Karya berjudul “Cheongsam pada Busana Kontemporer dengan Motif Siriah Gadang” bertujuan untuk mewujudkan perpaduan busana tradisional cheongsam ke dalam bentuk busana kontemporer. Cheongsam dijadikan sumber inspirasi utama karena memiliki karakter siluet yang khas. Visualisasi cheongsam diwujudkan melalui pengolahan bentuk busana kontemporer dengan tetap mempertahankan ciri khas cheongsam, seperti kerah shanghai, serta penerapan motif siriah gadang sebagai unsur dekoratif utama. Motif Sirih Gadang dipilih karena memiliki nilai filosofis yang melambangkan kebersamaan, penghormatan, dan nilai adat istiadat masyarakat Minangkabau. Pemilihan warna dalam karya ini menggunakan warna merah sebagai warna utama yang melambangkan identitas dan kemakmuran dalam budaya Tionghoa, warna emas sebagai warna pengaplikasian motif sirih gadang yang merepresentasikan kemegahan dan nilai adat Minangkabau, serta warna hitam sebagai warna tambahan untuk menciptakan keseimbangan dan mempertegas kesan elegan pada busana. Material yang digunakan dalam penciptaan karya ini meliputi kain bridal, kain drill, dan kain songket sebagai kain kombinasi untuk memperkuat unsur wastra Nusantara. Metode penciptaan dimulai dari tahap persiapan melalui studi literatur, observasi visual, perumusan konsep, hingga perwujudan karya. Karya ini mengacu pada trend forecasting Cultural Fusion yang menekankan penggabungan unsur budaya Tionghoa dan Minangkabau ke dalam desain busana kontemporer secara harmonis tanpa menghilangkan identitas masing-masing budaya. Teknik yang digunakan dalam karya ini adalah stilisasi motif, dan embellishment dengan pendekatan adi busana. Hasil penciptaan diwujudkan ke dalam tiga tingkatan busana, yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture dengan karakter desain yang berbeda pada setiap tingkatannya.