Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembuatan Foto Thumbnail Menggunakan Metode Seam Carving dan Salient Detection Much Chafid; Agus Wibowo; Pratama Eskaluspita; Muhammad Turmudzi; Riski Dwi Prameswari; Suyanto Suyanto
Jurnal Teknologi Informasi dan Terapan Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtit.v10i2.319

Abstract

Image resizing yaitu sebuah proses mengolah gambar atau citra dengan tujuan merubah ukuran gambar. Metode yang paling sering digunakan adalah cropping atau scaling. Fungsi cropping adalah menghapus pixel didalam batasan tertentu dalam sebuah gambar. Scaling yaitu merubah ukuran citra berdasarkan skala. Isi dalam citra tidak dipertimbangkan pada scaling. Sehingga berakibat, dalam foto thumbnail diproses belum bisa menyampaikan informasi yang di anggap paling penting. Seam carving yaitu sebuah method yang berfungsi merubah besaran citra dengan menambahkan atau menghapus carve beberapa pixel dari elemen citra digital yang tidak sama. Seam carving sering kali memakai fungsionalitas energy yang berguna sebagai penentu tingkatan pixel yang terdapat disebuah citra. Seam merupakan jalur penghubung dari pixel-pixel citra baik secara vertikal maupun horizontal yang dilewati oleh fungsi energi rendah. Perubahan size citra menggunakan seam carving dianggap lebih baik dibandingkan cropping dan scaling. Tetapi, metode seam carving masih belum bisa menjaga objek yang dianggap paling penting. Dalam menanggulangi kelemahan ini, bisa menggunakan perpaduan antara seam carving algorithm dengan salient detection. Pada penelitian ini akan melakukan improving kedua metode tersebut yang difungsikan sebagai pembuat thumbnail. Hasil yang diperoleh dari salient detection yaitu area yang paling penting dari citra akan dideteksi dan digunakan rujukan didalam merubah size dari citra tersebut (seam carving). Penelitian ini membandingkan tiga algoritma metode salient detection yang merujuk pada 3 paper, dari hasil RMSE dengan citra ground truth paper ke 2 lebih baik dikarenakan memiliki nilai errornya yang lebih sedikit. Dataset yang digunakan adalah 200 citra. Dalam perhitungan Nilai akurasi penulis menyebarkan kuesioner kepada 100 orang responden dan menghasilkan acceptance rate 78% sehingga diperoleh hasil Sangat Alami/Natural
Pengaruh Jogging terhadap Stres dan Kualitas Tidur pada Remaja Tingkat Akhir di SMAN 1 Kebomas Ilkha Malia; Riski Dwi Prameswari; Roihatul Zahroh
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 1 March 2026
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i1.3503

Abstract

Stres dan gangguan tidur merupakan masalah yang umum dialami oleh remaja tingkat akhir akibat tuntutan akademik, aktivitas sosial, dan perubahan psikologis. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi stres adalah jogging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jogging terhadap tingkat stres dan kualitas tidur pada remaja tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest–Posttest Design menggunakan teknik Simple Random Sampling yang melibatkan 60 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat stres sebelum intervensi sebesar 13,9333 dan menurun menjadi 9,5000 setelah intervensi. Rata-rata skor kualitas tidur sebelum intervensi sebesar 21,7333 dan membaik menjadi 18,7167 setelah intervensi. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai signifikansi < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh jogging terhadap penurunan tingkat stres dan peningkatan kualitas tidur pada remaja tingkat akhir. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa jogging efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam membantu menurunkan stres dan meningkatkan kualitas tidur pada remaja tingkat akhir. Aktivitas jogging yang dilakukan secara rutin dapat membantu meningkatkan kesehatan fisik dan psikologis remaja.
The Effect of Drawing Therapy on Gadget Addiction and Emotional Well-Being Among Children Aged 7–8 Years Niswatin Khusuma Dwi; Riski Dwi Prameswari; Khalifatus Zuhriyah Alfianti
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 1 March 2026
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i1.3504

Abstract

The increasing use of gadgets among children aged 7–8 years has become a growing concern due to its potential to cause gadget addiction and emotional problems. Children who experience gadget addiction tend to show irritability, difficulty controlling emotions, decreased social interaction, and greater dependence on digital entertainment compared to other activities. Excessive gadget use may also interfere with children’s emotional development and social behavior. Drawing therapy is considered one of the non-pharmacological interventions that can help children express emotions creatively while diverting their attention from excessive gadget use. This study aimed to determine the effect of drawing therapy on gadget addiction and emotional conditions among children aged 7–8 years at SDN 2 Bakalan Pule Lamongan. This study employed a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 44 respondents selected using purposive sampling techniques. Data were collected using the Smartphone Addiction Scale (SAS) questionnaire and a children’s emotional questionnaire. Drawing therapy interventions were conducted for 30–45 minutes twice a week over four weeks. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The findings showed a significant decrease in gadget addiction levels after the intervention, with 75% of respondents categorized as having mild gadget addiction, while 55% demonstrated good emotional conditions. The study concludes that drawing therapy has a significant effect on reducing gadget addiction and improving emotional well-being among children aged 7–8 years.
A Normative Legal Study on PELAJAR Design in Gresik Regency Suyanto Suyanto; Riski Dwi Prameswari; Devy Syanindita Roshida; Nafiatus Sintya Deviatin; Ika Ayudyanti; Anik Nur Kholifah; Tomi Indarto; Darin Farah Nabilah; Mohammad Setyo Puji Raharjo
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v8i1.8971

Abstract

This Normative Legal Study on PELAJAR (Peta Kebutuhan Pelatihan Kerja) Design in Gresik Regency examines the misalignment between national vocational paradigms and local industrial exigencies. Using statute and conceptual approaches, the study scrutinizes Presidential Regulation No. 68/2022 alongside regional mandates to identify regulatory gaps. Crucially, the quantitative metrics presented, such as the 60–65% efficacy rate, are normative analytical constructs reflecting the "degree of legal synchronization" rather than empirical statistical measurements. Findings reveal that the current PELAJAR design achieves only partial alignment, as centralized modules frequently marginalize hyperlocal imperatives such as petrochemical safety. This discrepancy creates a legislative vacuum that undermines the 60% local hiring quota mandated by Gresik's regulations, resulting in suboptimal labor absorption. The study concludes that the top-down framework risks normative obsolescence amidst regional expansion. Proposed reforms include institutionalizing a "Regional Synchronization Clause," introducing a "PELAJAR-Lokal Variant" with 40% of content customized, and implementing "Vocational Compliance Audits" under administrative court oversight. Such legislative restructuring is essential to transforming the PELAJAR blueprint into a dynamic instrument capable of achieving Indonesia's human capital vision within an 18-month roadmap.