Busana vintage dengan teknik cording, merupakan gaya berbusana yang terinspirasi dari tren fashion masa lampau dan kembali diminati karena memiliki nilai estetika yang khas, elegan, dan klasik. Dalam penciptaan karya busana vintage ini, menerapan teknik cording sebagai hiasan utama pada busana yang memiliki kesan artistik serta memperkuat karakteristik klasik pada busana vintage. Tujuan dari penciptaan karya ini adalah untuk menciptakan busana vintage yang memiliki nilai estetik melalui pengembangan teknik cording sebagai detail dekoratif pada busana. Proses penciptaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi, pencarian ide, pembuatan desain, pemilihan bahan, hingga proses perwujudan karya. Inspirasi busana yang diambil dari beberapa era vintage yang dipadukan dengan sentuhan modern agar tetap sesuai dengan perkembangan fashion masa kini. Hasil dari penciptaan karya ini berupa busana vintage dengan teknik cording yang diterapkan pada bagian tertentu busana sebagai pusat perhatian. Penggunaan warna-warna netral seperti broken white, brown, and army green semakin memperkuat kesan vintage yang ingin ditampilkan. Bahan yang digunakan untuk membuat karya ini yaitu kain katun toyobo, katun drill, satin bridal, kawasaki silk, dan kain batik motif kawung sebagai kain kombinasi. Melalui karya ini diharapkan teknik cording dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan hiasan pada busana serta mampu memberikan inovasi baru dalam dunia fashion, khususnya pada penciptaan busana vintage. Hasil karya yang diwujudkan terdiri dari 3 jenis tingkatan busana, yaitu ready to wear dengan judul vintage in thread, ready to wear deluxe whisper of vintage, dan haute couture heritage royale.