Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Kostum Tokoh Julie Dan Kristin Pada Naskah “Miss Julie” Karya August Strindberg Desra Imelda
Style : Journal of Fashion Design Vol 1, No 2 (2022): Style: Journal of Fashion Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.978 KB) | DOI: 10.26887/style.v2i1.2567

Abstract

Analisis karya ini didasarkan pada pendekatan practice-led research  dilakukan melalui studi praktik studio perancangan busana untuk tokoh Julie dan Kristin pada naskah “Miss Julie” karya August Strindberg. Studi praktik penciptaan ini bertujuan untuk mendapatkan suatu ciri atas pribadi pemeran, membantu memperlihatkan adanya hubungan peranan yang satu dengan peranan yang lain, Membantu menghidupkan perwatakan pelaku, membantu menunjukkan individualisasi pemeran, dan untuk menambah koleksi busana tokoh Miss Julie sehingga bisa dimanfaatkan untuk pertunjukan berikutnya. Metode praktik penciptaan kostum tokoh Julie dan Kristin ini dilakukan melalui empat tahapan: eksplorasi, perancangan, perwujudan, dan penyajian. Hasil dari karya ini adalah busana dengan jenis busana historis yaitu busana yang dirancang disesuaikan dengan waktu terjadinya cerita dalam naskah. Kostum tokoh Julie dan Kristin disajikan dalam bentuk pertunjukan teater di Teater Arena Prodi Teater ISI Padangpanjang.
Palestinian Issues in Contemporary Fashion Suci Arma Wahyu Nasution; Desra Imelda; Mega Kencana; Mirda Aryadi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1327

Abstract

Penciptaan karya ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menghadirkan isu kemanusiaan Palestina melalui media fashion yang komunikatif, estetis, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Karya ini bertujuan menciptakan busana kontemporer yang mengolah simbol khas Palestina, meliputi keffiyeh, kawat berduri, peta Palestina, warna bendera, figur demonstran, kebakaran, reruntuhan, dan kaligrafi sebagai representasi perjuangan, ketahanan, serta harapan. Proses penciptaan dilakukan melalui studi pustaka, analisis framing, dan eksplorasi bentuk, bahan, serta teknik hias berupa lekapan, tumpuk benang, sulaman manik-manik, burn manipulation, dan bordir. Hasil penciptaan terdiri atas tiga kategori busana, yaitu Ready-to-Wear, Ready-to-Wear Deluxe, dan Haute Couture, yang ditampilkan melalui pergelaran busana dengan karakter desain kuat serta memuat pesan syiar dan dukungan terhadap Palestina. Karya ini menunjukkan bahwa fashion dapat berfungsi sebagai media ekspresi artistik sekaligus bahasa visual untuk menyampaikan kepedulian, nilai kemanusiaan, dan harapan bagi masyarakat Palestina.
Aksara Incung Pada Penciptaan Busana Upcycled Luhfia Sukma Ayu; Desra Imelda; Mega Kencana; Nofi Rahmanita
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1331

Abstract

Aksara incung merupakan warisan budaya yang berasal dari masyarakat Kerinci dan dahulunya digunakan oleh nenek moyang untuk menulis mantera-mantera, hukum adat dan surat yang dituliskan pada tanduk kerbau, tanduk sapi, daun lontar dan bambu sebelum penggunaan huruf latin berkembang. Kehadiran aksara incung tidak hanya sebagai media tulisan, namun juga mengandung nilai histori dan bentuk visual yang khas sehingga berpotensi menjadi sumber inspirasi dalam penciptaan karya fesyen. Penciptaan busana ini bertujuan untuk merepresentasikan bentuk visual aksara incung ke dalam busana sekaligus menyuarakan penerapan fesyen berkelanjutan melalui konsep upcycled yang diwujudkan ke dalam karya ready to wear, ready to wear deluxe dan haute couture yang dirancang dan dibuat menggunakan pakaian bekas dengan penerapan teknik patchwork. Proses penciptaan dilakukan melaui tahapan eksplorasi, perancangan dan perwujudan karya yang berfokus pada transformasi limbah tekstil menjadi produk fesyen baru yang bernilai estetis. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa visual aksara incung dapat diwujudkan menjadi bentuk, detail, dan struktur busana sehingga menghasilkan busana yang tidak hanya memiliki nilai artistik, namun juga menjadi bentuk pelestarian budaya Kerinci serta seruan terhadap penggunaan fesyen berkelanjutan
Awan Sebagai Inspirasi Perancangan Feminine Romantic Style Nadila Layla; Novina Yeni Fatrina; Mega Kencana; Desra Imelda
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1340

Abstract

Karya berjudul “Awan sebagai Inspirasi Perancangan Busana Feminine Romantic Style” bertujuan untuk menciptakan busana yang menampilkan karakter lembut, anggun, dan romantis dengan mengambil inspirasi dari bentuk awan, khususnya awan cirrus dan cumulus. Awan dipilih sebagai sumber ide karena memiliki bentuk yang dinamis, ringan, serta menghadirkan kesan tenang yang selaras dengan konsep feminine romantic style. Dalam penciptaan karya ini, pengkarya memperoleh data melalui observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Metode yang digunakan meliputi tahapan eksplorasi, perancangan, dan perwujudan karya secara sistematis dan terarah. Karya yang diciptakan berupa gaun dengan tambahan layer pada beberapa busana untuk memberikan kesan lembut, ringan, dan mengalir menyerupai bentuk awan. Dalam proses perancangan, pengkarya menerapkan siluet A-line pada ketiga busana untuk mempertahankan kesan feminine dan elegan pada setiap karya. Teknik yang digunakan meliputi spiral fabric, scallop hem, ruffles, serta hiasan payet sebagai point of interest. Pengkarya menggunakan warna biru muda, biru tua, putih, serta sentuhan warna silver dari kain songket yang merepresentasikan nuansa awan yang lembut, tenang, dan elegan. Hasil akhir dari karya ini yaitu busana ready to wear sebanyak satu karya, ready to wear deluxe sebanyak satu karya, dan haute couture sebanyak satu karya. Karya ini dipresentasikan dalam pagelaran busana di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam Institut Seni Indonesia Padangpanjang pada 04 Juni 2026.
Cheongsam Pada Busana Kontemporer Dengan Motif Siriah Gadang Alya Putri; Desra Imelda; Dini Yanuarmi; Fadri Rahmat
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1342

Abstract

Karya berjudul “Cheongsam pada Busana Kontemporer dengan Motif Siriah Gadang” bertujuan untuk mewujudkan perpaduan busana tradisional cheongsam ke dalam bentuk busana kontemporer. Cheongsam dijadikan sumber inspirasi utama karena memiliki karakter siluet yang khas. Visualisasi cheongsam diwujudkan melalui pengolahan bentuk busana kontemporer dengan tetap mempertahankan ciri khas cheongsam, seperti kerah shanghai, serta penerapan motif siriah gadang sebagai unsur dekoratif utama. Motif Sirih Gadang dipilih karena memiliki nilai filosofis yang melambangkan kebersamaan, penghormatan, dan nilai adat istiadat masyarakat Minangkabau. Pemilihan warna dalam karya ini menggunakan warna merah sebagai warna utama yang melambangkan identitas dan kemakmuran dalam budaya Tionghoa, warna emas sebagai warna pengaplikasian motif sirih gadang yang merepresentasikan kemegahan dan nilai adat Minangkabau, serta warna hitam sebagai warna tambahan untuk menciptakan keseimbangan dan mempertegas kesan elegan pada busana. Material yang digunakan dalam penciptaan karya ini meliputi kain bridal, kain drill, dan kain songket sebagai kain kombinasi untuk memperkuat unsur wastra Nusantara. Metode penciptaan dimulai dari tahap persiapan melalui studi literatur, observasi visual, perumusan konsep, hingga perwujudan karya. Karya ini mengacu pada trend forecasting Cultural Fusion yang menekankan penggabungan unsur budaya Tionghoa dan Minangkabau ke dalam desain busana kontemporer secara harmonis tanpa menghilangkan identitas masing-masing budaya. Teknik yang digunakan dalam karya ini adalah stilisasi motif, dan embellishment dengan pendekatan adi busana. Hasil penciptaan diwujudkan ke dalam tiga tingkatan busana, yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture dengan karakter desain yang berbeda pada setiap tingkatannya.
Aplikasi Teknik Cording Pada Busana Vintage Carolina Avelin Rizki Astuti; Dini Yanuarmi; Desra Imelda; Fadri Rahmat
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1363

Abstract

Busana vintage dengan teknik cording, merupakan gaya berbusana yang terinspirasi dari tren fashion masa lampau dan kembali diminati karena memiliki nilai estetika yang khas, elegan, dan klasik. Dalam penciptaan karya busana vintage ini, menerapan teknik cording sebagai hiasan utama pada busana yang memiliki kesan artistik serta memperkuat karakteristik klasik pada busana vintage. Tujuan dari penciptaan karya ini adalah untuk menciptakan busana vintage yang memiliki nilai estetik melalui pengembangan teknik cording sebagai detail dekoratif pada busana. Proses penciptaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi, pencarian ide, pembuatan desain, pemilihan bahan, hingga proses perwujudan karya. Inspirasi busana yang diambil dari beberapa era vintage yang dipadukan dengan sentuhan modern agar tetap sesuai dengan perkembangan fashion masa kini. Hasil dari penciptaan karya ini berupa busana vintage dengan teknik cording yang diterapkan pada bagian tertentu busana sebagai pusat perhatian. Penggunaan warna-warna netral seperti broken white, brown, and army green semakin memperkuat kesan vintage yang ingin ditampilkan. Bahan yang digunakan untuk membuat karya ini yaitu kain katun toyobo, katun drill, satin bridal, kawasaki silk, dan kain batik motif kawung sebagai kain kombinasi. Melalui karya ini diharapkan teknik cording dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan hiasan pada busana serta mampu memberikan inovasi baru dalam dunia fashion, khususnya pada penciptaan busana vintage. Hasil karya yang diwujudkan terdiri dari 3 jenis tingkatan busana, yaitu ready to wear dengan judul vintage in thread, ready to wear deluxe whisper of vintage, dan haute couture heritage royale.
Korsase Bunga Mawar Pada Busana Pesta Malam Yasa Mutiara Putri; Desra Imelda; Nofi Rahmanita; Novina Yeni Fatrina
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1364

Abstract

Penciptaan karya ini dilatar belakangi oleh keindahan dan makna simbolis bunga mawar sebagai sumber inspirasi dalam desain busana pesta malam. Permasalahan yang ditemui di lapangan adalah penerapan korsase pada busana pesta malam umumnya masih bersifat sederhana dan belum banyak dikembangkan sebagai elemen hias utama yang dipadukan dengan unsur budaya lokal. Tujuan penciptaan karya ini adalah menciptakan busana pesta malam yang elegan, inovatif, dan bernilai estetis melalui penerapan korsase bunga mawar jenis megawati yang dipadukan dengan kain songket Silungkang. Metode yang digunakan adalah metode penciptaan karya yang meliputi tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Teknik yang diterapkan meliputi teknik korsase sebagai hiasan utama, teknik ruffle dan flounce untuk menciptakan volume dan dinamika bentuk, sulam payet sebagai sentuhan dekoratif, serta penerapan kain songket Silungkang sebagai unsur budaya. Korsase dibuat dalam berbagai ukuran dan diaplikasikan pada bagian dada, pinggang, dan rok untuk menghasilkan komposisi visual yang harmonis. Hasil penciptaan berupa tiga tingkatan busana, yaitu Ready to Wear, Ready to Wear Deluxe, dan Haute Couture, dengan perpaduan warna marun dan hitam yang menampilkan karakter feminin, elegan, dan eksklusif. Penerapan korsase bunga mawar berhasil menjadi pusat perhatian (center of interest), sedangkan kombinasi teknik hias dan songket Silungkang mampu meningkatkan nilai estetika sekaligus memperkuat identitas budaya lokal pada busana pesta malam.
Classic Elegant Style Dihiasi Lekapan DVD Wardatul Ummah; Fendi Nofrian; Desra Imelda; Mirda Aryadi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1368

Abstract

Penciptaan karya berjudul Classic Elegant Style Dihiasi Lekapan DVD bertujuan mewujudkan busana yang memadukan gaya classic elegant dengan teknik lekapan DVD sebagai elemen dekoratif. Permukaan DVD yang bersifat reflektif menghasilkan efek pelangi saat terkena cahaya sehingga mampu memperkuat kesan mewah dan elegan pada busana. Metode penciptaan meliputi tiga tahapan, yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi dilakukan melalui observasi karakteristik DVD dan studi pustaka mengenai teknik lekapan serta gaya classic elegant. Tahap perancangan mencakup penyusunan moodboard, pengembangan sketsa alternatif, dan pemilihan desain berdasarkan tren fesyen 2025/2026, yaitu Strive. Tahap perwujudan meliputi pembuatan pola, pemotongan bahan, penjahitan, dan pemasangan lekapan DVD menggunakan teknik jahit tangan. Hasil penciptaan berupa tiga kategori busana, yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture, yang memadukan warna netral, potongan asimetris, batik Riau, serta lekapan DVD sebagai pusat perhatian. Karya dipresentasikan melalui pergelaran busana AETERNA: The Grandeur of Couture Part of Malenggang 4, yang menampilkan inovasi pemanfaatan media DVD sebagai material dekoratif pada busana bergaya classic elegant.
Pengaplikasian Teknik Distressed dalam  Visualisasi Rebel Hasya Zalfa Harsan; Fendi Nofrian; Desra Imelda; Fadri Rahmat
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/bx6aph63

Abstract

Fashion is a form of visual non-verbal communication that conveys meaning regarding the wearer's identity, emotion, and ideological values. This meaning is constructed not only through silhouettes but also through material processing using textile manipulation techniques. The creation of this work aims to develop a clothing collection themed around resistance by exploring distressed manipulation techniques. This design concept shifts the psychological analogy of psychological distress, such as slashing, burning, puncturing, and other destructive acts, into a controlled creative process to express a rebellious attitude. As a conceptual balance as well as a preservation of cultural roots, this design integrates Silungkang songket with the bunga pecah lapan motif. The creation method of this work progresses through the stages of idea exploration, design planning, and final artwork execution. The ultimate result of this design consists of three collections: a ready-to-wear collection titled "Muted Scars", a ready-to-wear deluxe collection titled "Unbound Rage", and a haute couture collection titled "The Final Escape". All these works utilize various techniques, including slashing, fraying, patchwork, and burning, complemented by safety pin and chain accents. The visual character is reinforced by the dominance of black, gray, and red, which reflect emotional transition and bravery.
Harajuku Style Dalam Busana Casual Salsabilla Cahyani Irawan; Desra Imelda; Novina Yeni Fatrina; Fendi Nofrian
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1393

Abstract

Perkembangan industri fashion mendorong lahirnya berbagai inovasi desain melalui perpaduan budaya dan gaya berpakaian. Salah satu gaya yang memiliki karakter visual kuat adalah harajuku style, sedangkan busana casual lebih menekankan aspek kenyamanan dan fungsionalitas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mewujudkan, dan menganalisis penciptaan busana casual yang mengadaptasi karakter visual harajuku style. Penelitian menggunakan metode penelitian penciptaan (practice-based research) yang meliputi tahap eksplorasi, perancangan, perwujudan, dan evaluasi karya. Proses eksplorasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka untuk memperoleh konsep desain yang sesuai. Hasil penelitian berupa tiga karya busana, yaitu Candy Riot sebagai ready-to-wear, Polydolla sebagai ready-to-wear deluxe, dan Lumina Obscura sebagai haute couture. Ketiga karya menerapkan karakteristik harajuku style melalui penggunaan warna kontras, bentuk asimetris, ruffles, aplikasi rajut, dan sulam payet yang dipadukan dengan prinsip desain sehingga menghasilkan busana yang ekspresif, estetis, dan tetap mempertahankan fungsi serta kenyamanan busana casual. Penelitian ini menunjukkan bahwa karakter visual harajuku style dapat diadaptasikan ke dalam berbagai tingkatan produk fashion tanpa menghilangkan identitas desain maupun aspek fungsional. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan desain mode yang kreatif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan busana casual.