphalt types may reduce mixture flexibility and increase the risk of cracking at low temperatures. Therefore, modified asphalt has significant potential to enhance pavement performance, but the selection of modification materials and their dosage should be adjusted to technical requirements to achieve optimal performance.