Andrine Prima Afnetta
Universitas Sebelas Maret Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SEMILOKA PENGELOLAAN PERSONAL BRANDING DAN PERENCANAAN KONTEN MEDIA SOSIAL BAGI GENERASI Z SOLO RAYA Novita Haryono; Sri Hastjarjo; Andrine Prima Afnetta; Firya Qurratu’ain Abisono; Aulia Suminar Ayu
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 2 (2026): Article in Press
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i2.24245

Abstract

Abstract. According to an article published by Kompas.com, 64% of Generation Z, born between 1995 and 2012, plan to monetize their social media content. Furthermore, the Instagram Trend Report 2023, based on a survey conducted in collaboration with WGSN involving 1,200 Instagram users from Generation Z, revealed that 67%  or 804 respondents intend to use social media as a platform to pursue a full-time career as content creators. However, many members of Generation Z are still unaware of the significant challenges associated with becoming professional content creators. This issue has also been identified by content creators affiliated with AKKuN. These practitioners observed that aspiring content creators often underestimate several important challenges, including the need to produce content that provides positive value and complies with Indonesia's Electronic Information and Transactions Law (UU ITE), as well as the importance of developing a distinctive personal branding strategy that can serve as their long-term identity. In response to these issues, this community engagement program organized a workshop consisting of interactive lectures accompanied by hands-on practice sessions on designing social media content and developing personal branding. The workshop was attended by 50 Generation Z participants, aged 18–24 years, representing various universities across the Solo Raya region. The resource persons were members of AKKuN, who served as the program's community partners. The evaluation of the workshop demonstrated that 88% of the 50 participants who attended expressed a commitment to improving the quality of their social media content.   Abstrak. Dalam salah satu artikel yang dimuat dalam kompas.com mengatakan bahwa 64 % dari Gen Z yang lahir pada tahun 1995 sampai 2012 memiliki rencana untuk memonetisasi konten-konten sosial media mereka. Ditambahkan pula dari laporan instagram trend report tahun 2023 yang melakukan survey bersama dengan WGSN terhadap 1200 pengguna instagram dari kalangan Gen Z dikatakan bahwa 67% atau 804 orang dari Gen Z yang terlibat dalam survei tersebut berencana menggunakan sosial media mereka untuk menjadi full time konten kreator. Namun demikian Generasi Z ini belum mengetahui bahwa ada tantangan besar menanti apabila mereka ingin menjadi konten kreator. Permasalahan ini yang dirasakan oleh penggiat konten kreator yang tergabung dalam AKKuN. Para penggiat konten kreator ini melihat ada beberapa tantangan yang kurang disadari seperti pentingnya konten yang memiliki nilai positif dan tidak melanggar UU ITE, serta membangun personal branding yang menjadi ciri khas mereka kedepan. Sehubungan dengan hal ini, dalam program pengabdian masyarakat ini kami mengadakan kegiatan semiloka yang berbentuk pemberian materi yang disertai dengan praktek sederhana merancang konten media sosial dan personal branding. Kegiatan semiloka ini diikuti oleh 50 orang peserta dari kalangan generasi Z yang berusia 18-24 tahun yang berasal dari berbagai universitas yang ada di Solo Raya. Kemudian untuk narasumber kegiatan menghadirkan narasumber dari anggota AKKuN sebagai mitra. Dari evaluasi semiloka ini menunjukkan hasil bahwa 88% dari 50 peserta yang hadir memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas konten mereka.