Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelestarian Terumbu Karang sebagai Modal Alam: Pendampingan Masyarakat Pulau dalam Mendukung Blue Economy Berkelanjutan Is Arianto Pratama; Muhammad Imran Lapong; Sri Hutami Adiningsih S; Ratnah S; Nurliana Nurliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i5.4800

Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki fungsi ekologis dan ekonomi yang penting bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat pulau. Namun, meningkatnya tekanan terhadap ekosistem pesisir menuntut adanya upaya konservasi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai bagian dari implementasi Blue Economy. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian terumbu karang sebagai modal alam (natural capital) yang mendukung pembangunan ekonomi pesisir berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6–7 Juli 2026 di Pulau Barrang Caddi, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar dengan melibatkan delapan orang pemuda pesisir yang tergabung dalam komunitas pemuda pemerhati lingkungan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi monitoring kondisi terumbu karang melalui observasi visual secara langsung, edukasi mengenai konservasi terumbu karang dan konsep Blue Economy, serta Focus Group Discussion (FGD). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang pada lokasi pengamatan secara umum masih relatif baik dan memiliki potensi untuk terus mendukung keberlanjutan fungsi ekologis maupun ekonomi. Kegiatan edukasi dan FGD berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya konservasi terumbu karang sebagai modal alam yang memberikan manfaat bagi sektor perikanan, perlindungan wilayah pesisir, dan pengembangan wisata bahari. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan komitmen bersama antara perguruan tinggi dan komunitas pemuda untuk mendukung pelestarian terumbu karang melalui kegiatan edukasi dan monitoring secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam mendukung implementasi Blue Economy berbasis konservasi sumber daya pesisir.
Pelatihan Monitoring Terumbu Karang untuk Mendukung Pengembangan Ekowisata dan Ekonomi Masyarakat Pesisir Is Arianto Pratama; Muhammad Imran Lapong; Sri Hutami Adiningsih S; Andi Caezar To Tadampali; Ratnah S
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 9 (2026): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i9.255

Abstract

Terumbu karang merupakan ekosistem pesisir yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi yang tinggi, terutama sebagai penopang kegiatan ekowisata bahari. Pulau Barrang Caddi di Kota Makassar merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki potensi terumbu karang sebagai daya tarik wisata, namun pemanfaatannya belum sepenuhnya diimbangi dengan upaya pengelolaan dan monitoring yang berkelanjutan. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat pesisir dalam melakukan monitoring terumbu karang menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap menurunnya kualitas ekosistem laut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir Pulau Barrang Caddi melalui pelatihan monitoring terumbu karang guna mendukung pengembangan ekowisata dan peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelatihan teori, praktik lapangan monitoring terumbu karang, serta evaluasi dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan monitoring terumbu karang secara sederhana dan partisipatif. Selain itu, masyarakat mulai memahami pentingnya pemanfaatan data monitoring sebagai dasar pengelolaan ekowisata berbasis konservasi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian terumbu karang sekaligus meningkatkan peluang ekonomi melalui pengembangan ekowisata berkelanjutan di wilayah pesisir Kota Makassar.
Analysis of Tax Compliance Challenges in Indonesia: Perspectives of Digitalization, Regulation, and Tax Literacy Sri Hutami Adiningsih S; Ratnah S; Is Arianto Pratama; Kurniawan Kurniawan
Jurnal Ekonomi Ichsan Sidenreng Rappang Vol 5 No 1 (2026): March-June
Publisher : Universitas Ichsan Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61912/jeinsa.v5i1.345

Abstract

This study analyzes various challenges affecting tax compliance improvement in Indonesia through a literature review using a descriptive qualitative approach. Findings indicate that low tax literacy, regulatory complexity, barriers to digitalization, high compliance costs, and low public trust are the main factors hindering taxpayer compliance. Meanwhile, digitalization such as e-filing and e-billing have facilitated tax administration, but are not yet optimal due to digital literacy constraints. Efforts to improve compliance require ongoing education, regulatory simplification, improved public services, and increased government transparency.
Pemberdayaan Pemuda Pesisir sebagai Young Entrepreneur melalui Inovasi Olahan Anggur Laut untuk Peningkatan Ekonomi Lokal Sri Hutami Adiningsih S; Andi Annisa Sulolipu; Nurwahida Nurwahida; Besse Elis; Is Arianto Pratama
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 12 (2026): Oktober
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/36a9m662

Abstract

Anggur laut merupakan salah satu potensi sumber daya pesisir yang dapat dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah. Namun, pemanfaatannya oleh masyarakat di Pulau Barrang Caddi masih menghadapi kendala pada diversifikasi produk, pencatatan keuangan, penentuan harga jual, serta kesiapan pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keberdayaan mitra melalui diversifikasi produk olahan anggur laut, penguatan manajemen usaha, dan peningkatan kesiapan pemasaran. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pelatihan, praktik langsung, penerapan teknologi, dan pendampingan pada aspek produksi, manajemen, dan pemasaran. Teknologi yang diterapkan berupa aplikasi pencatatan keuangan berbasis Microsoft Excel yang dikustomisasi sesuai kebutuhan usaha mitra dan dilengkapi fitur pencatatan transaksi, arus kas, laporan laba rugi, dan laporan keuangan. Pada aspek produksi, mitra didampingi mengembangkan anggur laut menjadi keripik dan nugget, masing-masing sebanyak 30 bungkus. Produk juga dikembangkan menggunakan kemasan standing pouch dengan identitas merek Anggurih dan tagline “Dari Laut Jadi Gurih”. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perkembangan kemampuan mitra dalam produksi, pencatatan keuangan, penentuan harga jual, serta persiapan pemasaran. Pada tahap laporan kemajuan, kegiatan masih berada pada fase produksi dan persiapan pemasaran sehingga penjualan dan dampak terhadap omzet belum dapat diukur. Tahap selanjutnya diarahkan pada penguatan kemandirian mitra, peningkatan konsistensi produksi, dan pengembangan pemasaran produk.