Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan jajanan tradisional berbasis pangan lokal di Desa Pagerukir, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, melalui pelatihan pembuatan bongko pisang dan talam ubi sebagai upaya penguatan wisata kuliner Pasar Jenar. Program ini juga mendukung pencapaian SDG 8, SDG 11, dan SDG 12, serta sejalan dengan kebijakan Asta Cita dan Rencana Industri Riset Nasional (RIRN). Permasalahan utama mitra meliputi belum adanya standardisasi resep, keterbatasan keterampilan pengolahan pangan yang higienis. Kegiatan dilaksanakann pada Mei 2026 dengan menerapkan metode Participatory Action Research (PAR) melalui empat tahapan sistematis, yaitu identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang pelaku usaha kuliner Pasar Jenar. Pelaksanaan program meliputi penyampaian materi sanitasi dan higiene, demonstrasi pembuatan bongko pisang dan talam ubi, praktik langsung oleh peserta, pendampingan penggunaan kemasan berbahan daun pisang, serta serah terima barang hibah peralatan produksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata pre-test dari 58,3 menjadi 94,3 pada post-test atau meningkat 66% dan melampaui target yang ditetapkan sebesar ≥30%. Peserta juga mampu mempraktikkan pebuatan produk sesuai resep standar dan menghasilkan penyajian yang lebih menarik serta ramah lingkungan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam meningkatkan kapasitas mitra untuk mengembangkan produk kuliner lokal yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.