Firya Qurratu’ain Abisono
Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENJAGA WAJAH, MENAMPILKAN KUASA: POLITIK PENYELAMATAN MUKA DALAM POLITIK LUAR NEGERI PRABOWO Bonifasius Endo Gauh Perdana; Firya Qurratu’ain Abisono
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 9 No 2 (2026): PAPATUNG Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v9i2.1792

Abstract

Politik luar negeri Indonesia pada masa pemerintahan Prabowo Subianto ditandai oleh intensitas diplomasi yang tinggi, personalisasi kepemimpinan, serta penggunaan simbol dan performa politik yang kuat di tingkat domestik maupun internasional. Namun, kajian mengenai fenomena tersebut selama ini lebih banyak menjelaskan perubahan politik luar negeri Indonesia melalui perspektif strategi geopolitik, diplomasi middle power, atau prinsip politik luar negeri bebas aktif. Artikel ini berargumen bahwa pendekatan tersebut belum cukup menjelaskan dimensi simbolik dalam praktik politik luar negeri Prabowo. Dengan menggunakan konsep politik penyelamatan muka (face-saving politics), penelitian ini menganalisis bagaimana politik luar negeri berfungsi sebagai strategi mempertahankan legitimasi politik, mengelola kritik domestik, dan menampilkan otoritas di hadapan aktor internasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif melalui telaah literatur, analisis wacana politik, serta penelaahan terhadap sejumlah kontroversi kebijakan luar negeri. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik face-saving dijalankan melalui performa diplomatik, konsolidasi elite, dan penegasan simbolik atas kesetaraan kedaulatan. Politik luar negeri pada akhirnya tidak hanya menjadi instrumen pencapaian kepentingan nasional, tetapi juga medium mempertahankan citra kepemimpinan dan legitimasi kekuasaan. Studi ini menawarkan politik penyelamatan muka sebagai kerangka analitis untuk memahami dimensi performatif dalam politik luar negeri Indonesia kontemporer.