Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Normative Legal Study on PELAJAR Design in Gresik Regency Suyanto Suyanto; Riski Dwi Prameswari; Devy Syanindita Roshida; Nafiatus Sintya Deviatin; Ika Ayudyanti; Anik Nur Kholifah; Tomi Indarto; Darin Farah Nabilah; Mohammad Setyo Puji Raharjo
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v8i1.8971

Abstract

This Normative Legal Study on PELAJAR (Peta Kebutuhan Pelatihan Kerja) Design in Gresik Regency examines the misalignment between national vocational paradigms and local industrial exigencies. Using statute and conceptual approaches, the study scrutinizes Presidential Regulation No. 68/2022 alongside regional mandates to identify regulatory gaps. Crucially, the quantitative metrics presented, such as the 60–65% efficacy rate, are normative analytical constructs reflecting the "degree of legal synchronization" rather than empirical statistical measurements. Findings reveal that the current PELAJAR design achieves only partial alignment, as centralized modules frequently marginalize hyperlocal imperatives such as petrochemical safety. This discrepancy creates a legislative vacuum that undermines the 60% local hiring quota mandated by Gresik's regulations, resulting in suboptimal labor absorption. The study concludes that the top-down framework risks normative obsolescence amidst regional expansion. Proposed reforms include institutionalizing a "Regional Synchronization Clause," introducing a "PELAJAR-Lokal Variant" with 40% of content customized, and implementing "Vocational Compliance Audits" under administrative court oversight. Such legislative restructuring is essential to transforming the PELAJAR blueprint into a dynamic instrument capable of achieving Indonesia's human capital vision within an 18-month roadmap.
PRESBOT SEMARAK: Inovasi Teknologi Tepat Guna untuk Penguatan Keberlanjutan Bank Sampah di Desa Cerme Kidul, Kabupaten Gresik Akmal Nur Faletehan; Murni Diajeng Mustika; Teguh Pramana Putra; Mochammad Badrus Salam; Elsa Fernanda W N Rahmawati; Liana Liana; Aunur Romadlon; Suci Dwi Cahyani; Alfiyah Inda Sari; Fiyayah Mufarihah; Tegar Ari Setiawan; Lina Sihatin Cahyani; Nafiatus Sintya Deviatin
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 10 (2026): Agustus
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/zp6dn649

Abstract

Pengelolaan botol plastik pada bank sampah menghadapi persoalan praktis berupa kebutuhan ruang penyimpanan dan penanganan material yang kurang efisien ketika botol dikumpulkan dalam kondisi utuh. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan PRESBOT SEMARAK (Pengepres Botol Plastik) sebagai teknologi tepat guna untuk mendukung keberlanjutan bank sampah di Desa Cerme Kidul, Kabupaten Gresik. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata melalui identifikasi kebutuhan, perancangan, pembuatan alat, pengujian fungsi, demonstrasi penggunaan, dan serah terima kepada masyarakat. Alat dikembangkan menggunakan konstruksi kayu dengan mekanisme tuas manual sehingga pengoperasiannya tidak bergantung pada sumber energi listrik. Hasil kegiatan menunjukkan tersedianya tiga unit alat yang diperkenalkan melalui demonstrasi langsung kepada masyarakat dan ditempatkan sebagai sarana pendukung kegiatan bank sampah. Selain menghasilkan produk fisik, kegiatan diarahkan pada transfer keterampilan agar masyarakat memahami cara mengoperasikan dan merawat alat serta memiliki peluang untuk mengembangkan atau membuat unit serupa secara mandiri. PRESBOT SEMARAK merupakan salah satu bentuk implementasi Gerakan Desa SEMARAK (Sehat, Aman, Sejahtera, Kreatif), khususnya melalui penguatan kreativitas dan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun keberlanjutan program bank sampah melalui teknologi sederhana yang dapat digunakan dan dikembangkan pada tingkat lokal.