Andrianto Heri Wibowo
universitas matlaul anwar banten

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Pada Kucing Ras Angora Menggunakan Metode Dempster Shafer Di Puskeswan Dpkp Kabupaten Pandeglang Berbasis Web Mustakim Maisirot; Andrianto Heri Wibowo; Agung Sugiarto
SITUSTIKA FIKUNMA Vol. 14 No. 2 (2025): volume 14 nomor 2 tahun 2025
Publisher : Admin Situstika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) memiliki peran penting dalam memberikan layanan kesehatan hewan bagi masyarakat. Di Kabupaten Pandeglang, layanan Puskeswan tersebar di beberapa titik, yaitu Puskeswan Pandeglang, Puskeswan Pembantu Menes, Puskeswan Pembantu Labuan, dan Puskeswan Pembantu Cibaliung. Permasalahan yang terjadi adalah kucing sebagai hewan peliharaan rentan terserang penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, maupun parasit, sementara akses ke layanan kesehatan hewan relatif jauh dan biaya pemeriksaan tergolong cukup tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan penanganan penyakit pada kucing. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem pakar diagnosis penyakit pada kucing berbasis web menggunakan metode Dempster-Shafer. Metode ini digunakan untuk mengolah tingkat keyakinan terhadap suatu penyakit berdasarkan gejala yang dimasukkan oleh pengguna. Data penelitian diperoleh melalui studi literatur, observasi, dan wawancara dengan pihak Puskeswan. Sistem dikembangkan menggunakan pendekatan perancangan terstruktur yang meliputi Flow of Document (FOD), Flow of System (FOS), Context Diagram, Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), serta proses normalisasi basis data. Implementasi sistem menggunakan database MySQL dan editor Visual Studio Code, serta diuji menggunakan metode black box testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu membantu masyarakat dalam mendiagnosis penyakit pada kucing secara lebih cepat, sistematis, dan efektif. Sistem ini diharapkan dapat menjadi media informasi alternatif bagi masyarakat dalam penanganan awal penyakit kucing serta mendukung layanan Puskeswan di Kabupaten Pandeglang.
PENERAPAN METODE TEOREMA BAYES PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSIS MASALAH GIZI PADA BALITA DI UPT PUSKESMAS KECAMATAN MENES Fahmi Fahmi; Sri Setiyowati; Andrianto Heri Wibowo
TEKNOTIKA Vol. 5 No. 2 (2026): volume 5 nomor 2 tahun 2026
Publisher : Fakultas Teknologi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi pada balita masih menjadi perhatian serius di Indonesia, termasuk di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Di UPT Puskesmas Kecamatan Menes, data menunjukkan dinamika kasus stunting, gizi kurang, dan gizi buruk dalam tiga tahun terakhir. Proses diagnosis masalah gizi pada balita yang masih dilakukan secara manual menjadi kendala, karena masyarakat belum sepenuhnya memahami pentingnya pengukuran gizi dan upaya pencegahannya. Untuk mengatasi hal ini, peneliti membuat sistem pakar diagnosis masalah gizi pada balita dengan metode teorema bayes. Penelitian ini bertujuan membantu tenaga medis dan masyarakat dalam mendiagnosis masalah gizi secara cepat dan akurat. Penelitian dilakukan selama satu bulan di UPT Puskesmas Menes, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi literatur. Metode perhitungan yang digunakan dalam sistem ini yaitu menggunakan metode teorema bayes yang berfungsi untuk menghitung probabilitas terjadinya stunting, gizi kurang, dan gizi buruk berdasarkan data gejala yang dimasukkan pengguna. Dalam hasil akhir sistem menunjukan nilai probabilitas sebesar 0,52 atau 52% bahwa Kemungkinan balita mengalami stunting. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan diagnosis awal secara efektif. Sistem ini dirancang dengan pendekatan perancangan terstruktur, yang meliputi Flow of Document (FOD), Flow of System (FOS), Context Diagram, Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), Normalisasi, Kamus Data, serta Struktur Database. Didalam sistem ini terdapat beberapa fitur meliputi konsultasi, input data gejala, data penyakit, data aturan, data admin, pencarian, laporan diagnosis, serta informasi pencegahan. Selain itu, sistem ini menghasilkan dua jenis output, yaitu laporan hasil diagnosis untuk admin dan laporan hasil diagnosis sekaligus saran pencegahan untuk pasien. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sistem diagnosis masalah gizi pada balita yang lebih luas dan bermanfaat ke depannya untuk masyarakat terlebih khusus untuk UPT Puskesmas Kecamatan Menes.
SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT PARU-PARU DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB DI RSUD AULIA PANDEGLANG Muhamad Sofi Fatrias; Agung Sugiarto; Andrianto Heri Wibowo
TEKNOTIKA Vol. 5 No. 2 (2026): volume 5 nomor 2 tahun 2026
Publisher : Fakultas Teknologi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses diagnosis penyakit paru-paru di RSUD Aulia Pandeglang masih dilakukan secara manual oleh tenaga medis. Kondisi ini menjadi permasalahan serius karena keterbatasan jumlah dokter spesialis paru-paru yang kurang dari tiga orang, sementara jumlah pasien yang datang setiap hari relatif tinggi. Akibatnya, proses diagnosis memerlukan waktu yang lama, berisiko terjadi ketidakakuratan, serta berpotensi menunda penanganan medis bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pakar berbasis web yang dapat membantu diagnosis awal penyakit paru-paru, meliputi tuberkulosis, pneumonia, kanker paru-paru, asma, dan bronkitis, berdasarkan gejala yang dialami pasien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode forward chaining, yaitu dengan mencocokkan fakta awal berupa gejala pasien terhadap aturan-aturan yang bersumber dari pengetahuan pakar. Sistem yang dikembangkan menghasilkan output berupa diagnosis awal beserta rekomendasi penanganan yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pakar yang dibangun mampu mempercepat proses diagnosis awal dan meningkatkan tingkat akurasi dalam pengambilan keputusan medis. Tindak lanjut dari penelitian ini diharapkan sistem dapat diimplementasikan sebagai alat bantu tenaga medis, khususnya di wilayah dengan keterbatasan dokter spesialis paru-paru, sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih efektif, efisien, dan tepat waktu.