Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENETAPAN KADAR ASETOSAL DENGAN METODE ASIDI-ALKALIMETRI Rifani Hutami Supardi; Felisity Glory Hippi; Naysila Tampolo; Alisya Halizah; Deanisyah Suruhama
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 5 (2026): Oktober: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i5.12088

Abstract

Penetapan kadar zat aktif merupakan salah satu tahapan penting dalam pengendalian mutu sediaan farmasi untuk menjamin keamanan, efektivitas, dan kualitas obat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar asetosal dalam sediaan tablet menggunakan metode asidi-alkalimetri serta memberikan pemahaman mengenai penerapan analisis kuantitatif dalam pengujian mutu obat. Metode yang digunakan adalah titrasi balik (back titration), yaitu mereaksikan sampel asetosal dengan larutan natrium hidroksida (NaOH) berlebih, kemudian menitrasi sisa NaOH menggunakan larutan baku asam klorida (HCl) dengan indikator fenolftalein. Percobaan juga dilakukan terhadap larutan blanko sebagai pembanding. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa volume HCl yang digunakan pada sampel sebesar 10,3 mL, sedangkan pada blanko sebesar 12,6 mL. Selisih volume tersebut menunjukkan bahwa sebagian NaOH telah bereaksi dengan asetosal sehingga kadar zat aktif dapat ditentukan melalui perhitungan titrimetri. Titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna larutan dari merah muda menjadi tidak berwarna. Metode asidi-alkalimetri terbukti sederhana, cepat, dan memiliki ketelitian yang baik apabila seluruh tahapan analisis dilakukan sesuai prosedur. Ketelitian dalam penimbangan sampel, pembacaan buret, pemanasan, serta penentuan titik akhir titrasi menjadi faktor penting yang memengaruhi keakuratan hasil penetapan kadar. Hasil analisis selanjutnya dapat dibandingkan dengan persyaratan Farmakope Indonesia sebagai dasar penilaian mutu sediaan tablet asetosal
IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT (BKO) DALAM SEDIAAN JAMU MENGGUNAKAN KLT Rifani Hutami Supardi; Putri Nabila Assegaf; Alisya Halizah; Rosalina Husaleka
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.11811

Abstract

Peredaran jamu yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) masih menjadi permasalahan dalam pengawasan obat tradisional di Indonesia karena dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Salah satu BKO yang sering ditemukan pada sediaan jamu pegal linu adalah parasetamol yang sengaja ditambahkan untuk memberikan efek analgesik secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan BKO pada sediaan jamu menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Sampel jamu dianalisis dengan menggunakan silika gel 60 F254 sebagai fase diam dan campuran etil asetat, kloroform, serta n-heksana sebagai fase gerak. Larutan baku pembanding dan sampel ditotolkan pada plat KLT, kemudian dielusi dan diamati di bawah sinar UV 254 nm untuk menentukan nilai faktor retensi (Rf). Hasil analisis menunjukkan bahwa sampel jamu menghasilkan tiga bercak dengan nilai Rf berturut-turut sebesar 0,57; 0,65; dan 0,85. Nilai Rf bercak pertama mendekati nilai Rf baku pembanding parasetamol sehingga mengindikasikan adanya dugaan kandungan BKO berupa parasetamol pada sampel jamu, sedangkan dua bercak lainnya diduga berasal dari senyawa lain yang terdapat dalam sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Kromatografi Lapis Tipis mampu digunakan sebagai metode skrining kualitatif yang sederhana, cepat, dan ekonomis untuk mendeteksi keberadaan BKO pada produk jamu. Pengawasan secara berkelanjutan terhadap obat tradisional perlu terus ditingkatkan guna menjamin keamanan, mutu, dan perlindungan konsumen dari peredaran produk yang tidak memenuhi persyaratan